Part 5

48 9 3
                                        

Hallo gaes seperti biasa  (((:
Aku update Part baru
Semoga kalian suka 😍😍😍
Happy reading 😚😚😚

🍒🍒🍒

Derren memarkirkan motor kesayangan miliknya di halaman rumah. Baru saja Derren melangkahkan kakinya, ia mendengar suara ribut di dalam rumahnya.

Derren yakin itu pasti ayah dan ibu nya yang sedang bertengkar, itu sudah hal biasa yang Derren dengar dari sewaktu ia kecil sampai sekarang dan mungkin selamanya, ia pun tidak tahu.

"Kamu itu tidak tahu malu, saya kurang baik apa hah sama kamu dan anak kamu," teriak Andri papa nya Derren

"Kamu yang harus nya tidak tahu malu, kamu selalu tidur bersama wanita jalang di luar sana," balas Ranti ibu nya Derren tak kalah nyaring.

Derren yang hendak masuk ke dalam rumah pun mendengar suara yang begitu nyaring  seperti sebuah tamparan, ya benar ayah nya lah yang menampar pipi sang ibu dengan begitu keras sampai ibunya menangis tak bersuara.

Derren pun berlari masuk ke dalam rumah.
"Apa yang anda lakukan terhadap mamah saya?!" ucap Derren sambil memeluk Ranti.

"Jaga sopan santun kamu DERREN ALARDO!!!" teriak Andri sang ayah.

"Anda boleh marah sama saya, main main di luaran sana dengan para wanita jalang terserah anda, asalkan jangan pernah anda menyakiti mamah saya," ucap Dherren tajam

"Jaga mulut kamu," balas Andri.

Derren tidak menggubris atau membalas perkataan ayah nya lagi, ia membawa pergi ibunya kedalam kamar dan menenagkannya.

Derren mendudukan ibunya yang sudah mereda dengan tangisannya di tepi ranjang, lalu ia bertanya kepada ibu nya apakah ia baik baik saja atau tidak.

"Mamah gapapa?" tanya Derren pada Ranti.

"Mamah gapapa sayang, kamu istirahat aja gih, mandi terus makan ya," jawab Ranti ibunya sambil tersenyum pilu.

"Mamah beneran gapapa?" tanya Derren lagi.

"Gapapa sayang, sana gih keatas," titah Ranti sambil mengelus lembut rambut Derren.

Derren hanya menghela nafas, ia tahu betul bahwa ibunya itu sedang tidak baik-baik saja.
Deren meninggalkan Ranti yang sedang tersenyum padanya, Derren keluar dari kamar Ranti dan menaiki tangga menuju kamar miliknya untuk bersih-bersih dan istirahat, seperti titah Ranti tadi.

Setelah selesai bersih-bersih, Derren duduk di ranjangnya mengambil ponsel yang terletak di nakas, tangan nya menari nari di atas ponsel miliknya.

Lalu ia beranjak mengambil jaket dan kunci motor nya dan pergi keluar.

Sebelum ia benar benar pergi, ia menyempatkan masuk ke dalam kamar ibunya, ia melihat Ranti yang sudah tertidur pulas dengan wajah yang tenang.

Derren memhampiri Ranti dan mencium keningnya.

"Derren sayang mamah,"

Tepat saat Derren keluar dari kamar Ranti, Derren mendapati papahnya yang sedang berada di tangga yang tak jauh dari kamar Ranti.

"Mau kemana kamu malam-malam begini?" tanya Andri.

"Saya mau pergi kemana itu bukan urusan anda," jawab Derren dingin.

"Jaga cara bicara kamu Derren!! papah sekolahkan kamu tinggi-tinggi itu agar kamu punya sopan santun," ucap Andri sambil menggertakan giginya menahan emosi.

"Saya tidak minta anda untuk menyekolahkan saya tinggi-tinggi,"

"DERREN PAPAH SEPERTI INI ITU UNTUK MASA DEPAN KAMU SENDIRI," ucap Andri dengan emosi.

KULKASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang