Terantuk runcing pijaknya
Menembus tapak penuh gurat berduri
Mengalir tirta berwarna yang membanjiri
Membasuh alas berdebu yang dekil bak nista di ujung sarangPeluhnya tercucur
Sudah bagai air yang terjun di sela tebing curam
Menyengat hidung
Ditepis mawar pun tak lagi berkuasaRingkih tulangnya
Serupa balak pada punggungnya
Tiada sudah harga besarnya
TerbuangAdakah bertanya, "Masihkah hidup itu manusia di negeri ini?"
Kemari,
Akan kujawab dengan lantangnya
"Banyak! Bahkan pada negeri yang katanya kaya raya."-Aurella N. Amaria
***
halo semuanya,
Aku berencana untuk kembali memfokuskan diri pada work ini dan juga berencana untuk update lebih sering. Dan, ya, untuk itu aku republish tiap partnya biar work ini tidak terasa baru saja kutinggalkan berbulan-bulan.Enjoy!
KAMU SEDANG MEMBACA
Geladeri Aksara
PoetryThe Wattys Award Winner 2019! ° ° ° Mari duduk di serambi Sembari memandang senja yang turun menutup hari Akan kuceritakan banyak kisah Dengan aksara yang begitu indah -ar