06. Tomat

114 16 17
                                        

Donghyun seneng. Seneng banget dia hari ini!! 😣😣 Kalau diibaratkan sekarang hatinya udah penuh jadi taman bunga.. Berseri-seri banget.. Bahkan, sejak dia pulang dari sekolah ke rumah gini senyumnya enggak berubah-ubah.. Masih aja cengar-cengir sana-sini.. Sebentar diam melamun bentar-bentar cekikikan sendiri.. Buat Minghao yang ngeliatnya jadi merinding sendiri sama kelakuan adeknya kayak orang kerasukan gini. Apa jangan-jangan gara-gara Donghyun yang pulang hampir maghrib gini, jadi dirasukin sama setan?

Tapi, emang ada setan yang mau masukin badan orang macam Donghyun gini? Kalau dia setannya mah ogah.

Jadi, Minghao cuma ngeliatin doang gelagat Donghyun yang aneh-aneh. Jaga-jaga di tangannya udah ada botol air yang selalu di simpen emaknya di dalam lemari. Kalau kelakuannya udah enggak bener sisa Minghao simbur pake air yasin biar setannya keluar dari sana.

"Kak ... Dek ... Ayo makan!!" suara emaknya terdengar dari arah dapur.

"Iya Ma!!" sahut Minghao agak nyaring biar di dengar emaknya. Emaknya kalau enggak disahut dengan cepat pasti bakal manggil bertubi-tubi lagi. Dan setelahnya kalau Minghao lambat bergerak ke sana bakal panjang ayatnya.. Bisalah emak-emak mah begitu.. 😌😌

"Dipanggil tuh makan, enggak usah senyam-senyum sendiri gitu deh. Kering tuh gigi." Minghao berdiri sambil ngelempar batal sofa ke arah Donghyun. Yang pas banget ngena muka Donghyun yang masih aja nyengir kayak orang sawan.

"Nice shoot," kekeh Minghao langsung lari seribu langkah sebelum tuh bantal balik dilempar ke arah dia disertai dengan teriakan melengking Donghyun. Gini-gini teriakan melengking Donghyun mah ngeri.. Ngalah-ngalahin toa kali ya.. 😌😌

"Kenapa sih kak berisik banget?" Jung Eunji—atau sekarang disapa dengan sapaan Nyonya Kim ini menatap heran putra sulungnya yang cekikikan sambil lari-lari memasuki dapur. Setelahnya Minghao dengan cepat menarik kursi tepat di samping ayahnya yang sibuk membaca.. entah apa, Minghao enggak paham.

"Kalian ini ribut terus." Eunji tak heran sama kelakuan kedua anaknya ini, yang hobi banget buat tekanannya naik setiap hari. Terlebih suara teriakan Donghyun yang menggema sampai ke dapur tadi menandakan mereka tengah memulai pertengkaran.. semacam teriakan Donghyun itu terompet tanda-tanda mau perang apa? 😂😂

Padahal usia mereka ini sudah cukup tua untuk di katakan masih anak-anak, tapi kelakuannya selalu aja nyerempet kayak anak TK. Bahkan kemarin aja Eunji dibuat pusing hanya dengan mendengar kedua anaknya ini bertengkar merebutkan karakter kartun yang mereka sukai. Masing-masing enggak ada yang mau ngalah.. Pusing Eunji jadi orangtua mereka.. 😥😥

"Donghyun makan!!" teriak Eunji setelah menunggu sekian lama si bungsu enggak juga memunculkan batang hidungnya.. Eunji yang kembali mau teriak tiba-tiba mengatupkan bibirnya ketika Donghyun muncul dengan tampang kusutnya dan mendelik tak suka ke arah Minghao yang hanya cekikikan sendiri.

Karena Donghyun udah kesal banget sama Minghao. Dia dengan sengaja nginjek kaki Minghao dengan sekuat tenaga sebelum duduk di sebelahnya.. Yang tentu saja mendapat pekikan kesakitan olehnya. Donghyun mah kalau nginjek gini enggak main-main.

Minghao mau bales sebenarnya tapi enggak jadi setelah dengan tiba-tiba ayahnya menyahut dengan deheman yang keras. Minghao kalau denger suara mode gituan langsung diam seribu bahasa.

Berbicara soal ayah mereka, Kim Sunggyu. Mau dikata galak enggak juga, mau dikata tidak tapi iya. Walaupun matanya itu minimalis, tapi kalau udah ditatap sama ayahnya mah mereka kicep semua.. Bagai tatapan Sunggyu itu ada lasernya yang nembus sampe ke kepala Minghao. Tapi, tetep aja juga ayahnya ini sama bobroknya sama kedua anaknya.. Keliatannya aja tegas tapi, kalau di suruh ngusir kecoa aja dia langsung lari menjerit-jerit. Yang berakhir mati di tangan emak mereka sendiri.

Damduriduridam - [Kim Donghyun]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang