8%

1.8K 138 8
                                    

Setelah seminggu menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit, hari ini Chanyeol dibolehkan pulang. Namun, manager nya harus membatalkan semua acara yang akan di hadiri EXO karna Chanyeol belum sepenuhnya pulih.

Kini di dorm mereka tengah terjadi perdebatan kecil di kamar Chanyeol, seharusnya menjenguk orang sakit harus tenang, tapi berbeda dengan Baekhyun. Dia membawakan buah Stawberry padahal Chanyeol tak menyukai buah pink itu. Tapi dia memaksa Chanyeol memakannya karna itu sisa persediaan buah nya bulan ini, dia sudah susah payah berdamai dengan hatinya untuk merelakan Stawberry kesukaanya.

Bukan Baekhyun namanya kalau tidak kerepotan dengan barangnya sendiri. Ditengah perdebatan keduanya, Kyungsoo masuk untuk mengantarkan bubur ayam dan segelas susu hangat. Chanyeol lebih tergiur dengan apa yang Kyungsoo bawa daripada buah yang berada di tangan Baekhyun. Menyebalkan.

"Jadi dokter yang rawat Chanyeol itu beneran Jieun?" tanya Baekhyun.

"Sepertinya begitu, ya kan Yeol?" yang ditanya hanya berdehem singkat dan kembali menyantap bubur hangat didepannya. Entah kenapa dia tak tertarik dengan percakapan Kyungsoo dan Baekhyun. Rasanya tak enak harus membicarakan istri orang lain.

Chanyeol ingat, saat ia bangun dari pingsan, orang yang pertama ia lihat adalah Kira. Jas dokternya terlihat sedikit noda darah, Chanyeol yakin itu berasal dari kepalanya yang kini dipenuhi dengan berbagai pertanyaan.

Kenapa dia kembali?

Sempat tak percaya dengan apa yang dia lihat sampai berfikir bahwa sekarang dia sedang berada di Surga. Tapi semua pemikirannya ditepis saat tangan Kira menyentuh perban dikepalanya. Tidak tembus. Artinya dia masih hidup.

Kira beralih duduk dikursi tepat disamping bankar Chanyeol, menatap laki-laki yang terbaring di bankar dengan tajam, kemudian berkata "Jangan berkendara kalau kamu lagi kurang akal sehat" cibirnya.

Chanyeol masih menatap diam wanita cantik didepannya. Kira terlihat lucu dengan bibir yang tak henti-hentinya mengoceh.

"Jangan terus menatapku" tanganya terlipat didada.

"Kenapa kau kembali?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Chanyeol.

"Jangan banyak bergerak, jahitanmu bisa lepas" Kira malah melontarkan perkataan lain. Ini yang dia khawatirkan, bertemu Chanyeol.

Tidak ada yang salah, hanya saja perasaan bisa datang kapan saja , bahkan diwaktu yang tidak tepat. Kira memilih membereskan barang-barangnya daripada terus mengomeli Chanyeol dengan kata-kata "Jangan dan Jangan"

Chanyeol segera menepis ingatannya tentang Jieun, kemudian melanjutkan memakan bubur buatan Kyungsoo.

Seharusnya mulai dari sekarang dia tak memikirkan wanita itu lagi, toh dia tak akan mendapat balasan yang pasti tentang perasaanya, jadi kenapa harus di perjuangkan?

🌸🌸🌸

Di apartemen Kira tengah disibukkan dengan membereskan barang-barang milik Fahri. Suaminya itu akan kembali ke indonesia karna pekerjaan yang tidak bisa ditinggal lebih lama lagi.

Kira juga tidak banyak menuntut untuk Fahri tetap tinggal, lagi pula kedua nya sudah membuat perjanjian jika Kira tidak nyaman, dia bisa ikut pulang. Sampai saat ini Kira masih tak merasakan hal yang aneh, meski terkadang orangtua pasien menatapnya dengan tajam seperti ingin mengulitinya. Seram.

Oh ayolah, dizaman sekarang semua bisa dilakukan, jika dia kangen dengan suaminya, maka hanya dengan menyalakan handphone dan ketik setiap digit nomor Fahri, tidak susah. Teknologi juga msih punya sisi positif.

"Jaga dirimu baik-baik, telfon aku jika terjadi sesuatu"

"Hum! Tidak usah khawatir. Besok Aira akan pindah kesini"

Syaira Archidia menunjukkan dua jarinya dan tersenyum kearah mereka, setelah nya dia kembali terfokus dengan laptop didepanya. Remaja seusianya sedang menggandrungi drama Korea akhir-akhir ini.

Cukup lega mendengar bahwa istrinya mempunyai teman sekamar, jadi dia tak perlu berat hati meninggalkannya pulang.

Setelah semua pekerjaanya selesai, Kira merebahkan tubuhnya di kasur. Dengan sigap Fahri memijat kaki Kira, membantu mengurangi rasa pegal nya. Karna adegan spontan itu, Aira memilih meninggalkan kamar Kira, dia hanya sedang iri melihat kedekatan sepasang suami istri itu. Tanaya baru menginjak universitas, tapi fakta sebenarnya dia tidak memiliki pacar sampai saat ini.

Bukan tidak ada yang mau denganya, hanya saja Kira tidak memperbolehkannya berpacaran. Kira bilang kalau pacaran itu dosa, kalau dosa banyak berarti masuk neraka, Aira langsung bergidik ngeri mendengarnya.

Dia hanya bisa menatap kemesraan orang lain sebatas layar laptop. Tentu saja lewat drama Korea yang dia tonton. Prince Lee Yeol dan Hong Shim sepasang kekasih yang sangat dia sukai. Jalan cerita cinta mereka benar-benar tidak bisa di tebak. Aira langsung membayangkan bagaimana jika dia yang berada di posisi Hong Shim. Tapi sayangnya itu hanya sebatas bayangan.

Tujuanya ke Korea untuk belajar bukan mencari pacar. Kasihan orangtua nya sudah membiayai hidupnya disini tapi dia tak belajar dengan giat. Selain karna sayang mama dan papa nya, bertemu Idol favoritenya membuat Aira ingin melanjutkan study nya disini. Tentu menjadi impian semua fans untuk bisa bertemu langsung dengan idolanya. Kebetulan Kira dekat dengan mereka, Tanaya semakin bersemangat dibuatnya.

"Mba Kira kapan kita ketemu Chanyeol? " tanya nya dengan semangat.

"Ga usah ngaco deh, mba ga kenal mereka"

Aira langsung mengerucutkan bibirnya, tanda bahwa dia kesal. Kira selalu saja menolak mempertemukan Aira dengan artis Korea itu, jika sekali di kabulkan, Aira dengan tidak tahu diri akan meminta lagi dan lagi.

"Mba bohong ya? Nanti matanya belekan loh"

Kira hanya memutar bola matanya malas, ancaman seperti itu tak membuatnya takut. Dasar Tanaya sangat suka menjahili orang lain. Mungkin akan cocok dengan Sehun.

🌸🌸🌸

"Kawasan apartemen Gangnam-gu tengah di hebohkan dengan ditemukannya sang pemilik apartement pingsan dikamarnya sendiri. Diketahui penyebabnya karna percobaan bunuh diri menggunakan obat tidur. Polisi menutup penyelidikan atas permintaan keluarga korban"

Klik! Layar televisi itu mati. Tangan nya menggeram kuat menahan emosi yang akan meluap.

"Sohyun!!!!"

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Hay ketemu aku lagi hehe. Jangan bosen dan terima kasih sudah membaca. Niatnya mau double update tapi lagi di hantui ujian praktek.
Oh ya, Happy Birthday to me, Rabu, 3 april, lagi tanggal merah.
Udah segitu aja. Aku selalu ingatin untuk komen kritik dan saran kalian karna aku butuh referensi cerita yang bagus untuk episod selanjutnya. Dan jangan lupa klik tombol bintang kalau kamu suka cerita ini.

So i hope u like it.

See u next chapter, annyeong~~





Islam in Korea (Park Chanyeol)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang