pada hari rabu sekitar pukul 08.00 wib adit datang kembali ke ruko milik nurul
pada saat adit telah sampai ke ruko nurul namun mata dan hati adit terasa sakit karena nurul sedang tertawa terbahak-bahak dengan pemuda lain bahkan adit hanya melihatnya dengan cara jarak jauh
"sungguh hati ini gak ikhlas lihat nurul akrab dengan pemuda lain bahkan nurul hanya boleh akrab denganku"ucap adit dalam hatinya
hingga akhirnya pemuda tersebut pergi meninggalkan tempat ruko nurul
dan adit langsung gerak cepat menghampiri nurul dengan tatapn tajam mentap nurul
"ingat nurul kamu masih istri mas jangan berduaan dengan lelaki lain"ucap adit emosi dan tatapan matanya tajam menatap nurul
dan nurul hanya menundukkan kepalanya ke bawah
"kenapa diam"ucap adit membentak nurul
"ya allah sakit banget"ucap nurul dalam hatinya
"nurul"ucap adit membentak nurul
lalu nurul menegakan kepalanya dan menatap adit tajam
"udah puas bentak-bentak nurul mas"ucap nurul lemah tapi tatapan matanya tajam menatap adit
"kamu harusnya menghargai mas suami kamu"ucap adit tegas
"menghargai...? mas bilang menghargai dan selama ini aku menghargai mas adit suamiku tapi mas adit hanya melabuhkan hati mas pada mila bahkan mas adit selalu berduaan dengan mila sambil berpelukan layaknya suami istri dan aku tidak melarangnya tapi kenapa...?jika aku berduaan dengan lelaki lain mas gak terima selama ini aku salah telah cinta dalam diam terhadap mas adit yang egois"ucap nurul lemah sambil meneteskan air matanya
sedangkan adit hanya diam seribu bahasa
"kalau aku tidak menghargai mas sebagai suami mungkin aku akan membangkang dan tidak akan melaksanakan tugas seorang istri dan selama ini aku menjalankan tugas sorang istri walaupun yang melabuhkan hati mas adit hanya mila dan aku selalu sabar tapi dengan kesabaran aku dan mila makin melunjak dia mengaggap aku pembantu dan mas adit hanya biasa ajah"ucap nurul lemah tapi tidak menangis
"dan istri macam apa kau yang pergi tanpa seijin suami istri macam kau"ucap adit tersulut emosi
"dan suami macam apa kau yang melabuhkan hatinya pada wanita lain "ucap nurul nada suranya meninggi
"Istighafar nurul jaga ucapan kamu di depan suami jangan mengucapakan ucapan-ucapan dengan nada tinggi"ucap nasihat adit lembut
"hiks hiks hiks jahat kau mas adit"ucap nurul lemah sambil menangis bahkan memukul dada adit
pada saat dada adit dipukul adit langsung memeluk nurul erat
"maaf sayang, maafkan mas sayang maafkan mas tolonglah tinggal kembali bersama mas"ucap adit lemah sambil memeluk nurul erat
"aku maafkan mas adit tapi beri aku waktu untuk tinggal serumah dengan mas adit karena luka dihatiku masih sakit"ucap nurul lemah dalam pelukan adit
"Ya sayang dan mas akan perjuangkan kamu dan anis"ucap adit lembut sambil melepaskan pelukannya lembut
Hingga nurul dan adit sama -sama adu pandang satu sama lain smabil keduanya tersenyum simpul
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA DALAM DIAM
SpiritualKisah seorang istri yang tidak diharapkan oleh suaminya di karenakan suminya mencintai sahabatnya sendiri yang juga notabenya teman masa kecil suamiya dulu "Aku tahu diri , dia hanya bakar tak berapi pada ku, sebab itu aku hanya cinta dalam diam pad...
