05|| Skool Luv Affair

916 76 2
                                        

The light in the morning is really beautiful like a flower that blooms with the fragrant fragrance of the flower. I want my morning like a flower in bloom in the garden as if smiling at everyone, but in fact it didn't happen on this beautiful morning.

                                    .
                                    .
                                    .

Malam sudah berlalu dengan sangat cepat, sehingga sekarang telah tergantikan oleh pagi yang indah dimana semua burung saling berkicau, juga bunga yang bermekaran indah dengan semerbak harum yang dapat tercium aromanya oleh siapa pun. Di dalam apartemen lebih tepatnya di dalam kamar seorang pemuda tampan yang masih bergelut didalam selimut yang menyelimuti, serta seprai yang hangat. Matanya yang sayu akibat efek dari bangun tidur yang hendak mengumpulkan jiwanya yang masih bertengger di atas kasur yang empuk untuk bangun karena terdapat suara bising dari dapur membuatnya terbangun dengan cepat, padahal sang empu masih ingin  bersemayam di atas kasur dan memejamkan mata untuk melanjutkan mimpi indahnya.

Suga membuka matanya. Kamar ini bukan kamar biasanya. Ia lupa bahwa ternyata sudah menikah dan tinggal di apartemen berdua dengan gadis yang terlihat bodoh itu. Lantas, suara bising apa itu? Apakah Yeoreum membuat sarapan untuknya, layaknya seorang istri pada umumnya?

Karena tak dapat membendung rasa penasarannya, akhirnya Suga keluar dari kamar dan menemukan Yeoreum yang tengah sibuk memasak telur mata sapi dengan susah payah. Onyx pemuda tersebut dapat melihat beberapa telur mata sapi gosong yang berjejer di meja makan. Ia dapat menyimpulkan bahwa gadis itu sudah beberapa kali gagal dan terus mencoba, dan akhirnya menimbulkan suara yang luar biasa berisik.

"Aiish ... Gosong lagi." gerutu Yeoreum terdengar jelas di rungunya Suga. Sepertinya gadis itu belum menyadari kehadiran Suga di belakangnya. Suga juga tidak berniat untuk menghampiri Yeoreum. Memangnya apa yang harus ia lakukan? Memeluk sang istri dari belakang dan berkata 'Selamat pagi sayang, kau masak apa?' seperti kebanyakan suami pada umumnya? Tidak mungkin Suga melakukannya. Ia juga pasti akan mendapatkan bogem mentah dari Yeoreum.

"Apinya terlalu besar." Yeoreum nyaris melompat kaget saat suara Suga tiba-tiba terdengar di belakangnya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Suga memasang wajah datar seraya bersandar pada pintu kamarnya. Pemuda itu masih terbalut kaos hitam dan celana pendek selutut yang ia pakai saat tidur semalam.

"Eh? Jinjja!?" Yeoreum mengecilkan api pada kompornya dan mulai mencoba untuk memasak lagi. Suga mendengus, kemudian mengambil tempat di meja makan.

"Jidatmu lebar, tapi ternyata otakmu sempit."

"Kurang ajar kau!" Yeoreum berbalik dan mengangkat spatulanya kepada Suga. Masih pagi, dan mereka berdua telah beradu argument. Sepertinya sarapan pagi mereka adalah beradu argument. "Kau, sebaiknya berhenti memasang wajah sok gantengmu itu!"

"Wae? Aku memang ganteng."

"Ganteng dalam mimpi!"

"Yang kebanyakan bermimpi itu adalah kau, buktinya jidatmu lebar."

"Apa hubungannya, babo?!"

"Tentu saja ada hubungannya. Otakmu yang sempit itu tidak bisa menampung khayalanmu yang terlalu banyak, makanya semua khayalan itu lari ke jidat."

"M-mwo?! Kau menyebalkan! Mana bisa seperti itu!"

"Tentu saja bisa. Hukum Min."

"Min gila!"

"Hei, kau juga sekarang Min." seketika Suga dan Yeoreum berhenti beradu argumen setelah ucapan Suga yang terakhir. Suga juga refleks mengucapkan kalimat itu. Wajah keduanya tiba-tiba memerah. Kalimat Suga mengingatkan mereka bahwa kini mereka telah menikah. Dan secara tidak langsung Suga berucap 'Sekarang kau adalah istriku', hal itu membuat Yeoreum yang tidak bisa menahan semburat merah di wajahnya, ia membuang wajahnya dari Suga yang juga menghadap ke arah lain. Suasana mereka tiba-tiba saja kaku. Yeoreum lebih memilih untuk melirik telur gorengnya, dan ...

Secret || Min yoongi.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang