THE DORM (Spring Day Promise)

375 11 3
                                        

Hari ini seperti biasa, member Bangtan mengawali sarapan dengan masakkan Jin Eomma. Semua terlihat sangat menikmati masakannya hingga Jin berseru..

"Dimana Ririnie?"

Semua orang menoleh Jin bingung. RM menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dan berkata..

"Jinie hyung, apa kau lupa?"

"Wae yo? Aku masak banyak hari ini untuk kalian!"

"HYUNGIE!" J-Hope menggebrak meja makan. "Maafkan aku..."

"Hoseok-ah..." Suga berusaha menenangkan partner rapp nya itu.

"Jinie hyung, masukkan saja makanan Ririnie ke dalam kotak bekal, aku akan mengantarnya." Kata Jimin. Jin melongo sebentar, lalu menepuk jidatnya.

"Astaga, bagaimana aku bisa lupa. Cepat makan! Kita akan mengunjungi uri Ririnie!"

Semua orang mengangguk dan segera menghabiskan sarapan mereka. Setelah bersih-bersih di dapur mereka langsung bersiap-siap untuk mengunjungi Ririn. Mereka benar-benar merindukan gadis itu, entahlah.

Di musim semi yang hangat ini, mereka telah berjanji satu sama lain untuk membuat kejutan kunjungan untuk Ririn di tempatnya. Sebuah janji musim semi.

Seikat bunga lily putih dan krisan putih ada di tangan Jin, di perjalanan mereka juga terlihat sangat bahagia dan tidak sabar untuk mengunjungi gadis kecil mereka itu.

Setelah tiba, ada Appa dan Rara yang mengembangkan senyum mereka untuk ketujuh namja manis itu. Rara berlari ke arah Jungkook, lalu digendong oleh Jungkook sendiri. Mereka sedikit bercakap-cakap dan sekedar basa basi tentang karir.

"Oppa keyinci juga mau mengunjungi Ririn eunni ya?" Tanya Rara.

"Tidak hanya aku saja, gadid manis. Mereka juga. Lihat apa yang aku bawakan untukmu!" Jawab Jungkook dengan hangat.

"Susu aymon! Uwah, oppa, gomawo!" Jungkook mengusak rambut gadis itu dengan gemas.

"Nah, Rara sayang, ayo kita pulang. Kita sudah cukup lama disini, eoh?" Ucap appa nya.

"Yah appa... Yasudah, kalau begitu. Pai pai, oppadeul!" ia melambaikan tangan mungilnya pada ketujuh namja itu.

"Pai pai. Ajeossi, hati-hati di jalan!" Ucap RM.

"Ne, terima kasih." kata Lelaki paruh baya itu sambil menggendong anak kesayangannya.

"Nah, ayo. Kita mengunjungi Park Ririn."

Mereka masuk ke dalam ruangan kayu serba putih itu. Terlihat banyak sekali bunga yang menutupi sebuah foto berukuran besar. Jin meletakkan bunganya di sebelah foto itu dan menatap foto tersebut dengan senyuman mengembang.

"Kita bertemu lagi, Park Ririn."

J-Hope berdiri di sebelah Jin, sementara yang lainnya melihat-lihat sekitar ruangan pribadi itu.

"Hyung. Dia terlihat manis di foto itu, ya." Kata J-Hope. Jin mengangguk setuju.

Lama sekali mereka berdua menatap foto itu. Bergelut dengan pikiran masing-masing. Hingga yang lainnya datang juga dan berdiri di sekitar mereka.

"Uri Ririnie terlihat cantik sekali." Kata Jimin.

Lagi, mereka menatapi foto itu. Sampai akhirnya Suga berkata,

"Ayo kita pulang. Sudah cukup lama kita disini."

"Iya, hyung. Sepertinya aku juga sudah lapar." Kata si Kelinci bongsor, Jungkook.

"Kajja. Ayo pulang. Pamit dulu dengan Ririn."

Setelah berpamitan pada Ririn, satu persatu dari mereka mulai keluar dari ruangan kayu yang mewah itu. Semua sudah keluar, kecuali J-Hope.

"Ririnie. Seharusnya kau tidak meninggalkanku seperti ini, eoh? Seharusnya saat itu kau jangan memaksakan dirimu untuk ikut menari denganku dan Jimin. Lihat, penyakitmu tambah parah. Dan pengobatanmu mahal. Saat kau pergi semuanya bersedih, tahu. Dasar kau... Ah, percuma saja aku bicara pada fotomu. Semoga kau tenang, eoh? Aku pulang ya."

Lalu J-Hope pergi dari ruangan itu, tak lupa menutup pintunya dengan lembut.







-END

Maaf ya, agak gaje ceritanya.. Soalnya author baru pertama kali bikin cerita macem ginian :v

Special thanks buat dreyrgs udah dukung aku banget :3

Sampai jumpa di cerita selanjutnya ^^

The Dorm ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang