Im a mess

822 54 19
                                    

selang beberapa waktu dari hari saat aku dan hyeon menginap di apartement chanyeol ..

"nyonya dee,sidang berikutnya lusa ya,di harapkan tuan chanyeol bisa hadir" pengacara ku memberitahu ku surat sidang berikutnya

"yaa tuan ,akan saya usahakan suami saya hadir"

hah..suami? aku masih menyebutnya suamiku ,mengapa terdengar lucu ya..
hey mengapa tiba2 aku merindukan hyeon appa hahaha

aku mengirimi pesan pada chanyeol

"kau dimana? bisa kita bertemu sebentar?ada hal penting"

"aku di rumah sayang,aku agak ga enak badan,kesini aja,sekalian bawa hyeon,aku sangat merindukannya"

"yaa tunggu saja"

....

beberapa jam kemudian aku datang ke apart chanyeol, sendirian

setiba nya disana

aku memencet2 bel pintu rumahnya tp dia tdk juga membukakan pintu nya..

ku telpon dia

"buka dong lama banget sih"
"kamu masuk aja sendiri,aku ga bisa bangun,password pintu masih sama ga pernah aku ganti"

hmm dia tdk mengganti pw pintu yg adalah tanggal ulang tahunku ..

tak menunggu lama aku pun langsung masuk.
melihat keadaan isi rumah yg amat sangat berantakan ,baju kotor dimana2, bungkus bekas makanan berserekan ..keadaan rumah gelap ,aku mencari2 chanyeol dan saat kubuka pintu kamar ,dia sedang berbaring di tempat tidur

"ini rumah apa kandang ayam sih ??berantakan banget ,kamu ga biasanya berantakan gini "

"hmm ya nanti ku bersihkan" dia menjawab dengan nada lirih dan sengau

aku coba hampiri dia lebih dekat ,karena dia menyelimuti seluruh badannya

"chan aku sedang berbicara padamu" ku lepas tarik selimut dari badannya

dia meringkukkan badannya sambil menggigil

"maafin aku dee "

"hey kamu kenapa sih ??kamu sakit ??"
aku hampiri lebih dekat ke
badannya,dan saat ku pegang keningnya ,dia demam tinggi

"aku ga apa ,hyeon mana ?aku ingin bertemu"

"ga apa2 apaan badan kayak oven gini,hyeon ga ikut dia agak demam,jd ku titipkan pada rey"
aku kembali menyelimuti badannya

"hyeon sakit ?sudah bawa ke dokter blm ?" chanyeol tiba2 bangun dan panik menanyakan hyeon

"udah dia baik2 aja,dia demam mau tumbuh gigi ,udah ku kasih obat"

"aahh syukurlah kalo dia ga sakit parah,hufftt " chanyeol kembali merebahkan badannya dengan lemas

"lalu hyeon appa ,apa yg kau lakukan bisa sampe sakit begini hah??"

"hah? aku baik2 aja dee..."
"baik apaan ,badan kaya oven gini,udah minum obat blm ?"

"hehe ya mungkin aku masuk angin ,obat entahlah aku ga inget"

"udh makan belum?"

"ga tau lupa"
"aaarrghhh issshh ,semua aja lupa!!!!"

aku menghentakan badannku berdiri dari hadapannya,dan chanyeol reflek menarik pergelangan tanganku

"hajimaa dee ,please !"
"aku cuma mau ke dapur bikin bubur,tunggu sebentar"

perlahan chanyeol melepaskan genggamannya
dan aku bergegas ke luar kamar ,ku bereskan segala yang berantakan dan berserakan di dalam rumah ini,
sambil ku buatkan bubur untuknya..

selang berapa jam kemudian ku bereskan semuanya..
ku kembali ke kamarnya dan ku lihat dia sedang tertidur lelap

"Chan...makan dulu,lalu nanti minum obatnya" aku coba membangunkan dia ,menepuk2 badannya

lalu dia terbangun perlahan dari tempat tidur

"makan dulu " aku melihati wajahnya yg lesu dan pucat

dan perlahan dia memakan makanan yg kubuatkan ,lalu setelah habis langsung ku berikan obat dan dia kembali membaringkan badannya di tempat tidur ,penasaran ku pegang dan cek keningnya

"hmmm masih panas dikit,ya udah istirahat ,udh minum obat mudah2an cepet turun demamnya"

lalu dia menatapku dan menggenggam pergelangan tanganku yg masih menempel di keningnya

"maafkan aku kumohon"
aku termenung menatapnya dan melepaskan genggamannya

"iyaa sudahlah ,semuanya sudah berlalu,aku sudah memaafkanmu,istirahatlah..aku akan kembali lg nanti kalau kau sudah pulih"

tiba2 saja dia menarik tanganku ,dan menarik badanku ke arahnya ,lalu kemudian memelukku

"jangan pergi kumohon"

"chan...apa yg kau...?"
"aku tak ingin kau pergi ,kumohon..aku tak bisa hidup tanpa kau dan hyeon"

"ya tapi sudah terlambat chan..aku kesini pun untuk bilang sama kamu,untuk kau datang menghadiri persidangan kita selanjutnya"

"tapi aku tak ingin dee...aku ga mau,tolong beri aku satu kali lg kesempatan,kumohon"

dia tersedu sedu menangis memohon padaku

aku yang melihatnya ,hati kecilku yang sebenarnya masih mencitainya
tiba2 saja ikut meneteskan air mata

"chan..."
"aku mencintaimu dee ,aku menyayangi hyeon,aku benar2 tak ingin kehilangan kalian berdua"

dia menatapku dan mengusap air mataku,lalu memelukku erat sekali

tanpa sadar aku balik membalas pelukannya

"Chan....apa kau yakin kau bisa berubah ?"
"Beri aku kesempatan sekali lagi ,aku berubah demi Hyeon ,aku menyayangimu dan Hyeon "

Aku memikirkan lagi masa depan anakku ,bagaimana nanti dia kalo tidak ad ayahnya .. apakah harus ku kesampingkan ego ku ini demi dia ..



˜"*°• My Husband is a Superstar .•°*"˜


Maaf baru update lagi hehe...
Masih pada mau lanjut cerita ini ga ?
Makasih yang udah nunggu cerita ini ...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 10, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Husband Is A SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang