Chapter VIII: Truth (2)

1.7K 203 76
                                        

"Sun, apa ini?" beberapa lembar foto dilemparkan di hadapannya. foto yang menampilkan dimana dirinya bersama teman-temannya berkelahi dengan para gangster di gedung tua tadi siang.

"Darimana anda dapat foto itu?"

"SUN BICARA SOPAN SAMA AYAH KAMU!"

"SAYA TIDAK SUDI PUNYA AYAH PEMBUNUH!"

"SUN!"

satu tamparan keras mengenai pipi kanan Sun, meninggalkan jejak kemerahan di pipinya.

"Semakin anda mengasari saya, semakin saya akan bersikap jijik sama anda." ujar Sun pergi meninggalkan Ayahnya yang menatapnya penuh dengan amarah.

Sun ke dalam kamarnya, Ia membanting tubuhnya di atas kasur. Rasa sakit di lengan serta tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya terhadap ayahnya. Sun benci dengan ayahnya, Sun benci dengan hidupnya.

Ia memejamkan matanya menahan rasa sesak atas tekanan yang dia alami. Namun kemudian, Sun teringat dengan apa yang ia tidak sengaja dengar saat sahabatnya, Ayna dan Inn berbincang di depan ruangan rawatnya.

"Aku tau saat itu Kak Inn sangat terpukul sama berita kecelakaan pesawat yang didalamnya ada kedua orangtua kakak. dan aku juga bakal ngelakuin hal yang sama, untuk ga kembali lagi ke tempat dimana kenangan manis yang pernah dibuat keluarga aku ditempat itu. Jadi aku minta kakak stop buat nyalahin diri sendiri."

Suara Ayna yang menjelaskan tentang apa yang selama ini Sun pertanyakan terus terngiang di kepalanya.

Inn, bukan dengan sengaja meninggalkannya.

Sun bingung, entah apa yang harus ia lakukan, apa yang harus ia perbuat dan apa yang harus ia tunggu lagi sekarang ketika semua pertanyaannya terjawab.

Tapi Sun masih merasa kesal, Kenapa ia harus mendengar semua jawaban atas pertanyaannya secara tidak sengaja. Kenapa bukan Inn yang menjelaskannya sejak awal pertemuan mereka kembali?

Ponselnya berdering, menampilkan satu buah nama kontak Line di layarnya.

Keanu Gibrainn
incoming calls

Accept                         Decline

Sun membiarkan telponnya berdering tanpa berniat untuk mengangkatnya. dering tersebut mati dan kembali berbunyi beberapa detik kemudian.

Ting!

sebuah notifikasi melayang di layar atas ponselnya, Inn mengirimi Sun sebuah pesan.

Keanu Gibrainn: Sun, gue di depan rumah lo.
                                    Temuin gue, please?

Sun menghela nafas beratnya, Sejujurnya ia sangat ingin menemui Inn dan memintanya untuk kembali menjelaskan dengan perkataannya sendiri bukan dengan Ayna atau siapapun itu. Tapi ia mencoba untuk tetap perpegangan teguh pada sikap dinginnya. Ia tidak mau kembali menjadi Sun yang lemah, Sun yang tertindas.

Pintunya terbuka, menampilkan sosok Inn yang mencoba masuk ke dalam kamarnya.

"Mau ngapain lo?"

"Lo gak mau nemuin gue, jadi gue yang temuin lo."

"Gue lagi gak mau diganggu."

"Sun, luluhin hati lo sedikit, gue datang dengan baik-baik. Gue mau jelasin semuanya sama lo."

"Jelasin apa sih?"

BLACK vs WHITETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang