07: birthday gift

941 197 9
                                    

hari ini, si laki-laki dengan kedua pasang mata yang selalu berbinar itu ulang tahun.

sekarang, di tanganku, ada sebuah paper bag dengan isi sebuah kotak berisi hadiah pemberianku untuknya.

aku melirik jam, menyadari sudah lima menit aku menunggu disini.

"maaf!"

aku menoleh, mendapati mingyu terengah-engah, mendekatiku. ia memegangi tiang lampu taman, tersenyum ke arahku. "hah... hah... maaf! lama, ya?"

"tidak, kok. baru lima menit." aku mengambil sapu tangan lalu mengelap dahinya yang penuh keringat.

"nah. selamat ulang tahun, ya." senyumku.

"loh? kamu ingat?" ekspresinya speechless, membuatku ingin tertawa. manis sekali, batinku.

"wah?"

detik berikutnya, aku memperlihatkan hadiah yang daritadi kusembunyikan di belakang punggungku.

"apa ini?"

"buatmu, bodoh." aku memutar bola mataku, sementara ia hanya terkekeh malu.

"makasih, seoyun!"

aku senang mingyu mengembangkan senyumnya saat melihat hadiah yang kuberikan. sebuah syal yang kurajut sendiri, terima kasih kepada ibu yang telah mengajariku cara merajut benang wol.

mingyu sepertinya mudah sekali kedinginan, jadi ide hadiah yang terlintas di pikiranku adalah, syal.

"ini bagus sekali. akan kupakai." mingyu meletakkan kembali syal itu ke dalam kotaknya, memegangi paper bag itu erat-erat.

aku memperhatikan wajahnya lamat-lamat, untuk yang ke sekian kalinya aku merasa ada sesuatu yang janggal.

"mukamu kok pucat lagi? sakit?"

mingyu menepuk jidatnya, "ah, aku lupa pakai lipbalm."

aku mengernyit. "sudah makan belum?"

"memang selalu seperti ini, kok." mingyu tampak tidak terlalu menganggap hal ini serius, ia malah tertawa.

"kamu itu terlalu pale, ya. kulitmu seputih kertas." aku menyentuh pipinya, dan aku lantas berseru, "dingin sekali!"

"ah, maaf." mingyu langsung membuka kotak di dalam paper bag tadi, "aku pakai ini, ya."

saat ia sudah selesai memakai syal itu di sekitar lehernya, aku langsung menarik tangannya dan menggenggamnya, dengan kedua tanganku.

"sudah hangat belum?"

"terima kasih." ucapnya.

hari itu, aku dan mingyu berkeliling kota, menikmati indahnya musim semi dan pemandangan hamparan taman bunga.

hari itu, sebenarnya adalah hari ulang tahun terakhir mingyu.

Untold  ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang