Bagian 17

4.6K 249 0
                                        

Setelah kejadian itu aku memutuskan untuk melupakannya mungkin inilah saatnya, tak seharusnya aku memikirkan seseorang yang belum halal bagi ku,jika pun aku belum bisa melupakannya cukuplah aku mencintainya dalam diam .

Hari ini aku memutuskan untuk fokus dengan perkuliahan ku,ya hari ini hari baru akan ku buka lembaran baru.

"Tumben bangun siang biasanya kamu seusai subuh sudah turun" Ujar ayah,dan dia langsung ke ruang kerja,ya hari ini aku masuk jam 10 jadi karna efek nangis semalaman aku juga kelelahan

"Eh dek kok mata kamu sembab gitu kamu nangis ya" Tanya abng ku, hanya kepadanya aku tak bisa menyembunyikan apapun,bunda pun melihat keanehan dalam diriku hari ini.

"Hem lang,fi bisa bantu bunda" Bunda memanggil kami setelah kami saling diam

"Iya bunda bantu apa ya" Tanya bang galang
"Pergi ke pasar beliin bunda barang untuk besok" Jawab bunda,pikirku ada apa dengan hari esok apa ada acara tanya ku dalam hati

Karna aku gak mau sok tau atau pun menduga yg tidak-tidak aku pun bertanya kepada bunda

"Memang ada apa bun kok tumben bunda suruh ke pasar kan biasanya bunda belanja di warung kang adim" Tanya ku

"Iya besok tante lisa mamanya naufal mau ke sini silaturahmi" Jawab bunda,oh tante lisa mau kerumah,aku pun mengangguk saja
"Sudah sana siap-siap bunda catat dulu apa yg mau di beli" Ucap bunda, aku pun kembali ke kamar untuk bersiap-siap

Setelah membeli semua barang yg bunda pesan kami pun pulang.sewaktu aku baru mau keluar dari mobil bg galang memanggilku

"Dek kamu belum cerita ya sama abang mata kamu sembab kenapa" Ujarnya padaku,lah aku kira dia udah lupa ucapku dalam hati
"Iya nnti afi ceritain" Ucapku

Setelah itu aku masuk ke dalam rumah memberikan pesanan bunda dan aku pamit untuk bersiap-siap ke kampus.

Aku memutuskan untuk naik kendaraan umum, bukan kenapa aku memilih naik kendaraan umum,aku lagi gak mau di introgasi dengan abang sendiri,yang ada gak akan sampe kampus.

Sesampainya di kampus aku menghampiri aisya yg asik membaca novel

"Assalamu'alaikum" kaget ku dia menoleh dan marah-marah gak jelas
"Walaikumsalam,ih bisa gak sih jangan suka kagetin orang" Ujarnya padaku

"Yaampun ai kamu juga pernah kali kagetin aku ,eh bukan pernah tapi sering" Celoteh ku padanya
" He he he iya ya lupa" Jawabnya sambil menggaruk kepalanya yg aku yakini tak gatal

Setelah perkuliahan ku selesai

"Eh malam besok tante lisa kerumah mu deh kayaknya" Ujarnya aku pun menjawab dengan anggukan
"Tapi kok tumben tiba-tiba ada apa ya, kamu ada masalah dengan naufal" Sambungnya
" Jujur ya ai aku pun gak tau,tapi kata bunda sih,silahturahmi aja"jawab ku jujur

Kami pun terdiam dia melihat ku begitu rinci,aku pun mau bangun dari tempat duduk ku,dan dia menahan tangan ku.

"Tunggu deh fi kok mata kamu sembab ya,kamu nangis" Tanyanya pada ku,aku kira hanya bg galang aja yg akan tau atau peka eh rupanya aisyah juga peka

"Gak apa kok ai biasalah ini entar juga ilang" Jawabku dan ini kelemahan dari aisyah dia rada lemot

"Hem ai aku pulang dulu ya" pamit ku padanya, sebelum otaknya kembali cair kan parah.

Setelah itu aku keluar dari pekarangan kampus sambil menunggu taksi,Tiba-tiba ada mobil berhenti tepat di depan ku

Aku sempat berfikir mobil siapa ini,tapi tunggu aku seperti pernah melihat mobil ini,tapi mobil siapa,tiba-tiba kaca mobil kebuka dan munculah

"Assalamu'alaikum ante nafira" Ucap gadis kecil itu,ya itu naura sepupu kak al,eh tunggu kak al,kenapa harus ketemu dia sih

"Anteeee" Teriak gadis itu karna tidak mendapat sautan dariku
"Eh jangan teriak" Ucap kak al kepada naura dan gadis itu hanya tersenyum lebar
"Eh maaf Walaikumsalam naura" Jawab ku padanya

"Ante mau kemana kok berdiri di cini" Tanyanya pada ku
"Mau pulang nau,lagi nunggu taksi" Jawabku padanya
"Om kita antelin ante nafira yuk om" Ujar gadis kecil itu pada om nya yaitu al
"Eh gak usah nau tante pake taksi aja" Tolak ku padanya

"Ayo lah om " Rengeknya pada al lucu tingkahnya bikin aku gemes
"Ya udah yuk fi kami antarin aja" Ujar kak al
"Hem gak apa-apa kok kak aku pake taksi aja" Tolak ku halus,sesungguhnya aku belum siap untuk berhadapan dengan kak al

"Ayo nte ayo" Ujar naura dan dia langsung keluar dari mobil dan menarik tangan ku lalu di bawanya aku di pintu mobil
"Iya iya udahnya gak usah di tarik lagi tangan tante" Ucapku setelah duduk di kursi penumpang
"Iya nanti melar"cicit kak al yg masih bisa ku dengar

Naura mengambil berputar ke pintu sebelahnya dan naik di kursi penumpang dan dia duduk di samping nafira
" Eh kok kamu pindah belakang sih nau"ujar al
"Bialin aku mau cama ante nafira " Jawabanya pada al
"Baiklah nyonya kita jalan" Ucap al dan aku pun terkekeh

"Om milip sama pak supir" Ucap naura sambil tertawa,aku pun ikut tertawa
"Iya lah om supir ini om di depan sendiri" Ucap al

Setelah itu al hanya diam dan hanya terdengar suara ku dan celoteh naura

"Aku ceneng deh bica ketemu ante nafira" Ucapnya padaku,
"Iya tante juga" Jawab ku sambil menciumnya dan memeluknya dan dia pun membalas pelukanku

Setelah itu sampailah aku di rumah nafira

"Alhamdulillah"ucapku dan naura bersamaan
" Mau mampir dulu gak nau kak al"ajak ku pada mereka
"Hem belum deh kayaknya soalnya si nau ada bimbel" Jawab kak al
"Om kalo bolos 1 hari aja boleh gak" Tanya naura jujur

"Nau katanya mau jadi dokter kok bolos sih" Ujarku padanya
"Oke aku gak bolos tapi ada syaratnya" Ucapnya
"Nau jangan main janji-janji ya ,entar kalo gak kesampean kamu nagih mulu" Ucap al memperingati naura
"Ya udah aku gak mau bimbel" Rajuknya pada al

Kayaknya panjang kalau gak di turuti ni
"Ya udah apa syaratnya" Ucapku melerai perdebatan antara nau dan al
"Becok libul aku main di lumah tante boleh gak" Tanyanya padaku
"Ohh itu aja,boleh kok bobok siang di rumah tante pun boleh,tapi ada syaratnya juga ni" Ucapku padanya
"Lah kok pada main Syarat syaratan sih" Ucap al tiba-tiba
"Om diam dulu " Amuk nau pada al dan membuat al terdiam
" Pertama harus bimbel dan belajar yg rajin,kedua minta izin dulu ya sama mamanya,dan yang ketiga gak boleh marah-marah dan melawan kata om al gimana setuju gak" Jelasku padanya

Setelah lama dia berfikir

"Oke aku setuju" Girangnya dan dia meminta maaf kepada al dan pindah duduk tempat di samping al
"Ya udah kami pamit dulu ya fi salam untuk tante om dan galang" Pesannya padaku
"Iya insya allah,assalamu'alaikum nau" Salamku pada naura dan dia menyalim tangan ku
"Waalaikumsalam" Jawabnya

Setelah itu hilanglah mobil al,kenapa rasa sakit ku sejenak hilang hem ada apa ini sebenarnya


cinta dalam diam(complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang