"Mama pergi sebentar. Kau jadi anak baik dan menurut pada Kouyou-san, mengerti?" Reina mengangguk sambil tersenyum lebar. Chuuya melirik Kouyou yang memberi anggukan untuk meyakinkan dirinya. tapi tetap saja dia merasa bukan ide yang baik tidak membawa Reina. Kouyou kembali meyakinkan bahwa itu hanya karena Chuuya amat menyayangi Reina. Sehingga dia merasa khawatir meninggalkan gadis kecil itu.
Chuuya menghela nafas. Ya.. dia tahu jika Kouyou pasti akan menjaga Reina dengan baik. Lagi pula, Kouyou bukan lah wanita lemah. Kalaupun mereka diserang, Chuuya yakin dia bisa menjaga Reina dengan baik.
...
Dazai mengerang malas saat Atsushi mengatakan padanya bahwa dia harus pergi ke tempat terjadinya kasus. Kunikida sedang tidak ada di tempat dan tidak ada yang bisa memaksa Dazai untuk melakukan sesuatu saat ini. Atsushi dengan pasrah memilih meninggalkan seniornya itu. kenapa bisa ada orang semalas Dazai?!
Ketika Kunikida kembali, dia segera menyeret Dazai untuk melakukan tugas-tugasnya. Walaupun itu penuh dengan cacian dan teriakan yang menyakiti telinga, setidaknya Atsushi bersyukur seniornya itu tidak hanya berbaring malas di sofa sambil menyandungkan lagu bunuh diri yang menyebalkan itu.
Dazai berjalan di belakang Kunikida sambil terus menggerutu mengenai betapa Kunikida sangat kejam tidak membiarkanya tidur atau betapa Kunikida adalah orang kolot yang dipandu buku seperti robot rusak.
"Diam lah dan ikuti saja aku! Dasar kau maniak bunuh diri!"
"Kunikida-kun.. kakiku terasa lemas dan butuh sedikit peregangan.. aku akan pergi mencari gadis cantik untuk bunuh diri ganda bersama-ku.." Dazai tertawa nista lalu berjalan ke arah sebaliknya dari Kunikida. Kunikida merasa dia ingin sekali mematahkan leher rekan kerjanya itu sekarang juga.
Kunikida baru saja akan meneriaki Dazai ketika dia melihat pemuda maniak bunuh diri itu tiba-tiba saja berhenti. Kunikida menyernyit bingung. Dazai terlihat sangat serius menatap sesuatu di sebrang jalan. Kunikida mengalihkan pandangannya untuk melihat apa yang Dazai lihat. Disana dia melihat seorang gadis remaja...... ah bukan! Itu bukan remaja apa lagi gadis! Itu salah satu eksekutif Port Mafia jika dia tidak salah ingat. Namanya Nakahara Chuuya! Kunikida mengangkat salah satu alisnya sambil memikirkan kemungkinan apa yang membuat salah satu eksekutif Port Mafia itu berada di tempat umum seperti ini dengan penampilan yang sangat bukan Mafia.
Chuuya memakai sweeter berwarna putih gading yang kebesaran di tubuhnya yang dia pasangkan dengan celana panjang hitam yang membentuk kaki rampingnya. Sepasang sepatu kets berwarna putih dengan gradasi hitam melekat pada kakinya. Dia juga membawa tas selempang kecil berwarna biru tua dengan gantungan imut berbentuk boneka beruang jika Kunikida tidak salah lihat. Topi yang merupakan ciri khasnya tidak dia pakai saat ini membuat wajah cantik itu terlihat dengan jelas.
Kini Kunikida mengalihkan pandangannya pada Dazai. Dia terkejut mendapati Dazai masih memasang wajah serius walau kini darah mengalir dari hidungnya. Orang ini..
"Kunikida-kun.. nampaknya aku sudah menemukan misiku hari ini." Ujar Dazai tanpa mengalihkan pandangannya. Kunikida memandangnya bingung. Lalu dia kembali mengalihkan perhatiannya pada Chuuya yang tersenyum pada wanita tua yang entah muncul dari mana.
Kunikida mendengar suara gedebuk dan mendapati Dazai memegangi dada nya sambil memasang pose terluka parah yang dramatis sampai Kunikida ingin menendangnya ke bulan.
"Chibi itu.. dia benar-benar ingin membuatku mati." Ujar Dazai. Kunikida bahkan tidak sempat merespon ketika Dazai berlari dengan penuh semangat menuju eksekutif Port Mafia yang kini masuk ke dalam mall.
"Orang ini selain maniak bunuh diri dia juga maniak pada pemuda itu." gumam Kunikida lalu memilih mengikuti Dazai. Dia tidak tahu apa saja kekacauan yang akan disebabkan oleh Dazai jika dia membiarkannya pergi sendiri. Mungkin pemuda itu akan melompat memeluk Chuuya sambil berguling-guling dan mengajak nya untuk pergi bunuh diri ganda atau parahnya dia akan menarik pemuda imut itu ke tempat tidur dan melakukan sesuatu yang membuat Kunikida memerah dengan cepat.
YOU ARE READING
Mommy Chuuya
FanfictionSummary : Chuuya jatuh cinta pada anak yang dia temukan saat dia terluka dan memutuskan untuk membesarkannya seperti miliknya sendiri. Bisakah Chuuya membesarkan anak itu? dan masalah apa saja yang akan menghampiri Chuuya bersama dengan si anak?
