BraydenLy| Kakel

19 10 8
                                        

'Hayiiii! Ada typo? Abaikan aje!

•••BraydenLy•••

Keadaan sekolah masih sepi, di karenakan jam masih menunjukkan pukul enam lewat 15 menit. Dimana WIS mulai ramai pada pukul tujuh kurang 15 menit. Akan tetapi, Lydia tak mempermasalahkan hal tersebut, ia lebih suka datang cepat demi menghindari tatapan siswa-siswa WIS yang semakin hari semakin mengerikan. Tak usah penasaran lagi mengapa, itu dikarenakan Lydia masuk melalui jalur beasiswa. Jadi, u knw lah.

Lydia telah sampai di kelasnya, keadaan kelas masih sepi, hanya ada dua orang siswa nerd yang sedang membaca buku di pojok kelas.

Lydia pun mengeluarkan buku panduan olimpiadenya, guna melanjutkan pembelajarannya lagi. Berbicara tentang olimpiade, Lydia jadi teringat kembali saat ia di runah Brayden kemarin, di mana saat callie adiknya Bryden membuka rahasia, dan di paksa oleh Ayah dan Bundanya makan malam.

Brayden berdehem sejenak untuk menghilangkan gugup didalam dirinya. Sedangkan Lydia hanya memainkan kuku-kuku jarinya, sama untuk menghilangkan kegugupannya.

Callie yang melihat dua sejoli yang sedang gugup tersebut merasa bersalah,  wajahnya berubah menjadi murung. Brayden yang melihat Callie berubah jadi murung pun berusaha membuat Callie tidak murung lagi.

"Assalamualikum"

"Waalaikumsalam"

Diam-diam, Lydia menghela napas lega, karena teman Brayden yang memberinya alamat tadi atau lebih tepatnya Luke akhirnya tiba di rumah Brayden.

Tampilan Luke kali ini bisa dibilang tampan dan keren. Dengan celana jeans Hitam, baju kaus hitam dengan dipadukan kemeja maroon polos di luarnya, lalu sepatu sneakers berwarna maroon yang menyelimuti kakinya,  dan wajah datar yang selalu menghiasi wajahnya, membuat ketampanannya berkali-kali lipat. Tapi, entah mengapa Lydia tidak kepincut dengan pesona Luke. Ia lebih suka dengan Brayden. Eh, apa tadi?

Akhirnya, Brayden menyuruh Callie bermain kembali, pun callie menurut. Mereka bertiga akhirnya menuju ke taman belakang rumah, dan mulai belajar, dikarenakan lomba tak lama lagi.

Tak terasa, waktu sudah menjelang malam. Luke sudah pulang duluan sekitar jam 5-an dikarenakan ada urusan.

Lydia yang sudah sadar jika maghrib akan datang pun ingin berpamitan. Akan tetapi Bunda brayden yang tiba-tiba datang membuat ia mengurungkan niatnya.

"Eh- kamu jangan pulang dulu ya sayang, makan malam aja disini dulu. Nanti malam diantar sama Brayden" tawar Bundanya

Lydia menggaruk pipinya, ia merasa tidak enak. "Eum- gausah bun. Aku pulang sekarang aja. Nanti aku pesan ojol aja gapapa. Soalnya udah mau malam ga enak" tolak Lydia secara halus

"Udah, kamu disini aja, makan sekalian sama kami"

Tiba-tiba suara berat tersebut membuat Lydia mau tak mau menganggukkan kepalanya menerima ajakan tersebut. Entah kenapa saat mendengar intrupsi dari Ayah Brayden membuatnya tidak bisa berkutik.

Bunda dan Ayah Brayden berjalan beriringan masuk kedalam, meninggalkan Lydia dan Brayden yang masih di taman. Lydia balik ke gazebo tempat mereka belajar tadi dan mulai membereskan buku-buku dan kertas yang berserakan.

BraydenLyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang