Sekarang udah jam istirahat, tapi Bu Yoona belum menunjukkan tanda-tanda mau keluar kelas sama sekali. Murid-murid udah nahan kesel, bahkan Haechan udah kode-kode bilang laper sambil megangin perutnya dari tadi.
“Ada yang ingin ditanyakan?” kata bu Yoona.
Haechan langsung angkat tangan, “Ya apa Haechan?”
“Bu, kapan istirahatnya?”
Bukannya menjawab, bu Yoona malah bilang “Karena nggak ada yang bertanya, ibu anggap kalian mengerti semuanya. Sekarang selesaikan uji kompetensi 2 di LKS. Nomor 1 - 10, lengkap dengan cara. Kalau sudah selesai baru boleh istirahat.”
Hyunjin buru-buru mengetikkan sesuatu di ponselnya, iya, dia ngeline Ryujin, adek kelas yang baru dia kenal beberapa jam yang lalu. Dia mau minta maaf karena gak bisa jajan bareng Ryujin sekarang.
Hyunjin Dek, Maaf banget Ramalanmu hari ini salah Kita blm bisa ketemu
Ryujin Ok, gapapa kok kak
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ryujin tersenyum kecut melihat pesan masuk dari Hyunjin barusan. Jujur, sebenarnya Ryujin berharap mereka bisa jajan bareng, walaupun yang ngirim pesan ngajak jajan barengnya itu bukan dia.
“Kenapa? Mau ketemu Kak Hyunjin kok kayaknya sedih banget.” Tanya Yeji yang sadar sama raut wajah Ryujin.
Ryujin menggeleng, “Nggak ketemu, barusan Kak Hyunjin ngechat gua. Katanya belum bisa ketemu.”
“Ayo jajan! Gua traktir pop ice deh!” ajak Yeji sambil menarik Ryujin keluar kelas.
Mendengar kata traktiran, muka Ryujin langsung sumringah.
Yeji sama Ryujin sekarang udah di kantin, tepatnya di depan tukang pop ice.
“Mau rasa apa?” tanya Yeji sambil melirik Ryujin yang berdiri di sampingnya.