[1st Mess] The Creepy Girlfriend

728 37 6
                                        

"Hai! Talitha, ya?"

Gue melirik ke samping kiri gue lewat cermin, dimana cewek itu berdiri. Dia membalas tatapan gue juga lewat cermin, dengan senyumnya. Awkward.

"Iya."

Sebenarnya gue tahu cewek ini. Sekedar tahu, tapi nggak kenal. Kita beda jurusan, tapi karena satu hal gue jadi mengetahui sosok cewek ini. Gue ngerasa nggak nyaman, dan pengen buru-buru balik aja ke kantin. Lagian tumbenan amat sih ini toilet sepi. Biasanya banyak orang. Jadi gue nggak harus kejebak sama cewek ini berdua gitu.

"Gue Luna, by the way," katanya, memperkenalkan dirinya. Gue hanya mengangguk datar, nggak tertarik sama sekali. "Semoga kita bisa temenan, ya."

Gue pengen jawab, "Sori, gue nggak tertarik." tapi kesannya jahat banget. Jadi gue cuma senyum tipis doang nanggepinnya. Bukan maksud kasar, tapi gue emang bener-bener nggak mau terlibat sama cewek ini. Gue nggak mau berhubungan dengan apapun yang menyangkut dia dan cewek ini.

Curiga sih gue, pasti ada apa-apanya.

"Gue boleh tanya nggak?"

Nih cewek gigih juga, padahal gue udah keliatan nggak peduli gini.

"Tanya apa?" Gue menunduk melihat jam yang melingkar di lengan gue, 10 menit lagi bel masuk, dan makanan gue belum abis. "Kalo mau tanya-tanya, ikut gue aja deh balik ke kantin. Makanan gue belum abis soalnya."

Luna menganggukkan kepalanya, dan gue berjalan lebih dulu. Beberapa kali Luna ingin menyamakan langkahnya dengan gue, tapi gue sengaja jalan cepat. Males. Gue udah nggak minat sama nih cewek.

Kedatangan gue dan Luna menyambut kernyitan bingung dari Bintang dan Kenny. Dua orang itu langsung menatap ke gue penuh arti, yang bisa gue balas dengan gedikkan bahu doang. Gue paham maksud mereka, tapi ya nggak mungkin gue jawab di depan orangnya juga. Nanti jadinya nggak ngomongin di belakang dong.

Gue menyendokkan kembali mie ayam gue yang sisa sedikit, sementara Luna mengenalkan dirinya pada kedua temen gue. Dari ujung mata gue, Bintang udah natap nggak suka. Beda dengan Kenny yang don't give a shit sama sekali.

"Oh ya, gue tadi mau nanya, bener nggak kalo lo yang jadi alasannya Darren balik ke Jakarta?"

Insting gue emang nggak pernah salah. Dan nama itu udah kesebut, bikin gue nggak mood ngabisin makanan gue. Tangan gue seketika berhenti, dan menaruh sendok dan sumpit agak kesal.

Lagian nih cewek kenapa creepy banget sih? Tahu darimana coba kalo gue dan Darren ada hubungan?

Iya, gue emang tahu Luna ini cewek barunya Darren setelah dia pindah ke sekolah gue. Sejujurnya gue bodo amat sih, toh gue dan Darren cuma masa lalu. Gue aja nggak tahu kenapa Darren balik lagi ke Jakarta setelah dua tahun dia tinggal di Malang.

Apa katanya tadi? Alasannya Darren balik lagi kesini itu gue? Boleh ketawa nggak sih? Alasan terabsurd yang gue dengar tahun ini. Darren ya balik karena orang tuanya kali, emang gue tahu. Nggak ada alasan untuk Darren balik karena gue. Nggak penting lah gila.

"Hah? Lo nggak salah nanyain gini ke gue?" mata gue memicing nggak suka. "Gue nggak ada urusan sama Darren lagi."

"Santai aja, Tha. Gue nanya karena penasaran aja sih."

"Penasaran lo annoying, tahu nggak?" Bintang menyuarakan hal yang pengen gue bilang. "Lagian kenapa sih kepo banget? Litha udah diem-diem aja perasaan. Nggak ada goda-goda laki lo kan?"

Bintang ini emang paling ngegas banget kalo udah bahas soal Darren. Dari awal gue ceritain soal putusnya gue sama Darren, dia yang paling benci banget, dan katanya pengen nonjok Darren sekali karena nggak jantan udah ninggalin gue.

Home [Chanyeol X Nayeon]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang