Chapter 4 : Search Papa
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''
"Jadi, kau ingin pindah?"
"Begitulah. Kupikir Reina butuh lingkungan untuk bisa berkembang dengan baik."
Kouyou tersenyum sambil memiringkan kepalanya. Dia melirik Chuuya. Senyumnya bertambah lebar ketika dia melihat gaya anak didiknya.
"Kau mengikat rambutmu." Ujar Kouyou. Chuuya tersentak dan menyentuh rambutnya sendiri lalu tertawa kecil.
"Aku mengikat rambutku ketika membuat sarapan tadi. Mungkin aku lupa melepaskannya." Ujar Chuuya sambil terkekeh pelan.
"Kau terlihat bagus begitu." Kouyou mengangkat bahu nya. Chuuya tersipu namun dia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rona merah di wajahnya.
"Jadi, kemana kau akan pindah?"
"Aku memikirkan untuk pindah ke lingkungan yang ramah untuk anak kecil. Mungkin yang dekat dengan sekolah atau yang memiliki beberapa anak sebaya dengan Reina."
"Chuuya-kun, kau tahu itu berbahaya bukan?"
"Aku tahu Anee-san.. hanya saja.. aku.."
"Chuuya-kun.. aku tahu kau sudah dewasa dan mungkin tidak membutuhkan nasehat dariku lagi.." Chuuya menggelengkan kepalanya. Dia mendekati Kouyou dan duduk di samping wanita itu.
"Anee-san.. kau tahu aku selalu membutuhkan dirimu."
Kouyou mendengus sambil tersenyum. Dia menatap mata biru milik Chuuya, mengambil tangan pemuda itu dan menggenggamnya dengan erat.
"Chuuya-kun.. apa kau yakin dengan keputusanmu?"
"Mengenai apa?"
"Anak ini tentu saja."
"Tentu. Memangnya kenapa, Anee-san?"
"Chuuya.. kau tahu jika mengadopsi anak itu berarti kau terikat pada sesuatu. Kita mafia dan kau tahu bagaimana cara mafia bekerja."
".."
"Membawanya ke lingkungan yang ramai sepertinya yang kau bilang hanya akan membahayakan dirinya." Chuuya mendadak menjadi murung mendengar nasehat Kouyou. Dia tahu Kouyou benar. Reina bisa dalam bahaya jika dia membawa Reina ke lingkungan yang terbuka. Dia tahu pekerjaannya sebagai mafia yang berarti dia memiliki banyak musuh dan banyak orang yang dendam padanya. Mereka tidak akan peduli walaupun Reina hanyalah anak kecil yang tidak mengetahui apapun. Mereka pasti akan menangkapnya dan menyakitinya jika itu bisa membalaskan dendam mereka pada Chuuya.
"Tapi.. tapi.. aku menginginkannya, Anee-san."
"Aku paham perasaanmu Chuuya-kun. Aku paham. Tapi pertimbangkan kembali apa saja yang akan terjadi nantinya."
"Anee-san.. aku tahu kau benar tapi.. aku benar-benar hanya ingin Reina tumbuh dengan normal seperti anak-anak pada umumnya. Bermain bersama teman-temannya, pergi ke sekolah, mengerjakan tugas sekolahnya, berlibur bersama keluarga, pergi ke festival, hidup tanpa ancaman.. aku hanya ingin Reina dapat melakukan apa yang tidak bisa aku lakukan saat kecil.."
"satu-satunya pilihan yang kau punya Chuuya-kun.." Kouyou menatap pemuda itu dengan sendu. Dia menyentuh pipi Chuuya dengan lembut. "Kau harus keluar dari Port Mafia." Kouyou bisa merasakan jika Chuuya menjadi tegang karena perkataannya. Kouyou tersenyum lemah.
"Tapi, Anee-san.. aku.. tidak.. bisa."
"Dengarkan aku.. kau bisa mengadopsinya setelah kita memastikan asal usul anak itu." Chuuya tersenyum senang. Dia akan mengucapkan terima kasih pada Kouyou jika saja Kouyou tidak menghentikan dirinya. " Tapi ada syarat nya jika kau ingin."
YOU ARE READING
Mommy Chuuya
FanfictionSummary : Chuuya jatuh cinta pada anak yang dia temukan saat dia terluka dan memutuskan untuk membesarkannya seperti miliknya sendiri. Bisakah Chuuya membesarkan anak itu? dan masalah apa saja yang akan menghampiri Chuuya bersama dengan si anak?
