"Ra! Vira!Tungguin! "
Aku menoleh ke belakang, dari suara nya aku mengenali mereka. ya dia sahabat ku. Laras Calista, dan Jihan Claura. Mereka sahabat baik ku, begitu juga dengan Melda Serenia dan Fani Alvaro, tapi mereka sedang tidak bersama ku pagi ini, karena mereka ada jadwal pagi.
"Kenapa sih? Pagi pagi dah teriak-teriak, berisik tau" Omel ku pada mereka berdua. "Abisnya, kamu jalan nya cepet sih:v"protes Jihan kepada ku, yah dia agak cerewet sih, tapi dia juga baik dan ramah kepada semua orang.
"lah kenapa jadi gw yang salah"aku mendengus.
"Udah lah lupain, yuk ke kelas"Ucap Laras seraya tangan nya merangkul ku dan Jihan untuk ke kelas.
Di tengah jalan aku di cegat sama Angel dan geng nya. "Wow! Kayaknya Artis kita lagi happy nih, pakek rangkul rangkulan segala, alay deh" Angel menunjukku dengan gaya nya yang sok itu.
"Apaan sih lo!" Jihan menggeram ketika mendengar ucapan Angel barusan. Jihan emang susah ngendaliin emosi. Dia lalu mendorong Angel hingga mundur beberapa langkah dari kami.
"Ih! Jangan sentuh gw! Najis!"Ucap Angel sambil membersihkan baju nya. Kulihat wajah Laras dan Jihan merah menahan emosi.
"Udahlah gak usah di ladenin orang kayak gini,, buang buang tenaga tauk. ".Aku menarik tangan kedua sahabat ku itu dan membawa mereka menjauh dari Angel.
"Maksud lo apa Hah!"Angel berteriak ke arah ku, dan aku mengabaikan dia yang sudah emosi.
"Aduh kayak ada yang teriak deh, tapi siapa ya Ra? Jangan jangan... Hantu lagi! "Ucap Laras seraya menatap tajam ke arah Angel dan geng nya.
"Awas aja lo,, gw gak akan tinggal diem! "Angel mengancam ku.
"Peduli amat"Ucap ku lalu menarik tangan Kedua sahabat ku itu.
"Ada apa sih ? Pagi pagi udah ribut? "
Aku tersentak mendengar suara laki-laki itu, ya itu suara Kai.
"Nih lo Be, Mereka bertiga cari masalah sama aku. " Suara Angel berubah menjadi lembut, dan memelas.
"Ih siapa juga yang cari masalah sama lo! "Semprot Jihan.
"Tuh kan Be,, aku takut" Angel memelas menatap Kai yang kini tengah menatap wajah ku .
"Udah mending kalian pergi aja! " bentak Kai kepada kami bertiga.
"Ih Kita emang mau pergi kok dari tadi."Laras lalu menarik tangan ku dan Jihan, untuk pergi dari sana.
Saat dikelas aku hanya diam menatap jendela luar, yang penuh dengan anak-anak yang berolahraga.
Kupejam kan mata, lalu seketika aku seperti berada di masa lalu, dimana rasa sakit itu berawal.
"Maaf Ra, dari awal gw emang gak Cinta sama lo, gw Cinta nya sama Angel"
"Terus kenapa lo nembak gw?!" aku tidak tahan untuk tidak menangis pada saat itu.
"Maaf" Lalu Kai meninggalkan ku yang terpaku di sana menunggu jawaban dari nya Namun,aku salah! Dia tidak pernah kembali. Itu terjadi saat SMP kelas 3 ,lalu saat lulus SMP aku merasa senang karena sudah terbebas dari Kai dan Angel yang terus menghantui kepala ku.Saat ospek aku terkejut sekaligus menyesal memilih SMA itu,SMA Pertiwi, Dimana aku harus satu sekolah dengan Kai dan Angel. Namun aku juga bersyukur, aku di pertemukan dengan Kelima sahabat ku, Laras, Jihan, Melda, dan Fani.
"Ra, Lo knp? Kok ngelamun sih"Kata kata Ghea,berhasil membuyarkan lamunan ku,
"Gu.. Gue gpp kok Ghe"Aku tersenyum menatap Ghea.
"ya udah, klo lo gpp, ati-ati awas kesambet"Ghea tertawa,
"Apaan sih, gak lah"Aku pun tertawa melihat Ghea yang lalu tersenyum ke arah ku. Ghea emang anak yang baik, dia ketua kelas, sekaligus teman dekat ku di kelas, Ghea Afandi, itu lah nama lengkap nya.
"Oke,klo gitu gw duluan ya,Byee" Ghea pergi lalu kembali ke tempat duduk nya.
Saat aku menatap sekeliling kelas,aku tidak melihat Laras dan Jihan,ah mungkin ke kamar mandi,batin ku.
"Tett,Waktu nya Istirahat.."Bel sekolah ku berbunyi,tanda nya istirahat.
"Ok anak-anak kita lanjutkan pertemuan berikutnya,,Silahkan istirahat"Bu Ririn pun keluar dari kelas ku.
"Ra..Kantin Yuk"Ajak Laras kepadaku,
"Hm iya deh,Jihan mana?" tanya ku yang belum bertemu Jihan saat di kelas tadi.
"Jihan sakit perut,tuh di UKS",
"Owh pantes tadi kalian gak di kelas"Ucap ku lalu pergi ke kantin.
Saat menuruni tangga sekolah,tiba tiba...
Bruk! Aku tidak sengaja menabrak laki-laki di depan ku.
"Ah,Sory" Ucap ku meminta maaf
"Gpp,sini gw bantu"Laki-laki itu menjulurkan tangan nya ke arah ku.
"Thanks"Aku tersenyum lalu menatap laki-laki itu.Deg Jantung ku berdebar lebih cepat,laki-laki yang ku tabrak adalah Rangga Aditya, Kakak kelas ku, sekaligus cowok Idola di SMA ku.
"Ehem, Ciee Kak Rangga,"aku sontak melihat ke arah Laras dan menatap nya tajam.
"Diem deh lo Ras"Ucap ku, rasanya aku malu sekali.
"Km Vira dari kelas 11B Ipa kan? " Aku terkejut menatap Kak Rangga,
"I-iya kak, " Aku gugup saat menjawab nya.
"Kenalin, gw Rangga,panggil aja Rangga ga usah kak segala"Rangga menjulurkan tangan nya, yang kusambut juga dengan uluran tangan ku.
"Iya kak, eh Ngga"Rangga tersenyum saat aku memanggil nya "Ngga".
"Ok, gw ke kelas dulu ya, "aku mengangguk dan tersenyum, kulihat Rangga sudah berjalan meninggalkan ku dan Laras.
"aduh.. Gw jadi nyamukk"Laras mengejek ku, aku langsung menyenggol bahu nya, "Apaan sih lo, dah yuk ah"Ak pergi ke kantin bersama Laras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ikuti Hatimu
Teen FictionVira Tareza, seorang gadis yang sama sekali tak ingin mengenal CINTA, luka masa lalu yang dibuat oleh Kai Keiro sudah cukup untuk membuat hati Vira terluka, Namun kedatangan Rangga Aditya dalam kehidupan Vira membuat nya merasakan rasa nya jatuh Cin...
