12| Apologize.

39 6 7
                                        

🦄Bertaut - Nadin Amizah.

Ivan pergi ke dapur setelah pertengkaran nya dengan Acha. Ahh, Gadis mungil itu, sekali saja tidak buat khawatir tidak bisa apa?

Ivan mengambil gelas dan menuang air dingin. Tiba tiba,

Bughh

Sebuah bogeman keras mendarat di ujung bibir Ivan.

Gelas yang di pegang nya jatuh ke lantai dan pecah menjadi kepingan kepingan beling yang bisa membuat mereka terluka.

"kita udah sepakat, kalau bicara sama Acha gak pake emosi!"

Ia, itu Avan. Yang dari tadi sebenarnya sudah geram melihat aksi Ivan yang membentak Acha.

Ivan mengusap ujung bibirnya yang berdarah.

"Av, ini soal Dimas." Ivan berusaha menjelaskan.

"Sekalipun tentang musuh. Kita udah sepakat!" jawab Avan cepat.
"ini tentang Acha. Kita bicarain soal Acha Van. Lo gak bisa seenaknya nyelesain masalah pake urat kayak kebiasaan lo. Ingat kesepakatan kita sama papa kan? Ingat kalau kita janji buat gak bikin Acha sedih kan?"

Kali ini Avan melontarkan semua kata kata yang bisa membuat Ivan sadar.

Wajah Ivan seketika menampakkan raut menyesal.

"Udah ingat?" tanya Avan menyindir.

"Maafin gua." dua kata keluar dari mulut Ivan.

Avan mengusap wajah nya gusar. Ahh, mengapa dia juga jadi tersulut emosi?

Memang segala yang menyangkut tentang Acha selalu menjadi hal sensitif bagi mereka berdua.

"Gua juga minta maaf udah marah marah. Bersihin luka lo, habis itu kita ke kamar Acha buat minta maaf." suruh Avan.

Ivan mengangguk meng-iya kan.

"BIBIIII!" panggil Ivan.

Bibi pengasuh sekaligus asisten rumah tangga itu pun menghampiri Ivan.

"Ia den, ada ap- astaga! Ini kenapa bibir Aden berdarah? Gelas nya juga pecah begini!" bibi kaget melihat keadaan dapur yang sedikit tak terkendali. Bahasa halusnya, seperti kapal pecah!!

Ivan tertawa melihat raut khawatir bibinya.

"Tadi Ivan habis berantem sama Tikus." jawab Ivan asal.

"Ha? Tikus? Emang ada Tikus di rumah ini? Kan di semprot terus sama bibi. Terus kok bisa berdarah den?" tanya bibi masih polos

"Ivan kucing nya bi, tikus nya baru aja pergi. Wajar lah kalah, di film Tom and jerry juga kucing nya babak belur mulu hehe" Ivan masih dengan sisa candaan nya.

Bibi yang sadar di bohongi langsung memukul lengan Ivan.

"kamu ini, tahunya bohongi bibi saja. Udah, bibi udah ngerti kamu berantem sama siapa. Yaudah sok atuh luka nya di obatin. Ini biar bibi yang bersihin" kata bibi, Ivan mengangguk dan naik ke kamarnya.

Di kamar nya Acha tengah telungkup di atas tempat tidur sambil menenggelamkan wajah nya.

"Bodoh banget sih Acha, kenapa jadi marah sama bang Ivan."

"Ini efek karena mencari si cowok bermata biru, atau murni karena emang ingin membela kak Dimas?"

Acha berbicara pada diri sendiri.

PEGASUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang