BraydenLy| PDKT

20 10 6
                                        

Jangan lupa baca Author Note dibawah ya:)

•••BraydenLy•••

Pukul 08.00 pagi hari minggu, Brayden telah siap dengan pakaian casualnya. Setelah lari pagi tadi ia langsung mandi dan berpakaian rapi, sedari tadi ia bersiap-siap dengan cepat-cepat. Brayson--Abang Brayden sempat heran melihat adiknya yang terburu-buru seperti itu.

Brayden terburu-buru bukan tanpa sebab, ia hanya tidak ingin jika nanti Luke lah yang duluan sampai di rumah sakit dari pada dirinya. Kemarin biarlah terjadi, tapi kali ini lihat saja, Brayden tidak membiarkannya.

Setelah dirasa siap, Brayden langsung turun kebawah. Saat turun saja ia berlari, membuat para maid yang berpapasan dengan dirinya menggelengkan kepala.

"Brayden"

Brayden menghela napas kala mendengar suara berat tersebut. Dengan terpaksa ia berbalik badan dan berjalan menuju Ayahnya yang berdiri beberapa meter di belakangnya tadi. Padahal sedikit lagi ia sudah sampai dipintu keluar.

"Iya ayah" jawabnya.

"Mau kemana?" tanya Ayahnya sambil meneliti pakaian Brayden yang dibilang kelewatan rapi.

"Mau jenguk temen" jawab Brayden datar.

"Kenapa? Sakit? Atau meninggal?"

Brayden mendelik ke arah ayahnya saat mendengar pertanyaan yang terakhir. Enak saja ayahnya mengatakan jika Lydia meninggal.

"Sakit"

"Temen yang mana?" tanya ayah nya sekali lagi.

"Lydia yang sakit"

"Apa?!"

Brayden memejamkan matanya kala mendengar suara kaget sang Bunda.

"Kamu serius?! Sakit apa? Kenapa? Pasti kamu kan yang bikin Lydia sakit? Ngaku ga?" tuduh Bundnya dengan muka galaknya.

"Astaghfirullah bunda, bukan Brayden yang buat Lydia sakit" "justru Brayden mau buat dia bahagia!" lanjut Brayden di dalam hati.

"Nah terus dia kenapa kok bisa sakit?" tanya bundanya sekali lagi.

"Ya namanya Lydia manusia bun, ya bisa sakit lah!" jawab Brayden datar.

"Yaudah sana pergi, kalau bisa gausah balik-balik lagi! Jagain calon mantu bunda ya! Nanti bunda nyusul!" ucap Bundnya sambil mendorong dorong bahu Brayden untuk berjalan cepat.

Brayden hanya mendengus malas, lalu ia berjalan keluar rumah menuju garasi, memasuki mobil dan langsung  mengendarai mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata. Kenapa? Kan sudah Brayden bilang, ia tidak mau jika Luke yang duluan sampai dari dirinya.

"Haduh, anak bunda yang es batu akhirnya bisa rasakan jatuh cinta lagi" ucap medina dengan memegang kedua pipinya.

"Anak sendiri kok dibilang es batu" cibir samudra.

Medina langsung mendelik kesal kearah sang suami.

"Ya anak es batu nurun siape coba? Nurunin elu kan?" kesal Medina.

BraydenLyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang