Chapter 1 : I'll Do My Best

4K 339 20
                                        


'Satu'

'Dua'

'Tiga'

'Empat-'

Bruk!

"Hhh-"

Seorang pemuda sedang melakukan beberapa gerakan menari diruang latihan. Ia terlihat mengulang beberapa gerakan, bahkan sampai terjatuh.

Keringat sudah membasahi pakaiannya namun tak terlihat tanda-tanda ia akan berhenti.

Beberapa orang lainnya yang sedang break, ada yang pergi keluar dan ada yang hanya duduk disekitar ruang latihan sambil memainkan ponsel mereka.

Tinggal beberapa minggu lagi grup idol ini akan comeback dengan beberapa lagu baru. Yang tentu saja dengan gerakan menari yang baru.

Waktu comeback yang hanya tinggal menghitung hari, membuat pemuda yang masih berlatih tari itu terus bekerja keras agar bisa melakukan yang terbaik untuk fans mereka.

"Ya, Jin hyung beristirahatlah dulu!" ujar sang leader dengan suara tinggi seraya menyenderkan tubuhnya pada tembok.

Tak dihiraukan, pemuda yang dipanggil Jin tersebut masih tetap berlatih.

"Ku rasa ia membukanya lagi." timpal Jimin sambil tetap memainkan ponselnya.

Menghela nafas, Namjoon bangkit menuju ke arah pemuda yang dipanggil 'Jin hyung' itu, lalu menepuk pundaknya pelan.

"Hyung, berhentilah."

Jin menoleh ketika pundaknya terasa tertepuk.

"Berhentilah, hyung. Beristirahatlah dulu." ulangnya lagi.

Jin tersenyum, ia mengangguk lalu mengacungkan jempolnya.

"Lima menit lagi, Joon." Jin kembali melanjutkan gerakannya.

Namjoon menggeleng pelan. Jika sudah begini Jin sulit diberitahu. Sang leader pun kembali ke tempat duduknya.

"It's okay, hyung. Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik." Jimin menyimpan ponselnya, menatap Namjoon.

"Biar aku saja." pemuda bernama lengkap Park Jimin itu bangkit dan berjalan menuju Jin yang masih terus menari.

Sesuatu jatuh dari saku jaket Jin saat pemuda itu sedang serius melakukan gerakan menari.

"Eh-" Jimin memungutnya.

Jimin menepuk pundak Jin pelan, membuat sang empunya pundak menoleh.

"Oh, Jimin ada apa?" tanya Jin.

"Kau menjatuhkan ini, hyung," Jimin menyerahkan benda yang jatuh dari jaket Jin.

Jin menatap gerak bibir Jimin dengan seksama ketika pemuda itu mengucapkan sesuatu. Jin segera merogoh saku jaketnya setelah memahami apa yang Jimin katakan.

"Ah, terimakasih, chim." ujar Jin seraya menerima benda yang diberikan Jimin.

Jin segera memasang benda tersebut ditelinga sebelah kanannya.

"Beristirahatlah dulu, hyung. Kita bisa melanjutkannya nanti. Kau bisa bertanya padaku bagian mana yang masih sulit." Jimin menatap Jin khawatir.

Jin sedikit mengerenyit ketika benda tersebut terpasang ditelinganya. Dengingan cukup kencang membuatnya meringis dan memegang telinganya.

"Hyung, gwaenchana?" Jimin memegang pundak Jin.

Jin segera merubah raut wajahnya. "Ha? Ah, ya, aku baik-baik saja, chim."

"Ayo, beristirahat dulu." Jimin menarik lengan Jin untuk duduk bersama Namjoon.

I Can Hear Your VoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang