WARNING : The Most Wanted in Your Area
Geng- geng beken Hannam Senior High School selalu masuk majalah sekolah dengan label the most wanted. Mereka punya talenta dan rupa yang menawan.
Biasanya mereka jadi incaran seluruh murid atau bahkan anggota...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback
Laki - laki itu mencondongkan tubuhnya pada Umji yang sudah menutup kedua matanya sambil tersenyum.
'Jodoh' - Umji
"Wen!" Teriak Irene karna Wendy yang tiba- tiba pergi dari ruang utama meninggalkan hal manis di depannya.
Suga menoleh lalu menatap Umji sampai gadis itu membuka matanya sendiri lalu beralih menatap anak Bangtan lainnya dengan tatapan tajam.
"Gue bukan cowok yang cium cewek cuma gara- gara game." Ucapnya agak keras agar didengar anak Velvet.
"Dan terserah kalian mau bilang gue cupu atau apa." Ucap Suga yang sekarang ditujukan untuk anak Bangtan.
Suga bangkit dari duduknya mengikuti langkah Wendy dengan santai di belakangnya, kedua tangan ia masukkan ke dalam saku celana,membiarkan gadis itu berhenti dengan sendirinya.
Dapat Suga lihat Wendy yang menengadahkan kepalanya menatap langit, dengan langkah yang masih pelan laki- laki itu akhirnya melingkarkan tangan kekarnya pada perut gadis di depannya. Menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Wendy sambil sesekali mengecupinya. Bernapas disana.
"Kenapa nangis?" Tidak ada jawaban, hanya punggung bergetar yang Suga dapatkan. Laki- laki itu tersenyum masih di ceruk leher Wendy lalu membalikan tubuh gadis itu perlahan.
"Aku yang salah. Aku minta maaf. Oke?" ucap Suga mengalah pada akhirnya.
Wendy menatap Suga dengan air mata yang menggantung di pelupuk matanya.
"Ndy...." "Aku gak bisa nahan lagi...."
Wendy menatap Suga dengan tatapan bertanya.
"Sekarang..." Ucap Suga menaruh kedua tangannya di pipi Wendy dengan ibu jarinya yang mengusap kelopak mata gadis itu membuatnya mau tak mau harus menutup kedua matanya.
"Ini milik aku." Suga mengecup kedua mata Wendy.
"Ini juga milik aku." Suga mengecup hidung Wendy lalu beralih pada kedua pipi gadis itu dan mengecupnya beberapa kali.
Cup
Cup
Cup
"Ini juga..." Suga mengusap bibir Wendy dengan ibu jari tangan kanannya yang masih bertahan di pipi gadis itu.
Suga diam menunggu gadis di depannya membuka mata yang sedari tadi tertutup.
Cukup lama Wendy diam hingga memutuskan untuk membuka matanya menatap laki- laki di depannya. Namun sebelum matanya terbuka sempurna, dapat ia rasakan bibir Suga mengecupnya lama dengan mata laki- laki itu yang tertutup,tak berniat memberikan lumatan. Hanya kecupan tulus.