Chapter 6 : The Most Beautiful Moment In Life Pt.2

2.7K 280 33
                                        

Ps.
FF ini adalah fiksi, tidak benar-benar  terjadi didunia nyata. Apapun dalam cerita ini benar-benar fiksi dan hanya khayalan dari penulis saja. Kim Seokjin itu normal, dia bisa mendengar dengan normal dan dia worldwide handsome, oke?

....................................................................

Previous Chapter :

Yoongi kembali menekan benda kotak tipis berwarna hitam ditangannya. Tiba-tiba,

Dddrrrtt-

Yoongi menoleh ke arah sampingnya, tepat depan bilik toilet yang tertutup.

Sebuah ponsel bergetar dilantai.
Itu ponsel Jin.

Berdiri, Yoongi segera membuka bilik toilet itu dan menemukan Jin yang duduk lemas diatas closet.


"Jin hyung!!"





















*warning typo!

Enjoy...



-------------------------------------------------------

"Jin hyung!"

Jin mengangkat kepalanya, "Oh, hai Yoongi,"

Mata sipit Yoongi membesar ketika melihat t-shirt putih Jin bernoda merah.

Darah.

Pemuda itu juga kesal, sempat-sempatnya Jin menyapa seperti itu.

"A-apa yang terjadi? Kenapa kau terluka seperti ini?" tanya Yoongi panik.

Siapa yang tidak panik melihat luka seperti itu.

Jin tak menjawab. Ia tidak mungkin mengatakan pada Yoongi ini ulah siapa. Ia berusaha berdiri.

"Yoongi, kita akan tampil sebentar lagi-" Jin menekan perut sebelah kirinya.

"Kau bisa mengambil pakaian ganti di tas milikku? Juga kasa, mungkin?"

"Tunggu-" Yoongi menggeleng. "Kau mau tampil? Ku mohon, simpan dulu kebodohanmu itu hyung! Pikirkan dirimu dulu!"

"Ini hanya tergores," Jin menepuk pundak Yoongi.

"Jangan beritahu siapapun, termasuk pada Namjoon dan yang lainnya."

Yoongi kembali menggeleng, "Kau gila, hyung. Kau bisa kehabisan darah! Aku akan beritahu Namjoon dan yang lainnya!"

Pemuda itu berniat menghubungi seseorang melalui ponselnya. Namun ditepis oleh Jin,membuat ponsel Yoongi terjatuh dilantai.

"Jangan, ku mohon," lirih Jin. "Jangan rusak malam ini, aku mohon,"

Yoongi menatap mata Jin sendu.

"Apa alasan aku harus mempercayaimu, hyung?"

Jin terdiam. "Kita tidak mungkin membuat scandal, ah lebih tepatnya aku tidak ingin membuat berita buruk untuk BTS,"

"Ini malam BTS, jangan rusak malam ini-"

Yoongi mengeraskan rahangnya.

"Aish! Kau berhutang padaku, hyung!"

Jin tersenyum lalu mengangguk pelan.

Yoongi memungut ponselnya dan ponsel Jin. Lalu menyerahkannya pada pemuda itu.

"Tunggu disini, aku akan kembali dengan pakaian baru dan kasa untuk menutup lukamu," Yoongi melenggang pergi, namun ia kembali berbalik.

"Itu benar-benar tergores 'kan, hyung?"

I Can Hear Your VoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang