04|| Attention arises love

993 75 3
                                        

a concern that you give me, then it will make me have a love for you and I will lose this fight. if you always pay more attention to me.

.

.

.


Acara pernikahan telah berlalu, dan kini mereka telah berada di apartemen yang terbilang minimalis sehingga mereka dapat bertemu muka kapan saja. Yang sudah di pilihkan oleh sang Ibu. Namun, saat ini mereka sedang memperberdebat kan sesuatu yang mungkin sangat penting untuk pasangan tersebut.

"Dengar. Aku punya beberapa peraturan disini."

Yeoreum mengernyitkan keningnya antusias. Kini kedua pengantin baru tersebut tengah duduk berhadapan seraya memasang wajah serius. "Peraturan apa? Jangan aneh-aneh atau kau akanku hajar!" Suga memutar bola matanya malas. Sifat gadis ini, saat di depannya sangat berubah ketika mereka hanya berdua.

"Karena kita tidak satu sekolah, maka akan lebih mudah untuk menyembunyikannya." Suga berucap dengan tenang. "Pertama. Kau akan tidur di kamar tamu dan aku tidur di kamar kita." Yeoreum tampak protes. Namun, Suga dengan cepat menyanggah "Mwo? Atau kau mau tidur bersama-sama?" mata bulat Yeoreum yang melihat tajam kearah Suga segera menghilang, tergantikan dengan gelengan kepala dari gadis tersebut.

"Kedua. Aku membersihkan ruang tamu dan kau bersihkan ruang keluarga dan dapur."

"Yaak! Kenapa aku harus membersihkan dua ruangan?!" Suga memutar bola matanya lagi.

"Dengar yah, Kim. Sepulang sekolah aku harus pergi untuk bekerja."

"Mwo? Bekerja?"

Suga mengangguk. "Tentu saja aku harus bekerja. Memangnya kau mau makan apa kalau aku tidak bekerja? Kau mau makan kerikil?!" jelas Suga penuh dengan intonasi.

Yeoreum langsung panik sendiri saat membayangkan ia harus makan tumis kerikil, sambal kerikil dan sebagainya. Maka ia menganggukan kepalanya dua kali, pertanda bahwa ia menyetujui peraturan yang kedua. "Tapi, dimana kau akan bekerja?" tanya Yeoreum heran.

"Uli abeoji ... Akan meninggalkan perusahaannya yang ada di Korea. Maka untuk sementara, aku yang akan ambil alih."

"Memangnya kau bisa?" tanya Yeoreum ragu. Yang benar saja! Mana mungkin ada anak kelas dua belas yang bisa menjalankan perusahaan! Bukannya untuk mengurus perusahaan harus kuliah terlebih dahulu dan mengambil jurusan manajemen bisnis, agar bisa menjalankan perusahaan dengan baik?

"Aku sudah belajar tentang dunia bisnis sejak kecil." ah, Yeoreum lupa, orang kaya memang beda. "Ketiga. Jika kita bertemu di luar rumah, anggap saja kita berteman. Jangan sampai orang lain curiga, awas kau, jidat!"

Yeoreum mengerucutkan bibirnya. Jangankan berteman, Yeoreum bahkan bisa berpura-pura tak saling mengenal jika di luar rumah. "Seharusnya aku yang bilang begitu, jelek!" gadis itu menjulurkan lidahnya bak layaknya anak kecil.

"Keempat. Hindari mengobrol dengan tetangga."

"Wae?" tanya Yeoreum lagi. "Kita harus akrab dengan tetangga!"

"Aku kepala rumah tangga. Kau harus menaati peraturan ku." Yeoreum tercekat, tenggorokannya tertegun menelan ludah. Pemuda di depannya memang menyebalkan! Demi menahan amarahnya, Yeoreum meminum segelas air putih.

"Kelima ..." Suga memberi jeda sejenak. "... Tidak ada seks sampai kita benar-benar sudah dewasa."

Syuuurr!

Secret || Min yoongi.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang