Semenjak kejadian dikantin kemarin, Bisma mulai akrab dengan teman teman yang lain. Edo,Hadi serta Rio lah yang membuat Bisma bisa banyak berkenalan dengan siswa di SMAN 204 Jakarta.
Kabar kedatangan siswa baru di kelas 11 MIPA di SMAN 204 Jakarta ini sepertinya sudah terdengar sampai kepelosok. Bagaimana tidak? Bisma Pratama, sosok cowok yang tampan yang termasuk kategori the most wanted boy ini menjadi pusat perhatian disekolah. Sejak awal masuk sekolah, sudah banyak kaum hawa yang ingin mendekatinya. Selain dengan ketampanannya, ia dikenal sebagai cowo ramah serta humble . Walau awalnya banyak yang mengira ia sosok yang galak karena wajahnya yang dingin itu. Pacarable banget deh kalo dilihat! .Terlebih kaum hawa yang terpesona dengan penampilan Bisma.
"lo kenapa bisa pindah kesini?" Tanya Edo kepada Bisma
"Bokap gue kebetulan ada tugas di Jakarta, makanya gue pindah kesini." Jawab Bisma
"Pindahnya kapan? Udah lama?" Tanya Hadi
"Bokap sama Nyokap udah dari seminggu yang lalu. Kalo gue baru dateng Hari Rabu kemarin jam 4."
"Kenapa gak bareng sama orangtua lo?"
"Ya gapapa sih, gue mau nikmatin waktu terakhir gue di Bandung. Kemarin pas gue pulang sekolah langsung kesini. Masih pake seragam kebanggaan" Ucap Bisma tersenyum
Bisma dan 3 serangkai sedang berada di kelas. Mereka tidak pergi makan ke kantin. Dengan alasan karena terlalu ramai murid yang pergi kesana. Mereka malas mengantre serta berdesak desakan untuk membeli makanan.
"Ngomong-ngomong nih ya, gue bingung deh manggil nama lo Bisma." Ucap Hadi
"Kenapa?" tanya Bisma.
"Ya bingung aja. Kalo semisalnya disingkat ga enak ,bro! Panggilan lo kan 'Bisma' kalo disingkat jadi 'Bis' ga enak didengernya deh." Ucap Hadi serius.
Bisma hanya tertawa mendengarnya
"iya ya! Apalagi kalo gue manggil singkatan nama lo 'Ma' kan ga enak! Disangkanya gue manggil emak emak." Lawak Edo dan diikuti dengan tawa dari yang lain.
"iya ,bro. Nama lu huruf mati semua" Ucap Rio menambahkan.
"Yaudah panggil aja sesuka lu dah" Kata Bisma sambil nyengir
"Yaudah ,gampang itu mah!" Ucap Hadi.
Bisma menyandarkan tubuhnya ke kursi. Meluruskan kakinya kedepan.
"Do, si Dara udah berapa lama deket sama Richa?" Tanya Bisma kepada Edo.
"Dari jaman SD. Mereka sekolah selalu bareng." Jawab Edo
"Kalo Dara, rumahnya dimana?" Tanya Bisma lagi
Edo,Hadi dan Rio bingung. Tumben Bisma menanyakan perihal Dara.
"Kenapa emang ,Ma ?" Tanya Hadi
"gapapa sih, nanya aja." Jawab Bisma singkat
Hadi,edo dan Rio hanya mengangguk.
"Kemarin gue abis keliling didaerah deket sini jam 5. Kebetulan gue lewat sekolah , gue masuk kedalem lah tuh. Terus ketemu sama Dara tapi dia ga liat gue." Kata Bisma bercerita
"Terus?" tanya Rio
"Awalnya gue ga tau kalo masih ada murid disekolah.Gue liat sekolah udah sepi. Cuman ada beberapa guru sama satpam. Gue keliling sekolah sekalian mau tau sekolah ini kayak apa. Soalnya gue denger dari bokap gue bakal pindah ke SMA ini. Pas gue pengen balik, gue liat Dara." Ucap Bisma
Edo,Hadi dan Rio mendengarkan seksama. Sesekali mengangguk kepada Bisma untuk melanjutkan ceritanya.
"Pas dia jalan arah keluar ,gue liat jepitan rambutnya jatoh. Gue ambil. Terus gue balikin ke dia. Kalo diliat liat, sebenernya Dara manis ya" Tambah Bisma
Edo,Hadi dan Rio tertawa.
Mereka tak menyangka bahwa Bisma dengan mudahnya bilang seperti itu. Padahal, Bisma baru saja bersekolah 5 hari disini."Hahaha, Bisma..Bisma. Susah deh kalo lo hadepin si Dara!" Ucap Edo
"Iyaa, nenek lampir ko dilawan!" Tambah Hadi
Bisma memerhatikan. Ia tak mengerti maksud dari Edo dan Hadi
"Emang kenapa,Do?" Tanya Bisma penasaran
"Nih,ya. Gue setuju sama pendapat lo kalo Dara anaknya manis. Iya gue setuju. Tapi, asal lo tau. Dara itu jarang banget senyum! Bisa dibilang jutek. Dia senyum tuh cuman ke beberapa orang doangggg" Ucap Edo
"Iya bener tuh ,Ma. Liat aja kemarin pas dikantin, yang lain mah senyum atau berekspresi, dia diem aja kayak liat batu." Tambah Hadi
Rio hanya mendengarkan dan mengangguk . Setuju dengan pendapat Hadi dan Edo.
Bisma pun tersenyum mendengarkan pendapat Hadi dan Edo."lo kalo mau cari cewe , jangan Dara deh. Gue kasih tau nih!" Kata Edo
"Iya, cari aja yang laen. Kakak kelas banyak noh yang cakep pada nganggur. Ya ga ya ga ,yo" Tanya Hadi kepada Rio
Rio hanya mengangguk
"Ah conge lu! Jawab kek kalo gue tanya ,yo!" Kata Hadi kepada Rio.
Edo tertawa melihat tingkah temannya. Sedangkan Bisma yang sedari tadi mendengarkan, seperti memikirkan sesuatu. Tampak dari raut wajahnya, sepertinya ia merencanakan sesuatu.
"Dara? jutek? Jarang senyum?" Tanya Bisma
"iya" jawab tiga serangkai
"Gampang. Kalo gitu, gue bakal buat dia jadi gampang senyum!" Jawab Bisma sambil tersenyum puas.
******
Maaf terlalu pendek ya.
Jangan lupa vote dan komen!
Tunggu cerita selanjutnya ya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sourire
Teen Fiction"Mau lu apa si?" timpal ku cepat. "Kamu mau kemana si emang ,Ra? "Perlu dikasih tau gitu? Kenapa juga harus tau?" "Ya,perlu. Aku kan mau ikut kemana pun kamu pergi" "Emang lo pikir dengan rayuan lo itu , gue bakal ngasih tau gue mau kemana ?!" "Yaud...