-Pict: Renald Prasetya
"Kalo gitu, Anissa gimana sekarang?," tanya Vano pada Anissa
"Udah agak mendingan kok kak Vano, tadi Anissa sekolah gimana dong?," ucap Anissa pada Vano dan semuanya
"Kami udah izin kok ke guru piket, dan katanya kalo kamu masih sakit, Pak Hisyam mau ngejenguk," ucap Zein pada Anissa
"Bilangin aja sekarang ke Pak Hisyam, Anissa udah sembuh kok, bentar lagi juga pulang, jadi gak usah kesini, takut ngerepotin," ucap Anissa pada Zein, Zein langsung mengambil handphone nya dan mengetik pesan
"Zia, Clara, harusnya kalian ada disekolah, tapi malah kesini bantuin kita, maaf ya," ucap Fania pada Zia dan Clara
"Gak apa-apa, sebagai teman harus saling membantu. Yaa, walaupun aku sama adikku anak baru, hehe," ucap Zia dan merangkul Clara
"Iya kak, gak apa-apa kok, anggap aja perkenalan, hehe," ucap Clara pada Fania
"Baiklah, makasih ya semua. Jadi kita sekarang pulang nih? Anissa kuat gak? Ini udah jam 5:30 takutnya orang tua kalian nyariin kan," ucap Fania melihat jam di pergelangan tangannya
"Ayo kak, Anissa mau pulang," jawab Anissa dan langsung berdiri
"Okelah, temen-temen makasih ya udah bantuin Anissa, maafin udah ngerepotin kalian semua," ucap Fania pada semuanya
"Gak apa-apa Faniaku, kita ikhlas kok," jawab Vano pada Fania
"Santai aja Fan," jawab Zein
"Iya sama-sama," jawab Clara dan Zia
"Harusnya bukan kak Fania yang bilang gitu, emang itu kesalahan Rian, bukan kak Fania, kata papa ku 'Berani Berbuat Berani Bertanggung Jawab' gitu kak, maafin Rian juga udah bikin Anissa pingsan tadi," ucap Rian pada Fania dan Anissa
Anissa berfikir, Rian segitunya sampai bertengkar sama Renald karena salah sangka sama Anissa dan Renald, sampai Rian marah waktu dikelas dan bahkan gak mau natap Anissa sekali aja. Bahkan waktu Rian bertengkar dengan Renald, Anissa merasa bahwa dirinya adalah patung yang berteriak tanpa ada yang peduli dengan kata-kata Anissa
"Hei hei, kenapa ngelamun? Katanya mau pulang, ayo!," ucap Fania mengibas ngibaskan tangannya di depan wajah Anissa
"Gak apa kok Kak, ayo," ucap Anissa dan semuanya pulang dirumah masing-masing
***
"Kak, Anissa mau curhat dong, Anissa gak mau mendam perasaan ini sendirian, kakak mau ngedengerin nggak?," tanya Anissa pada Fania saat didalam kamar Fania
"Yaudah cerita aja," ucap Fania sambil memakan snack dan menonton drama favoritnya di laptop
"Anissa bingung, Rian berantem gara-gara Anissa sama Renald disangka pacaran, terus Rian juga musuh pertamanya Anissa. Pas Rian marah sama Anissa waktu itu, Anissa gak tau harus ngomong apa sama Rian, Anissa mau minta maaf, tapi Riannya pasti gak akan ngedenger, dan pas waktu Rian bikin Anissa pingsan, Anissa marah banget kak, tapi Anissa juga mikir kalo Rian itu berbuat kayak gini karena sayang sama Anissa? Menurut kakak gimana?," ucap Anissa pada Fania
Fania mempausekan video dramanya dan menghampiri Anissa.
"Sebenernya kamu punya perasaan gak ke Rian?" tanya Fania menatap Anissa dan duduk berhadapan
"Eumm, Anissa juga gak tau kak. Tapi pertama kali Anissa kenal Rian, Anissa sebel banget sama dia, dia itu nyebelin, suka bikin onar dikelas" ucap Anissa
"Menurut kakak sih, Rian itu baik. Bahkan dia peduli sama kamu, mungkin tadi Rian cemburu karena dia sangat sayang sama kamu Anissa" ucap Fania dan mengambil air minum di meja sebekalahnya
"Ada ada aja Rian nih, yaudah deh kak kalo gitu, makasih yaa. Kak Fania emang kakak terbaik lah hehe, udah malem kak, Anissa tidur duluan ya" ucap Anissa
"Haha bisa aja kamu. Iya sana tidur, kamu butuh waktu yang banyak buat istirahat Anissa. Selamat malam"ucap Fania dan kembali menonton dramanya.
_______________________

KAMU SEDANG MEMBACA
Musuh Jadi Cinta.
Teen FictionMusuh? udah biasa, tapi ini gak biasa. -ANISSA DAVINIA TITA(tokoh utama) -FEBRIAN ADIRA PRATAMA -ZIA ANGELIA ANATASHA -ZIEN ALDRIK WILIAM'S -FANIA KALISTA AMALIA -GIOVANO ABRAHAM -CLARA AMELIA -RENALD PRASETYA