Hari ini hari minggu jadi aku putuskan untuk diam di rumah,setelah aku mencuci muka aku turun ke bawah untuk menemui ayah bunda dan bang galang.
Setelah sampai di tangga terakhir aku di kejutkan dengan kedatangan naufal sepupunya aisyah,
Kenapa dia ada di sini tanya ku dalam hati,setelah itu ku melanjutkan untuk bergegas ke dapur menemui bunda
"Assalamu'alaikum bunda" Salam ku dan memeluk bunda
"Eh Walaikumsalam,kamu ini kayak anak kecil gak malu apa sama naufal" Ucap ibu sambil menunjuk naufal
Dalam hati aku mikir lagi naufal siapa sih,kok bunda ayah sama bg galang kayak deket gitu sama dia
"Eh kesambet entar ngelamun aja" Ejek bunda
"Heheh eh bun tapi naufal tu siapa sih" Tanya ku penasaran
"Kamu lupa sama naufal" Tanya bunda lagi
Aku pun mengiyakan yg ibu tanyakan
"Dia itu temen kamu,pas kamu smp kan dia gak naik kelas tu makanya dia pindah ke pesantren,dan pas kamu kls 3 SMA dia pindah lagi ke sekolah kamu dulu" Jelas bunda
Dan aku pun ber oh ria, aku pun belum sepenuhnya mengingat
"Dia anak tante lusi ,tantenya aisya yg di sebelah rumah kita dulu" Sambung bunda
Dan
Aku pikir
Pikir
Pikir
"Nah aku baru inget" Ucapku setengah teriak
"Iya tapi santai aja sayang" Kekeh bunda,dan aku tertawa
"Masih marahan sama dia" Tanya bunda
"Gak tau ah bun aku kesel" Jawab ku cuek
Tiba-tiba
"Assalamu'alaikum tante"salam seseorang di belakang kami,dan itu adalah naufal
" Walaikumsalam" Jawabku bersamaan dengan bunda
"Yuk sarapan dulu" Tawar bunda
Aku masih di dalam pikiran ku kenapa dia bisa ada di sini ,masalalu yg sulit aku lupakan kenapa dia datang lagi.
"Hey ngelamun aja " Kaget abng padaku
"Apaan sih bg" Jutek ku ke abg
"Udah-udah sarapan yuk" Ajak ayah semangat
"Dek hari ini kamu mau kemana" Tanya ayah
"Afi mau di rumah aja yah" Jawabku sambil melahap makanan
"Udah sana jalan-jalan sama naufal udah lama gak ketemu juga kan" Ujar abg
Abang ku yg satu ini memang rada resek gak tau apa adeknya lagi gak mood mau jalan malah di suruh jalan sama naufal pula,bang bang kalo bunuh orang gak dosa udah adek pancung abang
"Mau gak " Ujar naufal sambil senyum ke arah ku,senyum yang dulu ku suka, sekarang senyum itu yg aku benci.
"Hem kalau mau ngomong di rumah aja ya" Tolak ku halus
"Ya udah gak apa" Jawabnya yg ku tau dia kecewa atas jawaban ku,tapi peduli apa aku.
Setelah makan kami berkumpul di ruang tamu sambil berbincang-bincang,bukan kami sih tapi hanya ayah bunda ,abang aja,dan aku hanya menyimak sambil memerhatikan tv
"Fi kamu agak diem ya sekarang" Tanyanya tiba-tiba dan hanya ku hadiahi senyuman ku saja,
"Iya agak berubah dia sekarang" Ucap abang ku
Setelah lama-lama berbincang kami mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah.
"Astagfirullah galang lupa al mau kesini" Ujar abang yg buat ku kaget,abang langsung berlari membuka pintu untu al.
"Gua lupa kalau lu mau kesini bro" Ucap bg galang
"Gua maklumin maklum lu kan udah tua,lo yg suruh gua kesini,lu juga yg lupa" Tanpa menunggu lagi langsung mendapat kan souvenir yaitu jitakan dari bg galang
"Abang, al nya ajak masuk " Teriak ayah,Lagi-lagi aku gugup saat mendebgar suaranya
"Assalamu'alaikum" Salamnya pada kami
Dan kmi menjawabnya bersamaan
Al di persilahkan duduk dekat dengan bg galang,bunda permisi untuk membuatkan minum untuk al,
"Fal kenalin ini al temennya abg dan kakak kelasnya afi" Galang memperkenalkan al pada naufal dan di situ aku tanpa sengaja bertatapan dengan al yg ku tau tatapan nya penuh isyarat,yang aku pun tak tau
" Lo jangan cemburu fal dia temen abng bukan siapa-siapa afi"ujar bg galang yg buat ku mau menendangnya ke luar angkasa.
Dan yg ku tau mimik muka al gak bisa di arti kan
Hai 👋 jangan lupa di vote ya☺
KAMU SEDANG MEMBACA
cinta dalam diam(complete)
RandomCinta dalam diam Nafira adalah seorang perempuan yang bertekad untuk menjadi singlelilah,walaupun dia memiliki masalalu yg penuh drama. Dia belajar agar dia bisa mencintai seseorang dalam diam,tanpa harus terikat sebuah hubungan yg haram, Dia belaja...
