|9| Jalu

48 12 3
                                    

Setelah mengantarkan Mauryn kerumah dengan selamat, Jalu langsung pulang ke rumah dan masuk kedalam kamarnya.

Ia melemparkan ponselnya ke atas kasur lalu langsung bergegas ke kamar mandi, Setelah berganti pakaian, Jalu langsung merebahkan dirinya diatas kasur dan mengambil handphonenya.

Lalu terbesit dalam pikirannya untuk mengganggu gadis bawel yang sejak tadi terus berlari di pikirannya. Ia lantas membuka room chat nya dan mencari kontak yang ia beri nama CewekBawel.

                                    Jalugans
Rin

CewekBawel
Naon?

Jalugans
Jelek lu

CewekBawel
Kampret!!!

  Jalugans
Hahaha.

CewekBawel
Jalungkung?

Jalugans
Napa?

CewekBawel
Buluk lu. Jelek. Idup lagi. Baku hantam sekalian yu

Jalugans
Gilaseeehh marah mbaknya

Pesan tersebut hanya dibaca oleh Mauryn, tentu saja, siapa yang tidak kesal saat ada yang mengirimkan pesan hanya untuk menjelekkan dirinya, kalau bisa Mauryn ingin membuang Jalu ke hutan amazon, biar dia dikejar macan lalu kecebur sungai dan dimangsa oleh buaya lalu bangkainya ditelan ikan piranha!!!

Jalu bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah jendela. Ia memandangi pemandangan langit sore ini. Indah, jingganya bagus, seperti suasana hatinya saat ini.
"Gue kenapa jadi mikirin lo mulu si cewek aneh" ucap Jalu sambil tersenyum membayangkan ocehan Mauryn yang sangat bawel.

"Gila emang, gimana bisa rasa gue ke dia berubah secepat ini, sableng emang tuh cewek, seenaknya gitu masuk ke hati gue padahal gue tau dia lagi berjuang buat kakak kelas itu" lanjut Jalu setelahnya.

"Astagfirullah gue ngapa jadi kayak orang gila sih, senyum sendiri, ngomong sendiri, gue gila,fix gue gila udah demen sama orang gila" Jalu langsung mengusap usap tubuhnya geli dan tertawa setelahnya.

   ***

Sementara itu Aan sedang gelisah dikamarnya. Ia baru menyadari bahwa ia sudah mulai menyukai gadis aneh yang selalu mengejarnya belakangan ini.

Jujur, ia sedikit cemburu saat melihat gadis itu diantar pulang oleh cowok lain. Namun, ia tak bisa melakukan apa apa. Gengsinya terlalu tinggi untuk menyatakan perasaan sebenarnya.

Lagipula Aan yakin perasaan ini hanya sementara, ia hanya merasa sedikit kehilangan karena perhatian cewek itu ingin direbut darinya.

Ting
Benalu send you a message

Kebetulan sekali saat Aan sedang memikirkan gadis itu, ada pesan masuk darinya. Aan langsung membuka pesan dari Mauryn

Benalu
Sore kak Aan, bagaimana kabar perasaan kakak? Udah luluh ke aku belum?

Aan tersenyum tipis membaca pesan dari Mauryn.
"Bener bener cewek yang frontal" pikirnya

Lalu Aan melempar handphone nya sembarangan ke arah kasur, ia sama sekali tidak ada niatan untuk membalas pesan dari Mauryn.

Seperti biasanya rumahnya sepi, rumah semegah itu hanya berisikan dirinya, Mbok Imah -pembantu dirumahnya- dan Mang Kusni -suami Mbok Imah sekaligus tukang kebun di rumahnya-.

Aan menghela nafas panjang "huftt... Bunda aku mohon kembali, aku butuh bunda"

Seketika kenangan masalalu kembali menghantui nya. Kejadian sekitar 6 tahun lalu, saat dimana dirinya terpukul atas kepergian bunda yang sangat disayanginya

"Dasar istri tidak becus kamu" berbarengan dengan perkataan itu, stik golf kembali dipukulkan kepada seseorang yang sudah terbaring kesakitan dilantai.

"Mas, sakit mas,maafin aku kalau aku punya salah" perempuan itu merintih kesakitan sambik memohon pengampunan dari suaminya.

"Kamu pikir maaf bisa mengubah semuanya, sudah ku bilang, buang saja anak ini, aku gak butuh hadirnya dia, hidupnya hanya menjadi beban dikehidupan kita" ucapnya lalu menampar keras pipi istrinya itu.

"Mas stop, jangan pernah kamu hina dia, dia anakmu mas darah dagingmu. Mana janjimu untuk selalu membahagiakanku, kamu hanya terus menyakitiku mas hiks"

Sementara itu Ahandra Mahesa hanya menangis di pojok ruangan. Ingin sekali ia menolong ibundanya tapi ia tahu tenaga nya tidak akan kuat dan tubuhnya masih terlalu kecil untuk menerima pukulan lagi.

"Anak ini, benar benar hanya menyusahkan, bagaimana bisa ia hidup disini. Kehadirannya membuat anak kebangganku tiada, dia sudah merusak semua mimpi yang ku rencanakan. Dia sudah menghancurkan semua disaat aku belum memulainya" Farhan - ayah Ahandra- langsung menarik tubuh Aan kecil kedepan ibundanya. Lalu tak disangka Farhan menampar keras pipi Aan sampai sampai hidung Aan mengeluarkan darah segar"

"Bunda. hiks. Bunda sakit. Ayah jangan sakitin Andra. Andra minta maaf" setiap satu kata yang keluar dari mulut Aan dibalas dengan satu pukulan diwajahnya

"Su..sudah Mas aku sudah tidak kuat lagi dengan sikapmu. Sakiti saja aku tapi jangan anakku mas" tangan Octa terulur untuk meraba wajah putra kesayangannya itu
"Andra anak Bunda... kamu baik baik disini ya, maaf sayang bunda sudah tidak kuat lagi untuk bertahan, Andra berjuang ya bunda akan selalu dukung Andra. Kamu jadi anak yang baik ya sayang. Jangan pernah bersikap kasar kesemua orang. Selalu jaga orang yang kamu sayangi, bukan hanya itu, bahkan jangan pernah kamu punya pemikiran untuk menyakiti seeorang. Bunda sayang An...hhh...dra" kalimat terakhir itu yang diucapkan Octa kepada Aan. Hal itu pula yang membuat Andra cukup bergaul namun terkadang judes ke orang yang tidak disukainya. Karena ia hanya tidak ingin menyakiti, itu saja.

"Bunda... jangan tinggalin Andra.. hiks Bunda Andra mohon bertahan untuk Andra"

"Bunnn hiks Bunda nanti siapa yang nolongin Andra kalau Andra dipukul ayah lagi. Bunn....da" setelah mengucapkan itu Farhan langsung menyeret Aan keluar dari kamar dengan kasar.

"Kau tahu apa kesalahanmu anak kecil" tanya Farhan dengan nada dingin dan menakutkan

"JAWAB BODOH!!!"bentaknya

"Eng...hiks hiks Eng..gg..akk yah Andra gak tahu" ucap Aan terbata bata.

"Salahmu itu karena kau sudah terlahir didunia ini. Kau sudah membunuh anak kesayanganku dan sekarang kau membunuh istriku"

"Enggak hiks enggak ayaaahhh... Andra gak ngelakuin itu"

"Mulai sekarang urus kehidupanmu sendiri dirumah ini. Aku tidak akan sudi lagi bertemu denganmu"

Aan mengusap wajahnya kasar dan mengacak acak rambutnya gusar.
"Ayah... Andra cuma mau ayah tau, kalau Andra sayang ayah"

***

Kalau ada typo atau salah dalam pengetikan komen aja ya. Biar bisa aku revisi

KAMUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang