N

16 6 3
                                    

Past (masa lampau/lalu)

"Ma hari ini jadi kerumah mbah kan?"

"Iya jadi nanti kita berangkat sepulang kakak kamu sekolah, tapi Shira jangan bilang ayah ya!"

"Kenapa ma? Ayah nggak ikut ya?"

"Nggak Shira, karna ayah mau keluar kota."

"Kak Nara kenapa kakak diam aja?" ku perhatikan dari tadi ekspresi kakak ku dari pantulan kaca depan mobil ekspresinya seperti menunjukkan bahwa ada beban yang sangat ia pikirkan, aku ingin tau beban seperti apa yang dipikirkan kakaku yang masih menduduki kelas 2 smp itu.

"Nggak apa apa cuma masih ngantuk aja." sekilas ku melihat air mata menetes dari mata kakak ku, ingin sekali bertanya apa alasanya menangis apa benar karna ia masih mengantuk.

"Kakak ken..." kutolehkan kepala kebelakang tempat dimana kak Nara duduk.

"Shira kita udah sampai di sekolahan kamu, yuk buruan turun nanti telat." ibuku mengurungkan niatku untuk bertanya karna aku sudah sampai didepan sekolahan.

"Oh iya, ma aku pamit ya, kak Nara bye bye." ucapku setalah menyalami tangan ibuku dan melambaikan tangan kepada kakak setelah turun dari mobil.

Perjalanan menuju kelas aku masih memikirkan apa penyebab kakak ku menangis, ia merupakan sosok yang jarang sekali menangis tidak sepertiku, aku mengingat sesuatu saat kemarin setelah pertengkaran kedua orang tuaku ibu menyuruhku tidur akan tetapi tidak dengan kakak, apa mungkin ada yang dibicarakan mama kepada kakak, apa yang dibicarakan sehingga membuatnya sedih.

****

"Shira kita langsung kerumah mbah sekarang ya."

"Lho ma katanya nginep, aku kan belum ambil baju."

"Udah, tadi udah mama ambilin itu ada dibelakang sebelah kakak." ku tolehkan kepalaku untuk melihat apa yang dikata mamaku, sebelum aku melihat apa yang dikata mamaku aku mengalihkan mataku untuk melihat kakak ku yang terlihat matanya sedikit sembab sambil terus melihat ke arah jendela samping dan pandanganya menuju jalan. Dan membuatku takut untuk memulai mengajaknya bicara, Setelah melihat kakak aku melihat ada beberapa tas besar beserta koper disamping kakak.

"Kita nginep berapa hari ma? Kok bawaannya banyak banget"

"Untuk waktu yang lama Shira."

"Trus kalau ayah pulang kita nggak ada gimana?"

"Nggak, mama udah bilang dan ayah ada di kuar kotanya lama kok." ngapain ayah ke luar kota bukankah kantor ayah ada di kota ini, dulu ayah tidak pernah keluar kota tanpa kami tapi mengapa akhir akhir ini ayah menjadi sering ke luar kota dengan alasan pekerjaan, seketika aku mengingat beberapa hari yang lalu sebelum aku menyaksikan pertengkaran ayah dan ibu, aku mendengar ayahku bertelepon dengan seseorang.

"Iya iya mas bakal cepet kesana, mas sayang kok sama kamu, iya secepatnya ya, tunggu aku ya dadah muach." kurang lebih seperti itu yang kudengar, tapi saat itu aku tidak memperdulikannya karna aku tidak pernah berfikir bahwa ayah akan berselingkuh, melihat pertengkaran ayah dan ibu kemarin sekarang aku jadi berpikir bahwa ayah benar benar beselingkuh, apa ayah ke luar kota untuk menemui seseorang yang ada ditelefonya beberapa hari yang lalu, tapi kenapa ayah melakukan itu, aku tau ayah sangat menyayangiku dan juga kakak, jika dia melakukan itu ia pasti tau jika akan menyakiti hati 3 perempuan disini, bukankah ayah tidak tega menyakitiku, jadi apa yang sebenarnya.

INT (I'am Not Them)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang