Bab 11 - Forgiveness

28 4 0
                                    

Sebesar apapun amarahku, ia masih saja kalah dengan rasa yang ada. -Ben.

Tok! Tok! Tok!

Angel membuka pintu dan ternyata seorang laki-laki berdiri dihadapannya sekarang. Ben dengan tersenyum mengatakan,

"Aku mau ajak kamu ke pantai. Bersiaplah."

"Se-se-ri-us..?" Tanya Angel tak percaya.

"Kapan aku pernah bohong? Cepatlah bersiap atau ku tinggal."

"Eh..Eh..Bentar bentar, aku ganti baju dulu."

Hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit kini Angel sudah berada di dalam mobil menuju pantai.

Setelah sampai di pantai, Angel turun dengan muka berseri-seri. Sudah berapa lama ia tak pernah ke pantai. Rasanya bahagia sekali.

"Mau diem aja disitu atau ikut aku?" Tanya Ben sontak membuat Angel menoleh ke arahnya dan melangkah mengikuti Ben.

Mereka bermain air. Ben menuliskan sesuatu di pasir.

I love you Angelina Pricilla Kakerissa.

"I love you more Benediktus Christian Arkananta." Ucap Angel sambil tersenyum lebar.

Ben dan Angel saling mencipratkan air laut satu sama lain dan mereka bermain ombak bersama.

Angel membuat istana pasir. Ia sangat senang bisa bermain seperti ini.

Senja mulai datang. Setelah mereka makan, Ben mengajak Angel pulang.

"Ayo pulang."

"Yah padahal masih pengen main disini."

"Besok lagi."

"Kok tumben kamu ngajak kesini? Kan kamu masih marah sama aku."

"Sebesar apapun amarahku,ia masih saja kalah dengan rasa yang ada."

Deg.

Jantung Angel berdebar. Malu mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Ben.

"Lagian sih,maafin orang susah banget." Angel memanyunkan bibirnya.

"Udah aku maafin kok."

"Kapan? Kok gak bilang?"

"Yaudah besok aku umumin di sentral sekolah kalo aku udah maafin kamu. Gimana?" Ucap Ben menggoda.

"Eh..Eh..Eh.. Jangan deh. Entar ketahuan adik kelas gak enak apalagi kan kamu tau jabatanku disekolah apa. Iya deh aku percaya kamu maafin aku."

Ben tertawa melihat tingkah laku Angel. Gemas sekali rasanya.

"Jangan pernah bohong lagi atau kamu gak akan pernah mendapatkan maaf dariku lagi."

"Siap komandan."

"Sekali lagi diulang,jangan harap kamu bisa ketemu lagi sama aku." Kata Ben dengan serius.

"Iya boss!" Ucap Angel sambil membuat gerakan hormat.

***

2 bulan kemudian...

Setelah berpenat memikirkan Ujian Akhir Sekolah, SMA Bakti Mulia mengadakan classmeeting untuk menghibur para murid.

Angel baru saja sampai ke sekolah dan hendak menaruh tas dilokernya.

"Ha?" Angel terdiam sambil memegangi sebuah bunga mawar.

"Hayo dari sapa hayo." Tabitha meledek Angel.

"Dari siapa ngel?" Tanya Billich.

"Gue gak tau loh. Perasaan gue gak punya penggemar rahasia deh."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 06, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang