Chapter 9 : Stigma

1.7K 241 33
                                        

Terimakasih sudah komentar di chapter sebelumnya :)

Ps.
FF ini adalah fiksi, tidak benar-benar  terjadi didunia nyata. Apapun dalam cerita ini benar-benar fiksi dan hanya khayalan dari penulis saja. Kim Seokjin itu normal, dia bisa mendengar dengan normal dan dia worldwide handsome, oke?

===============================

Preview last chapter :

Jin tiba di Cafe yang dimaksud untuk menemui orang yang memberikan teror padanya selama ini. Suasana cafe yang sepi membuat Jin cepat menemukan orang yang dimaksud.

Ia berjalan mendekatinya. Sementara , orang tersebut menyadari bahwa Jin sudah tiba dan berada dibelakangnya.


“Lama tak berjumpa, Kim Seokjin-“




















Warning typo,
Enjoy!

Mulmed : Jung Dong Yoon as Park Seunghyun

===========================

“Lama tak berjumpa, Kim Seokjin-“ ujar pemuda yang duduk membelakangi Jin seraya bangkit, lalu berbalik.

“K-kau,”  mata Jin menatap tajam pada pemuda itu.

“Park Seunghyun.”

Pemuda itu tertawa, lantas mendekati Jin. “Eiy, panggil aku hyung, bagaimanapun juga aku lahir beberapa menit lebih awal darimu, Seokjin.”

Rahang Jin mengeras, kedua tangannya mengepal disamping jaketnya.

“Ah, ayo silahkan duduk-“ ujar pemuda yang Jin panggil dengan nama Seunghyun itu mempersilahkan Jin duduk.

Jin mengikuti kemauan Seunghyun, ia duduk tepat didepannya. “Mau pesan sesuatu?” tawarnya.

“Katakan saja kenapa kau ingin bertemu denganku?” dengan nada dingin, tatapan Jin masih tajam pada Seunghyun.

“Whoa, easy man. Kau tidak merindukanku, hm?” Seunghyun lantas memanggil pelayan disana dan memesan minuman.

Setelah pelayan itu pergi, Seunghyun kembali membuka percakapan. “Jadi, apa kabar, Jin?” tanya Seunghyun.

“Jangan banyak basa-basi, apa maumu memanggilku kemari?” tanya Jin.

“Jika kau tidak memiliki sesuatu yang penting, aku pergi-“ Jin bangkit dari tempat duduknya.

Seunghyun tersenyum sinis, “Tsk, jadi begini perilaku seorang idol se-level BTS? Duduklah dulu, mari kita bicara santai. Bukankah, hari ini jadwalmu kosong?” pelayan yang membawa pesanan Seunghyun datang.

Darimana ia tahu jadwalku?’ batin Jin.

“Ah, jika melihatmu seperti ini- aku jadi ingat saat itu.” Seunghyun menatap Jin,

“Saat dimana ayahmu membuangku begitu saja pada keluarga miskin.” Nadanya berubah dingin.

--------------------------------------------------------------------------

Jungkook dengan pakaian tertutupnya cukup menarik perhatian namun sebisa mungkin ia tak dikenali oleh orang-orang.

“Kemana Jin hyung pergi?” gumamnya.

Ya, Jungkook mencari Jin karena menurutnya ada sesuatu yang tak beres dengan hyung tertuanya itu. Setahu Jungkook, Jin tidak pernah kasar. Ia sangat lembut bahkan kepada hewan sekalipun. Tapi, tadi ketika Jin mendorong fans yang hendak memegangnya, itu seperti bukan Jin.

I Can Hear Your VoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang