WARNING : The Most Wanted in Your Area
Geng- geng beken Hannam Senior High School selalu masuk majalah sekolah dengan label the most wanted. Mereka punya talenta dan rupa yang menawan.
Biasanya mereka jadi incaran seluruh murid atau bahkan anggota...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wendy meraba-raba kasurnya mencari benda berbentuk persegi panjang, setelah berhasil mendapatkannya, Wendy menatap jam yang terpampang disana.
Pukul 05.30,
Tut...tut....
Wendy menelpon seseorang di seberang dengan mata yang masih terpejam namun sayangnya tidak ada balasan dari orang yang ditelpon.
Gadis itu mencoba untuk kelima kalinya, Tut...tut....
"Hallo...."
"Kak Yoongi..." "Nghhh........"
Wendy membulatkan matanya kaget, baru saja ia mendengar suara desahan khas Suga dengan suara beratnya .
"Bangun Kak... udah pagi." "Hmm?"
"Katanya mau ikut CFD, suruh bangunin." "Jam berapa sekarang?"
Wendy menjauhkan ponsel yang ia pegang dari telinganya untuk melihat jam yang terpampang di layar ponsel.
"Jam 05.45"
"Kak...." sambung Wendy lagi karna ia hanya bisa mendengar deru napas Suga di sambungan telponnya.
"Iya... ini gue bangun."
"Ya udah.. Wendy juga mau siap- siap." "Iyaaa...."
Wendy meletakkan ponselnya sembarang lalu menatap Irene yang masih terlelap di sebelahnya.
Tadi malam Wendy sudah menceritakan semua tentang Irene ke mamanya. Mama Son tentu tidak kebaratan jika Irene tinggal di rumah mereka untuk beberapa hari kedepan. Lagipula mama Son kan sering menemani papa Son perjalanan dinas, hitung-hitung Wendy ada temannya selain Seulgi.
Kemarin mama Son juga sudah menghubungi mamanya Irene agar tak khawatir. Hanya saja, mama Bae belum bisa menjemput Irene karna papanya yang masih bersikeras untuk menjodohkan Irene.
~~~
"Nak Irene gak sarapan dulu?" Irene melirik ke arah Wendy, menunggu gadis itu menjawab pertanyaan mamanya.
"Gak Ma, Wendy janjian sama temen- temen mau makan bubur di restauran deket Sungai Han."
"Kamu kan gak bisa makan bubur Wen."
"Bukannya gak bisa ma, cuma gak suka aja kalau kebanyakan."
"Udah ah, Wendy berangkat dulu sama Kak Irene."
Wendy baru saja selesai menali sepatunya, ia dan Irene kemudian mencium tangan mama dan papanya yang duduk di ruang makan.
Seulgi sudah menunggu Irene dan Wendy diluar sambil sesekali mengecek ponselnya. Rencananya hari ini dia akan naik bis bersama dua sahabatnya itu.