"Koq kamu jadi marahin aku sih?" Gerutu Yuki.
"Masalahnya kalau tuan puteri kenapa-kenapa, kan aku juga yang kena semprot sama tuan muda."
"Ya tapi kan ngga harus marah-marah juga."
"Siapa yang marah-marah, TUAN PUTERI????"
"Seharusnya kan aku yang berhak marah-marah, bukan malah kamu yang marahin aku."
"Iya tuan puteri, aku salah. Aku minta maaf."
"Sebagai gantinya, dan biar aku maafin....kamu harus traktir aku malam ini!"
"Siap, laksanakan!"
"Dasar tuan puteri, lebih baik aku ditugaskan perang dunia, daripada harus jagain tuan puteri kesayangan tuan muda yang ngga tau maunya apa." Gumam Al dalam hati.
"Kamu lagi mikirin apa, haaah?"
"Mikirin nanti mau traktir tuan puteri apa."
"Ngga usah dipikirin, Al. Kan aku yang nentuin mau makan apa. Jadi kamu santai aja, cukup duduk manis dan bayar bill makanan nanti."
"Iya, baik tuan puteri."
"Nah itu dia Al tempatnya, ayo kesana! Cepatan jalannya, nanti keburu habis makanannya."
"Kalau habis kita pindah ke tempat lain aja."
"Ngga mau, aku maunya makan disini, TITIK!"
Al dan Yuki pun duduk di salah satu bangku yang yang mejanya masih kosong. "Duduk disini aja ya, Al."
"Ya"
Setelah selesai melihat menu, Yuki pun memesan beberapa makanan dan minuman.
"Al kamu mau apa?"
"Hmm, aku liat dulu menunya."
"Ini....kamu makan ini aja, ini enak loh, udah makan ini aja."
"Tadi nanya mau makan apa, giliran mau milih, malah dia yang nentuin.... Aiiiiisssssh...." Protes Al dalam hati.
15 menit kemudian, makanan dan minuman pun mendarat di meja, "Al....ayo makan!!!!" Dengan lahap, Yuki menyantap makanan itu satu persatu. Meskipun lahap, tapi tetap saja mannernya ada.
"Tuan puteri, lapar?"
"Hmmm ya...aku lagi menikmati makanan ini, Al. Benar-benar enak... Ini baru namanya makan enak."
"Tiap hari juga kan tuan puteri makan enak."
"Itu sih udah biasa, tapi untuk makanan-makanan ini, ini yang paling enak."
"Aaaaaaaaaa.....mantap, kenyangnya....."
"Tuan puteri, memangnya tuan puteri ngga risih makan di tempat seperti ini?"
"Uups...aku khilaf, Al. Disaat perut ini meminta makan, dan ternyata cocok dengan makanan ini. Apa daya, aku tidak bisa mengatakan tidak, Al."
"Jadi gimana? Akan kembali lagi ke tempat ini?"
"Pastinya...dan aku akan kembali kesini bersama belahan jiwaku nanti."
"Amin"
"Gimana menurut kamu Al? Enak ngga makanannya?"
"Enak, aku sih apa aja masuk, tuan puteri. Ngga pilih-pilih makanan."
"Oooh, berarti kodok juga kamu makan dong?"
"Hmm, iya."
"Serius????"
"Iya, masa becanda."
