Ps.
FF ini adalah fiksi, tidak benar-benar terjadi didunia nyata. Apapun dalam cerita ini benar-benar fiksi dan hanya khayalan dari penulis saja. Kim Seokjin itu normal, dia bisa mendengar dengan normal dan dia worldwide handsome, oke?
.................................................
Sebelumnya di I Can Hear Your Voice chapter 2 :
"Perlu bantuan Jin?" panggil seseorang dibelakangnya.
Jin berusaha menoleh ketika seseorang memanggilnya dari belakang. Kedua matanya terbelalak.
"Ka-kau?!"
.
.
.
.
.
.
.
.
Enjoy!
Ps. Warning typo!! Dan ada kata-kata kurang pantas, dimohon untuk bijak 😊🙏
------------------------------
“Ka-kau?!” Jin menatap seorang pemuda yang berdiri tepat tak jauh dibelakang Jin.
Pemuda itu memasukan kedua tangannya kedalam saku celana.
“Ku rasa, kau butuh bantuan, Jin. Taehyung berat bukan jika kau bawa sendiri seperti itu?”
Jin mengeratkan pegangannya pada Taehyung.
“Bagaimana kau bisa ada disini?”
Pemuda itu terkekeh pelan. Namun seketika raut wajahnya berubah menatap Jin dengan tajam, “Jin..Jin..”
“Aku ingin mengambil kembali semua yang sudah kau rebut dariku.”
Jin memicingkan matanya, “Apa yang sudah ku rebut darimu?”
“Jangan berlagak bodoh, Jin. Kau tahu itu."
“Bersiaplah, permainan akan segera dimulai.” Pemuda itu tersenyum sinis lalu berbalik, masuk ke dalam pintu tangga darurat.
Jin masih mematung.
Ia kembali menatap pintu tangga darurat yang sudah tertutup rapat.
“Jin hyung!” panggil Hoseok dari arah lain.
Pemuda itu berlari ke arah Jin yang terlihat menggendong seseorang dibelakangnya.
Tunggu-
“Tae? Jin hyung, apa yang terjadi?” tanya Hoseok khawatir melihat Taehyung berada dipunggung Jin dan wajah pemuda itu terlihat pias.
“Bantu aku membawa Tae, dia pingsan.”
"Eh? Pingsan?" Hoseok tak banyak bertanya, ia segera membantu Jin membawa Taehyung.
------------------------------------
Namjoon baru saja keluar dari kamar tidur Taehyung. Beberapa saat yang lalu ia dan sang manajer membawa Taehyung ke rumah sakit.
Beruntung, pemuda itu tak harus mendapatkan perawatan dirumah sakit.
“Demam, kelelahan, dan- keracunan makan. Beruntung dapat ditangani dengan cepat-” ujar Namjoon duduk di samping Yoongi.
“Apa? Keracunan makan?” ulang Jimin. "Bagaimana bisa?"
Namjoon mengendikkan bahunya. “Aku tidak tahu apa yang anak itu makan. Ah, sepertinya kita juga harus sering memeriksa kembali setiap makanan yang kita beli, supaya hal seperti ini tidak terulang lagi-”
KAMU SEDANG MEMBACA
I Can Hear Your Voice
FanfictionSeokjin's Letter. December 4th, 20xx Jika aku bisa memilih, aku tidak akan pernah memilih untuk menjadi seperti ini. Namun, aku bahagia. Terimakasih. Tertanda, Seokjin, Kim. Publish : 1 September 2020 End : - Copyright 2020 @Han_Jiya
