Hai, ada yang masih tunggu ff ini?
Ps.
FF ini adalah fiksi, tidak benar-benar terjadi didunia nyata. Apapun dalam cerita ini benar-benar fiksi dan hanya khayalan dari penulis saja. Kim Seokjin itu normal, dia bisa mendengar dengan normal dan dia worldwide handsome, oke?
===============================
Preview last chapter :
Seorang wanita paruh baya menyela Jin, “Maaf saya menyela anda, tuan.”
Jin mengangguk dan memberi jalan. Ia menatap wanita itu dengan seksama.
Ketika wanita itu menyebutkan nama dari suaminya, Jin menoleh dengan cukup terkejut. Ia membuka maskernya.
“I-ibu?”
Warning typo, dan ada sedikit kata kasar. Mohon bijak dalam membaca. Terimakasih,
Enjoy!
===========================
Setelah mengobati lukanya, Jin duduk disebuah kedai kecil bersama wanita paruh baya yang tidak lain adalah nyonya Park, wanita yang merawat dan membesarkannya dengan sepenuh hati sejak bayi.
“Jadi, apa kabar, bu?” tanya Jin memecah keheningan.
Sejujurnya ia sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan wanita yang dulu selalu memeluknya lembut. Nyonya Park tersenyum, beliau meraih tangan Jin.
“Baik, sangat baik, Jin. Begitupula dengan ayahmu.” ujarnya lembut.
“Ibu sangat bahagia bisa bertemu kembali denganmu, karena setiap kali melihatmu berada di televisi, bagi ibu rasanya mustahil untuk dapat bertemu dengamu, dan lagi mungkin kau sudah melupakan kami-”
Air mata wanita itu hampir saja jatuh, namun dengan segera ia menghapusnya.
“Ibu tidak menyangka, bayi laki-laki tampan yang dulu ibu timang kini menjadi pria tampan yang sangat berbakat. Dan sepertinya, hari ini takdir baik sedang datang pada Ibu,”
Jin tersenyum.
“Kau tahu, nak? Setelah mereka membawamu pergi, ibu tidak pernah mendengar kabar tentangmu. Apakah kau masih sering mengalami nyeri kepala, apa mereka mengusap-ngusapmu ketika sedang sakit, apakah mereka menjagamu dengan baik-"
"Tapi, semua pikiran itu hilang saat ibu melihatmu bersama dengan orang tuamu disebuah pusat perbelanjaan. Hingga akhirnya ibu melihatmu di televisi. Itu artinya, mereka merawatmu dengan baik, nak.”
Nyonya Park mendapati alat bantu dengar terpasang di telinga kanan Jin, ia tahu benda itu bukan sembarang benda. Jin-nya masih sama.
“Kau tak banyak berubah, selain bertambah tinggi dan bertambah tampan,”
Jin tersenyum, jika biasanya ia akan berubah menjadi sangat narsis ketika didepan fans dan kamera. Tapi, dipuji tampat oleh wanita dihadapannya, ia hanya tersipu malu.
“Aku memang tidak berubah, bu. Aku masih Jin, putera ibu,”
Kedua mata nyonya Park berair dan siap jatuh kapanpun, “Bolehkan ibu memelukmu sekali saja, nak?”
Jin mengangguk, ia menyadari perubahan raut wajah nyonya Park sebelum memeluknya, “Apa semuanya baik-baik saja, bu?”
Wanita itu mengangguk pelan seraya melepaskan pelukannya, “Semuanya baik-baik saja, Jin. Bahkan setelah kau pergi,” ujarnya dengan suara tertahan dan bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Can Hear Your Voice
FanfictionSeokjin's Letter. December 4th, 20xx Jika aku bisa memilih, aku tidak akan pernah memilih untuk menjadi seperti ini. Namun, aku bahagia. Terimakasih. Tertanda, Seokjin, Kim. Publish : 1 September 2020 End : - Copyright 2020 @Han_Jiya
