Chapter 2 : Become Parent
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Chuuya sedang memasak ketika Kouyou datang. wanita berkimono itu beralasan dia hanya kebetulan lewat. Namun, Chuuya tahu jika sebenarnya wanita itu menghawatirkan dirinya. Kouyou sudah sering menolong dirinya dan dia selalu menghawatirkan Chuuya.
"Anee-san.. akan tinggal bersama kami untuk sarapan?" tanya Chuuya sambil menggoreng sosis bentuk gurita nya.
"Kami?"
"Hm! Aku dan Reina."
"Tunggu! Kau membawa wanita ke rumahmu?!" Pekik Kouyou. Chuuya terdiam beberapa saat sebelum tertawa kecil. Namun, Kouyou tidak memperhatikan ekspresi geli Chuuya dan malah sibuk memarahi Chuuya.
"Chuuya-kun! Kau baru berusia 22 tahun! kau masih begitu muda! Malah kau masih seorang remaja! dan melakukan hubungan intim di luar nikah itu ilegal!! Bagaimana jika dia memiliki hubungan dengan musuh kita? Atau bagaimana jika dia sebenarnya adalah mata-mata?! Atau bagaimana jika dia memiliki penyakit menular dan tertular padamu?! Chuuya-kun! Kau. Seharusnya. Tidak. membawa. Wanita. Ke. Rumah. MU!!" Ujar Kouyou dan dia menekan setiap suku kata nya pada kalimat terakhirnya.
Tawa Chuuya akhirnya keluar dengan bebas. Dia sampai memegangi perutnya karena geli dengan yang dikatakan oleh Anee-sannya. Sementara Kouyou memandangi Chuuya dengan bingung. Apakah ada sesuatu yang salah dengan perkataannya? Kenapa Chuuya malah tertawa?
"Anee-san.. kau tahu aku bagaimana. Reina itu-" Perkataan Chuuya terputus oleh pekikan anak kecil yang dengan girang berlari ke arahnya.
"Mama!!" Reina memeluk kaki Chuuya sementara Chuuya tertawa lalu menggendong Reina.
"Dia adalah Reina." Kouyou masih membatu. Entah karena malu atau karena syok dengan sebutan anak itu pada Chuuya.
"Anee-san?"
Kouyou menggeleng kecil lalu tersenyum pada Chuuya. Dia mengangkat kedua jempol nya dan dengan kedipan genit dia berkata
"Kau cocok menjadi Mama!"
Chuuya memerah karena malu. Dia memalingkan wajahnya dari Kouyou dan kini menatap mata emas milik Reina. Chuuya tersenyum.
"Reina, beri salam pada Kouyou-san." Reina menatap dengan bingung terlebih dahulu pada wanita itu sebelum tersenyum pada Kouyou.
"Dia anak yang manis, Chuuya-kun." Kouyou berujar sambil melambaikan tangannya pada Reina. Chuuya tersenyum kecil dan menurunkan Reina. Membiarkan gadis kecilnya bermain dengan Kouyou. Chuuya kembali pada kegiatannya, yaitu memasak. Tawa Reina membuatnya tersenyum dan Chuuya tidak tahu berapa banyak dia telah tersenyum hanya karena memikirkan anak itu.
"Mori memberikan libur untukmu sampai kau pulih." Ujar Kouyou. Chuuya yang sedang menyuapi Reina menjadi menghentikan kegiatannya. Benar juga. Dia lupa jika dirinya memiliki pekerjaan. Jika dia bekerja, siapa yang akan menjaga Reina? Tidak mungkin dia membawa gadis kecil itu ikut dalam pekerjaannya. Reina bisa terluka dan parah terbunuh?!
"Anee-san.. jika aku bekerja.. siapa yang akan menjaga Reina?" tanya Chuuya.
"Kau bisa menitipkan pada Mori. Dia bisa bermain dengan Elise." Kouyou tersenyum lembut. Dia memahami perasaan Chuuya yang khawatir pada anak ini. Reina masih terlalu kecil untuk ditinggal sendiri. Dan Chuuya pasti tidak mau mengajak Reina ke misinya. Misi-misi yang Chuuya lakukan kebanyakan berbahaya dan sangat tidak cocok untuk anak seusia Reina.
"Atau, kau bisa menitipkannya di tempat penitipan anak di dekat sini. Saat pulang kau bisa mengambilnya."
"Aku.. akan aku pertimbangkan. Terima kasih, Anee-san."
YOU ARE READING
Mommy Chuuya
FanfictionSummary : Chuuya jatuh cinta pada anak yang dia temukan saat dia terluka dan memutuskan untuk membesarkannya seperti miliknya sendiri. Bisakah Chuuya membesarkan anak itu? dan masalah apa saja yang akan menghampiri Chuuya bersama dengan si anak?
