Chapter 13 : Not Today

834 65 12
                                        

Ps.
 
FF ini adalah fiksi, tidak benar-benar terjadi didunia nyata. Apapun dalam cerita ini benar-benar fiksi dan hanya khayalan dari penulis saja. Kim Seokjin itu normal, dia bisa mendengar dengan normal dan dia worldwide handsome, oke?

=========================

Preview Chapter Sebelumnya :

“Hyung, tangan hyung-“ ujar Namjoon takut-takut.

Jin mengikuti arah pandangan Namjoon ke tangan kirinya.

 
“Namjoon, ta-tanganku-“


.
.
.
.
.
.
Chapter 13 : Not Today

Warning Typo!

=============================

“Tunggu disini hyung, aku- aku akan mencari bantuan!” seru Namjoon sambil bangkit dan berlari keluar ruangan, meninggalkan Jin sendiri.

Jin menahan sakit di tangannya yang mulai terasa dan menatap horor pada luka yang mengeluarkan darah.

Tiba-tiba ia teringat sebelum tumpukan kursi jatuh, Namjoon menemukan sesuatu. Jin mengedarkan pandangannya dan irisnya menemukan sesuatu diantara kursi yang berserakan.

“Buku teka-teki,” gumamnya. “Namjoon dan buku tekat-teki,”

Tatapan mata Jin berubah kosong.

Setelah beberapa lama menghilang, dia kembali,’ batinnya.

Langkah kaki beberapa orang terdengan diluar, benar saja Namjoon datang bersama manajernya yang terkejut melihat keadaan didalam sana, kacau. Terlebih lagi dengan Jin.

“Astaga, apa yang terjadi disini?” ujar Hobeom sang manajer. Pria itu dan Namjoon juga dua orang staff yang ikut segera menghampiri dan membantu Jin serta membereskan kursi yang terjatuh.

Hobeom melihat luka di tangan Jin. “Kita ke rumah sakit sekarang.” Putusnya.

“Aku baik-baik saja, hanya luka kecil-“ ujar Jin sambil terkekeh.

Hyung jangan keras kepala, bagaimanapun juga itu luka dan harus ditangani,” imbuh Namjoon.

“Namjoon benar, apalagi beberapa hari lagi kalian akan pergi ke luar negeri, jadwal kalian padat. Jadi, ku mohon lebih aware lagi,”

Jin menatap pasrah tangannya yang semakin berdenyut sakit. “Baiklah-“

Hobeom membawa Jin ke salah satu rumah sakit, setelah sebelumnya ia menitipkan member BTS kepada Sejin, manajer BTS yang lain dan meminta member lain tetap tenang dan menunggu di gedung agensi atau kembali ke dorm selagi ia membawa Jin ke rumah sakit untuk mengobati lukanya.

Jin dan Hobeom tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruang emergency untuk mendapatkan penanganan segera.

Setelah menjalani pemeriksaan, kepala Jin tak ada masalah sementara tangan kirinya mengalami cedera cukup serius, ada otot tendon yang rusak sehingga harus menjalani operasi.

“Kami meminta tanda tangan wali untuk persetujuan operasi,” ujar salah seorang perawat yang menghampiri bilik ranjang tempat Jin duduk menunggu setelah lukanya di bersihkan dan menjalani rontgen.

Hyung saja, tak mungkin orangtua ku datang. Mereka sedang di Jerman.” Ujar Jin sambil memainkan infusnya.

Hobeom paham, ia pun mengikuti perawat tadi menuju meja adminitrasi.

Sepeninggalan Hobeom, Jin termenung. Bukannya ia ingin berburuk sangka, hanya saja kejadian tadi tidak mungkin hanya kebetulan, bukan? Siapa lagi yang ingin mencelakai orang-orang disekitarnya kalau bukan Seunghyun.

I Can Hear Your VoiceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang