Aku memutuskan untuk pulang kerumah setelah beberapa hari terakhir menginap dirumah Tae. mungkin ini waktu yang tepat untuk pulang entahlah, aku merasa jika bersama Tae ayah tak akan memarahiku
Ditengah perjalanan tak sengaja kami, aku dan Tae melihat kerumunan orang yang hampir menutupi separuh jalan, tentu saja lalu lintas menjadi sedikit tersendat
Karna ikut penasaran Tae menepikan mobilnya tak jauh dari kerumunan itu
“Tae apa tak apa kau memarkirkan mobilku disini?” tanyaku mengingat ia yang memarkirkan mobilnya di tepi jalan yang bisa saja membuat kemacetan yang lebih padat
“Sebentar saja” lalu Taehyung langsung menghampiri kerumunan itu dengan rasa ingin tahunya
“Maaf, ada masalah apa ini?” Tae memberanikan diri bertanya pada seorang ahjussi yang ikut melihat kejadian itu
“Kudengar dia korban tabrak lari” jelasnya seraya menunjuk seorang gadis yang tak sadarkan diri dengan luka di pelipisnya, terlihat masih baru kemungkinan kecelakaan itu baru saja terjadi
“Tunggu.. sepertinya aku pernah melihatnya, dia mirip dengan seseorang yang kukenal”
“Tae kau mengenalnya?” tanyaku memastikan
“Aku yakin iya, Sora sebaiknya kita membantu anak itu aku yakin dia adalah orangnya” ucap Tae dengan raut wajah cemas
“Siapa?”
“Nanti aku jelaskan tapi kita harus cepat membawanya ke rumah sakit”
“Baiklah ayo”
“Nak, apa kau mengenal anak itu?” tanya ahjussi tadi
“Iya paman dia salah satu kerabatku” ucap tae
Tanpa memikirkan apapun lagi dengan cepat Taehyung menggendong gadis itu dan membawanya ke rumah sakit dengan mobilnya
“Kami permisi, maaf merepotkan” ucapku seraya menunduk sopan pada beberapa orang yang masih berada disana
***
“Bagaimana kondisinya Tae?” tanyaku
“Dokter bilang dia hanya trauma ringan dan luka kecil di pelipisnya akibat terjatuh”
“Lalu?”
“Lalu apa?”
“Sekarang bagaimana?”
“Aku sudah menghubungi ibu pengasuh agar datang kesini, maaf kalau aku tak pernah bercerita padamu tentang ini. Kau tahu ayahku salah satu pendiri yayasan sosial bukan? Nah sejak kecil aku sering pergi ke panti asuhan yayasannya jadi secara tidak langsung semua orang disana sudah seperti layaknya sebuah keluarga bagiku”
“Kenapa kau tak cerita dari awal, kan aku bingung tiba tiba kau mengaku kerabatnya”
“Hehe' aku memang ingin bercerita tapi hanya saja entah apa yang membuatku selalu lupa”
“Ah sudahlah”
“Sora kita pulangnya nanti malam saja ya, aku ingin menunggu adikku disini sampai ibu pengasuh datang”
“Tak apa lagipula sebenarnya aku juga masih sedikit ragu untuk pulang”
“Tenang saja aku pasti akan mengantarmu”
KAMU SEDANG MEMBACA
Trivia : AFRAID
Fanfiction❝ If my fate is to dissapear like this, then this is my last letter ❞
