hai, seoyun.
si pintar yang pandai public speaking, fasih dalam berbagai bahasa, dan sangat bertalenta. kamu aktif dan selalu ceria, aku iri akan hal itu.
terima kasih sudah mau menjadi temanku.
aku langsung ke intinya saja, ya.
kamu tahu kenapa aku selalu marah kalau kamu begadang?
kalau kamu tidak makan tepat waktu?
kalau kamu tak kunjung mengobati luka goresmu?
kalau kamu tak memerhatikan makananmu?
kalau kamu tidak peduli akan kesehatanmu?
karena aku, kim mingyu, tidak mau kamu jadi seperti aku.
jangan sampai kamu merasakan harus bolak balik rumah sakit dan merasa diancam oleh kematian setiap saat.
padahal penyakitku ini katanya bisa disembuhkan, tapi sepertinya diriku tak semudah itu mendapatkannya.
sulit.
aku mau sembuh. aku mau bisa bergerak aktif sepertimu. semenjak kamu kelas dua belas, kamu jadi lebih sering diam. aku tidak suka.
aku mau kamu senyum lagi. hargai kesehatanmu, bersyukurlah dia masih mau bersamamu.
aku tidak tahu kapan hari terakhir kita, jadi aku menulis surat ini sekarang.
tolong rahasiakan ini, ya.
janji?
tidak ada yang tahu karena aku selalu menutup wajah pucatku dengan sedikit polesan make up dan jaket yang cukup nyentrik, yang bisa dibilang cukup aneh.
selera fashion-ku memang tidak sebagus kamu, tapi setidaknya tidak ada yang sadar kalau aku sakit parah, kan?
ah, aku seharusnya tidak membicarakan ini terus.
pokoknya, seoyun, jangan sampai sakit. jangan pernah lupakan aku juga.
waktu pertemanan kita singkat sekali, bukan? aku menyesal aku baru berani memanggil namamu hari itu. hari itu, jangan lupakan juga, ya.
sejak awal tahun ini, aku sudah sangat penasaran denganmu.
seandainya saja aku tidak menghadiri acara kegiatan sosial untuk para penderita penyakit liver dan kanker hari itu, aku mungkin tak akan pernah punya niat untuk mengenalimu lebih dalam.
aku bersyukur, aku akhirnya tahu namamu. namamu indah sekali.
nam seoyun.
oh, iya. satu hal lagi. saat aku bilang aku ingin menjadi lebih dari teman, maksudku, lebih dari sahabat... hahah.
seoyun, aku tahu kamu peka.
tapi bodohnya aku, tidak bisa. aku bisa pergi kapan saja, dan aku sudah siap akan hal itu.
tolong, sehat selalu. jadilah dirimu sendiri, dan jangan lupakan aku.
terima kasih atas semuanya.
—— sahabatmu, kim mingyu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Untold ✓
Fanfictionkim minkyu, si pangeran sekolah yang menyimpan berjuta rahasia. andai saja, andai saja aku menyadari semua teka-tekinya dari awal. [ before story of 'airpods' ] +lower case intended started: may 18th, 2019 ended: may 30th, 2019 © 2019, lovelyhuang