Ke sebelas saudaranya itu menagih janji Yena, walaupun sebenarnya Yena tidak berniat sama sekali untuk menceritakan kejadian mengerikan itu
Tapi bagaimanapun juga dia harus menepati janjinya
"Nanti ya, janji, pas kita kita pulang sekolah!"
Seru Yuri yang sudah berada didalam mobil sambil melambaikan tangannya kearah Yena
"Iya yul"
Yena menepati janjinya, saat semua sudah berkumpul sepulang sekolah, mereka mendengarkan cerita Yena
"Jadi..
Gua kemaren emang bener tidur sama Mochi, nah pas udah sekitar jam 02.30 gitu gua bangun denger suara Hyewon sama Kak bi lagi ngomong ngomong gitu, terus pas gua noleh ke meja belajar yang ditidurin sama Mochi, Mochi udah gaada, gua pikir diambil sama Wonyoung, yaudah gua buka pintu kamar gua, gua gatau, pas gua buka pintu, rumah kita jadi keliatan beda, gua ngeliat diruang tamu ada sebelas perempuan sebaya kita lagi diskusi, terus mereka kaya main sebuah permainan gitu dan salah satunya itu ada yang nusuk temennya itu, pas gua turun mau cegah si perempuan buat nusuk temennya itu, mereka semua mati dan sisa satu perempuan, perempuan itu bawa mayat temennya kepohon beringin besar di taman rumah kita, terus gua panjat pohonnya, terus gua pinsan deh"
Yena menceritakan semuanya panjang lebar
Kesepuluh saudaranya itu terlihat ketakutan, sayangnya Eunbi tidak bisa mendengarkan cerita Yena karena ia sedang bekerja
"Eh, bentar, temen gua mau main kesini boleh gak? dia indigo"
-Chaewon
"Temen apa temen"
-Chaeyeon
"SAHABAT!"
Seru Chaewon sambil mencubit tangan Chaeyeon
"Oh, yaudah bagus bagus, siapa tau dia bisa ngeliat sesuatu"
-Sakura
Beberapa menit kemudian Felix tiba dirumah Chaewon
"Woy sini masuk!"
Teriak Chaewon melihat Felix yang masih berdiri didepan pagar mengamati rumahnya itu
Felix masuk sembari melihat lihat sekitar rumah Chaewon, seperti ada yang aneh
Chaewon meminta Yena mengulang ceritanya, agar Felix bisa melihat, apa yang sebenarnya menculik Yena
"... ya jadi gitu"
"Oh, ini gua paham, lu semua lagi dimintain bantuan sama roh yang ada dirumah ini, mungkin aja roh itu mati dengan cara yang gak wajar, atau mungkin mayatnya masih disembunyiin disekitar sini, bagusnya kalian coba komunikasi sama sepuluh roh yang ada disini"
Jelas Felix
"Lah kok sepuluh? Tadi kata kak Yena dia lihat sebelas perempuan lagi diskusi"
Tanya Wonyoung
"Iya emang ada sebelas, tapi salah satu dari mereka yang bunuh sepuluh diantaranya, kalo Kak Yena inget wujud yang satunya yang bawa mayat itu, mungkin Kak Yena bisa cari dan minta penjelasan sama dia. Disini gua bisa rasain si pembunuh masih hidup, dan si sepuluh roh gak ada rasa dendam, mereka cuma mau si pembunuh dihukum dan mereka bisa dikubur dengan layak"
-Felix
"Oh, jadi posisinya ada seseorang yang bunuh sepuluh orang gitu? Kejem amat"
-Nako
"Iya bener yang dibilang Nako"
"Tadi kakak bilang kita harus komunikasi sama mereka, kakak bisa bantu kita komunikasi sama mereka gak?"
-Hitomi
"Bisa, tapi bisa aja gagal. Kita juga butuh media"
-Felix
"Media kaya apa?"
-Sakura
"Medianya bisa apa aja, bisa ouija, jelangkung, bisa juga manusia, tergantung kemauan roh. Nah ini dia yang gua takutin, kalo dia nuntut media manusia, kalian siap?"
"Si.."
"Enngak!"
Teriak Nako memotong perkataan Chaewon
"Gua gak mau jadi media, dan kita gatau resikonya apa"
-Nako
KAMU SEDANG MEMBACA
IZONE Story : Strange New House
УжасыRumah baru yang mereka tempati ternyata dulunya adalah rumah bekas pembunuhan berantai. Mereka harus menolong arawah arwah yang ada dirumah tersebut agar bisa selamat. story by : msyanbl_ ©2019 Start : Oct.2019 Finish : Feb.2020 #3 - izone [020919] ...
