WARNING : The Most Wanted in Your Area
Geng- geng beken Hannam Senior High School selalu masuk majalah sekolah dengan label the most wanted. Mereka punya talenta dan rupa yang menawan.
Biasanya mereka jadi incaran seluruh murid atau bahkan anggota...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ya udah Seul. Gue balik dulu, kalau ada apa- apa kabarin gue." Suga beranjak dari duduknya membuat Seulgi menatapnya sendu.
"Jimin gak bakal berani kesini." Sambung Suga lagi.
Suga berjalan menuju motornya lalu melirik ke arah kamar lantai dua rumah Wendy yang lampunya masih menyala.
Laki- laki itu melihat jam tangannya kemudian mendecih pelan.
"Baru pulang jam segini. Ngapain aja sih tuh anak sama Mark." Gumam Suga sebelum menjalankan motornya keluar dari halaman rumah Seulgi.
~~~
Wendy menjatuhkan dirinya di kasur tanpa berniat membuka paper bag yang baru saja diberikan oleh Mark. Ia melirik ke arah Irene yang sudah nyenyak dalam tidur.
Matanya yang terpejam terpaksa ia buka karna ponselnya yang terus bergetar.
Line
Suga Gue tunggu di depan
Wendy mendecih pelan lalu buru- buru turun untuk menemui laki- laki yang sudah membuat hatinya tak karuan itu.
"Kemana Wen?" Tanya seseorang membuat Wendy kaget setengah mati karna baru menyadari jika orang tuanya sudah pulang.
"Ke depan Pa. Bentar doang."
Wendy membuka pintu bercat putih lalu menatap Suga yang berdiri di hadapannya.
"Ada apa Kak?"
Suga tak menjawab, ia lebih memilih duduk di kursi teras Wendy.
"Duduk dulu Ndy."
'Enak ya Kak lima langkah doang pindah rumah buat ngajak dua cewek ngobrol' - Wendy
"Kenapa?" Tanya Wendy lagi "Gue mau minta maaf."
"Soal apa?" "Tadi yang di uks. Gak kayak yang lu pikirin kok."
"Emang gue mikirnya gimana kak?"
Skak
"Hmmm..." "Lagian gak perlu jelasin apa- apa. Gue bukan siapa- siapa lu. Gue tahu posisi gue dimana."
Skak mat
Suga menghela napasnya pelan lalu menatap sendu gadis di sampingnya.
"Ndy...." "Udahlah Kak udah malem. Jarak Itaewon sama Hannam itu gak deket. Nanti kalau di perjalanan ngantuk gimana?"Ucap Wendy ingin segera mengakhiri obrolannya dengan Suga.
Suga melirik Wendy sepertinya percuma bicara dengan gadis itu saat ini.
"Ya udah gue pulang dulu." Ucapnya kemudian, tangannya terangkat ingin mengusap rambut Wendy namun urung karna Wendy yang dengan cepat menepis tangan laki- laki itu.