Maapkeun kalau ada typo;)
•••BraydenLy•••
Amel langsung menuntun Lydia meninggalkan lapangan, dan membawanya menuju UKS.
Sesampainya di UKS, Amel menghela napas lega dikarenakan keadaan UKS sepi. Langsung saja Amel mendudukkan Lydia di salah satu bankar UKS. Lalu ia meninggalkan Lydia sebentar, dan mengambil peralatan untuk membersihkan wajah Lydia.
"Rambut lo di cepol tinggi dulu Ly, biar enak di bersihinnya" titah Amel yang di angguki oleh Lydia.
Dengan telaten Amel membersihkan wajah Lydia. 15 menit kemudian wajah Lydia telah bersih sempurna, lantas Amel langsung membereskan semua peralatan membersihkan wajah Lydia tadi.
"Oh ya Mel, yang bantu kita tadi... Kakel??" tanya Lydia di sela sela dirinya memakai sepatu.
Amel mengangguk meng-iyakan "dan dia juga ketos" lanjut Amel
Mulut Lydia membulat lalu dia mengangguk-ngangguk kecil "Kira-kira kamu mau ga bantuin aku ngucapin terimakasih ke dia?"
Amel terkejut dengan pertanya Lydia, lalu perlahan ia memutar kepalanya menoleh ke arah Lydia "Lo- Lo serius??"
Lydia mengernyit heran melihat gelagat Amel "serius, Kenapa? Tenang aj, aku bukan yang kaya kaya cewe di wattpad yang ngucapin terimakasih pake pake kasih makanan segala. Aku nanti cuman ngucapin aj, habistu pergi" jelas Lydia
Amel menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal "eum.. Gimana ya Ly gue bilanginnya.. masalahnya tu dia orang nya dingin banget kaga ada perasaan iba sama orang sama sekali. Palingan kalau lo ngucapin terimakasi jangankan diliat, dilirik aja kaga"
Lydia tersenyum tipis "gapapa kalau dia ga respon, setidaknya aku udah ngehargain kebaikan orang. Ya bukannya aku kepedean dia mau bantuin aku, ya kan secara kalau dia ga datang aku makin dipermalukan disitu. Secara ga langsung kan dia ngenolongin aku. Kamu tenang aja.."
"Serah lo deh, gue ngikut aj" putus Amel
Lydia tersenyum lebar melihat keputusan akhir sahabatnya. "Makasii Memel" ucapnya manja sambil memeluk Amel
Amel membalas pelukan sahabatnya yang telah bersamanya dari kecil ini "Kasih kembali Lyly"
Mereka berdua tertawa. Lalu mereka berjalan keluar dan meninggalkan UKS.
Saat mereka sudah keluar dari UKS, mereka menuju mading yang sangat ramai.
"Permisi, ini ada apa ya?" tanya Amel kepada salah satu anak MOS lainnya
"Oh ini, katanya MOS cuman hari ini aja gatau kenapa, padahal tadi kita baru sampe jam 12,ya syukur juga sih cuman hari ini aja." jelas perempuan tersebut
"Ohh gitu, jadi di mading kenapa?" tanya Amel sekali lagi
"Itu udah di bagi kelasnya, yaudah gue tinggal ya bye"
"Ok bye mksi"
Amel dan Lydia melihat nama mereka, sontak mereka ber- high five karena mereka satu kelas, mereka berada di kelas X-IPA1.
Mereka berdua berjalan bersama-sama mencari kelas. Sesampainya di lantai dua, mereka menemukan kelas mereka dan masuk kedalam.
Saat mereka masuk kedalam, mereka langsung disuguhkan pemandangan kelas yang sangat diam, walaupun semunya bersama-sama kelompok sendiri akan tetapi mereka tak berisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
BraydenLy
Teen Fiction[Slow Updatee] BraydenLy singkatan dari nama brayden dan lydia. Lydia seorang gadis manis, sederhana, pintar, dan genius, sedangkan Brayden si ice prince, pintar,dan tak kalah genius, anak pemilik sekolah. Awal pertemuan mereka simple, dimana s...
