2| Aldebaran, The Blue-eyed Boy.

163 11 4
                                        

"Bang Aryo mana?" Tanya Ivan saat sampai di basecamp.

Bang Aryo adalah orang yang mempunyai tempat ini. Tempat bilyard dan bengkel di sampingnya yang biasa di jadikan basecamp oleh Anak Rangers.

Bang Aryo juga adalah orang yang paling berjasa bagi seluruh anak Rangers. dia menampung dan mempekerjakan anak yang kurang mampu di bengkel showroomnya.
Dia pernah menolong Ivan dan Avan yg di keroyok oleh anak jalanan.

"Kok muka Lo tegang gitu Van? Kenapa?" Tanya Aditya. Salah satu anak Rangers yang kerap dekat dengan Ivan.

"Gawat! Anak kencana nantang kita. Mau bersaing di lintasan atau tawuran ala anak jalanan?" Ivan menjelaskan semua pada teman temannya.

"Wahh, dasar memang ya. Kencana mau nya apa sih? Kok hobby nya nantangin terus?" Tanya Bastian yang baru saja meletakkan stick bilyardnya.

"Sekarang gua tanya sama Lo pada, Siapa yang cari gara gara sama anak kencana?" Tanya Ivan. Dirinya bukan ketua. Geng ini, hanya punya bang Aryo sebagai penasehat dan penggerak, karena bang Aryo lebih berpengalaman dalam urusan begini dibanding yang lain.

Bang Aryo itu seorang penjahat dulu nya. Bekas bebasan penjara karena kasus pembunuhan berencana. Tega membunuh abang kandung dan istri nya karena kesalahan pahaman. Dulu bang aryo mengira kalau istri nya berselingkuh dengan Abang kandungnya sendiri. Ternyata setelah di selidiki polisi lebih dalam dengan banyak saksi lainnya. Abang dan istrinya hanya menyiapkan kejutan hari ulang tahun untuk Aryo.

Namun Tak ada gunanya jika terus bersedih. bersedih hanya membuat hidupnya hancur. Toh dengan menangis sepanjang nafas mereka tidak akan bisa kembali hidup.

Semua diam. Hening.

"Siapa?!" Tanya Ivan lagi.

"Kenapa pada ribut?" Tanya bang Aryo. Dirinya baru muncul.

"Kencana nantangin Rangers bang. Sekarang kita harus putusin, Mau bersaing di lintasan atau tawuran ala anak jalanan" ucap Ivan.

Bang Aryo mengesah.

"Abang udah bilang ke kalian. Kalau mendirikan sebuah perkumpulan kalian harus sudah siap dengan resiko nya." Ucap bang aryo menasehati.

"Tapi kan bang, kita dirikan Rangers juga untuk solidaritas bukan untuk jadi masalah kaya gini" ucap Ivan Dengan wajah ganas. Bang Aryo sudah tahu karakter Ivan yang terlalu menggebu-gebu jadi dia hanya membalas dengan senyum saja saat Ivan terdengar emosi.

"Tujuan kita memang baik, tapi tidak begitu di mata lawan. Bagi mereka, jika kalian sudah memutuskan untuk memiliki perkumpulan, kalian juga harus siap dengan tantangan, dan mungkin mereka hobby menantang." nasehat bang Aryo.

"Tapi kan, tetep gak bisa gitu bang!" Ivan tersulut emosi pun langsung berteriak.

"Kenapa teriak teriak sih Van?" Tanya suara berat nan dingin itu.

Reygel Mahesa.

Semua menoleh pada Reygel. Anak itu baru saja keluar dari kamar mandi sehabis pulang dari sekolah tadi.

"Kencana mau nyerang, kita di suruh milih bersaing di lintasan, atau terima tantangan mereka dengan tawuran" ungkap Bastian.

Reygel diam. Dia tau apa penyebab si Geng motor hijau itu menyerang. Ini karena ia tidak sengaja menolong Hafiza di jalan tadi. Dan sudah jadi rahasia umum kalau Rangga, ketua Geng kencana menyukai Hafiza.

"Jadi gimana bang?" Tanya Ivan.

Semua kembali diam. Bang Aryo masih memusatkan pikiran nya kedepan. Dia masih memikirkan apa yang terjadi jika kedua kubu ini saling bertengkar di jalanan.

"Kasih Abang satu alasan kenapa kencana mau nyerang? Kenapa mereka nantangin kita?" Tanya bang Aryo.

Semua kembali diam. Sama hal nya dengan Ivan. Dirinya juga tidak tau kenapa kencana menantang mereka. Yang dia tahu hanya semua pesan yang di dapat dari ketua kencana bahwa mereka menantang Rangers.

Semua masih sibuk berpikir sampai seseorang membuka suara.

"Mereka mau nyerang itu semua karena gue. Yang mereka incar itu gue" ungkap Reygel.

"Hah?" Tanya Ivan bingung.

Reygel mengesah nafas.

"Tadi pagi gua nolongin Hafiza di jalanan. Hafiza gak sengaja jatuh waktu bawa banyak buku. Jadi gua coba tolongin dia. Rangga pasti lihat kejadian itu." Reygel menjelaskan.

"Jadi karena itu kencana mau nyerang? Cih! Banci banget jadi orang, kaya bocah tau gak!" umpat Bryan.

"ngajak war cuma karena cewek. Anjingg!" umpat Aditya juga.

Reygel yang melihat hanya diam tanpa ekspresi. Bang Aryo masih menatap Reygel, si cowok blasteran itu dengan tenang. Dia tau sejak awal bahwa Reygel bisa mengambil keputusan.

Setelah beberapa lama Reygel diam, dengan anak rangers yang masih mengumpati kencana, akhirnya Reygel buka suara,

"Van, bersihin arena balapan. Gua sama dia bakal duel malam ini. Lo semua gak usah mikirin tentang tawuran di jalanan. Kasihan warga" ucap Reygel kemudian beranjak pergi dengan motornya.

Bang aryo mengukir senyum di bibir hitam nya. Dia sangat tahu kehidupan seorang Reygel Mahesa Aldebaran.

Ya, entah kenapa cowok dengan iris mata biru itu menyembunyikan nama Aldebaran di belakangnya.

Ya, entah kenapa cowok dengan iris mata biru itu menyembunyikan nama Aldebaran di belakangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Annyeong haseo..
Juni imnida:)

Balik lagi nih sama eonni Indonesia yang ngerasa jadi penduduk korea hehe😂

Gimana part ini?
Spam comment kalau kalian suka ya, biar eonni rajin update nya😘

Spam Acha biar jangan siders.
Spam Rangers biar ingat terus.

Di tunggu part selanjutnya ok:)
Eh, to the next part, Boleh gk sih eonni minta vote dan comment kalian?
Boleh dong ya:) :)

Berhubung kalian juga baik, jadi eonni minta kalian buat share ke grup seru seruan kalian, ke teman sesama pembaca/author wp, atau ke grup keluarga juga boleh😂

Follow my Instagram : @juni.ngl
And follow my account wp: imjunii

See you next part..
Annyeong👋

PEGASUS Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang