Yuki membuka matanya perlahan, pagi ini dia merasakan tubuhnya sedikit lebih ringan, dan lebih enak daripada kemarin. Lalu Yuki beranjak dari tempat tidurnya dan segera membersihkan tubuhnya.
"Pagi tuan puteri, bagaimana pagi ini, sudah sehat?" Begitu sebuah chat yang mampir di ponsel Yuki.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, dan kini terasa segar dan wangi. Yuki duduk di bangku meja rias, sambil membuka ponselnya dia melihat beberapa chat masuk dan salah satunya dari Al. Hingga kemudian dia membalas chat dari Al, "Pagi Al, aku sudah baikan sekarang. Kamu dimana?"
"Aku di resto, jika tuan puteri mau pergi, telepon atau chat saja ya!"
"Ya"
Begitu isi chat antara Yuki dan Al. Lalu Yuki hanya membuang ponselnya begitu saja ke atas ranjang.
Yuki sudah berada tepat di depan Al dengan membawa makanan yang ada di dalam piring. "Pagi tuan puteri."
"Pagi"
"Oh iya Al, hari ini antarin aku ke yellow studio ya, ada pemotretan!"
"Siap. Oh iya, maaf sebelumnya, kalau aku lancang, tuan puteri sampai kapan berada disini?"
"Kenapa? Kamu mau pulang?"
"Eeeu bukan....hanya bertanya aja."
"Kayanya kamu udah ngga betah ya disini?"
"Kata siapa tuan puteri?"
"Kata aku barusan."
"Oooh, kata tuan puteri toh, kalau aku ngga bilang seperti itu ya."
"Yaaaaaaaaaa Al!!!! "
"Iya tuan puteri kenapa memanggilku? Udah....tuan puteri makan dulu, nanti keselek lagi."
"Nanti aku laporin Ricky loh! Biar kamu diganti, jadi ngga usah repot-repot jagain aku lagi."
"Terserah tuan puteri sih, aku tidak masalah. Aku ikuti apa kata tuan muda aja."
"Aiiiiisssh....menyebalkan sekali kamu Al!" Gerutu Yuki dalam hati.
"Kamu tunggu di lobby ya, nanti aku nyusul baru kita pergi!"
"Jadi masih menggunakan jasaku, tuan puteri?"
"Maksud kamu?"
"Tadi kan kata tuan puteri, tuan puteri mau kasih tau tuan muda biar aku diganti. Jadi....aku ngga perlu antar-antar tuan puteri lagi."
"Ka...mu.....siapa yang bilang seperti itu, haah????"
"Tuan puteri sendiri tadi yang bilang begitu. Jadi bagaimana, aku tetap bekerja atau ngga?"
"Ya iyahlah, masa kamu tega ninggalin aku sendiri disini."
"Loh, kan biasanya juga tuan puteri udah terbiasa pergi-pergi sendiri ke luar negeri tanpa ditemani aku."
"Mak...maksudnya.....tugas kamu tuh kan ngejagain aku, kamu mau menghindar dari tugas kamu, haaah????!!!"
"Mana berani tuan puteri, aku mengikuti perintah tuan muda. Dan sampai detik ini tuan muda belum memintaku untuk mundur."
"Oooh, jadi kamu mau mundur, gitu???? Ok, nanti sepulangnya ke Indonesia, aku mau minta Ricky mengganti bodyguardnya untuk menjaga aku." Jawab Yuki cemberut.
"Oh, baiklah tuan puteri." Balas Al singkat.
"Yaaaaaaaaa Al, kamu memang benar-benar menyebalkan, membuat aku bad mood di pagi hari." Sungut Yuki dalam hati.
Di dalam mobil, Al dan Yuki hanya diam, tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka. Yuki yang terlihat masih kesal, membuatnya enggan memulai pembicaraan.
