Een

867 85 3
                                    

Hiruk pikuk kehidupan remaja yang terjadi pada umumnya, berbagai jenis manusia hidup dalam satu lingkungan yang bernama sekolah.

Ada murid yang populer, murid yang pintar, murid yang nakal, murid yang aneh bahkan murid yang ternyata menyukai sejenisnya.

Seperti dia, si pengacau Bae Irene. Yang dengan terang-terangan mengejar pujaan hatinya yang juga wanita jelas sepertinya.

"MATI AJA LO GAK GUNA" Teriak Irene dengan kasar kepada siswa yang sudah tersungkur di hadapannya. "Ma-maaf kak" Kata siswi yang ternyata adik kelasnya itu.

"Maaf? MAKAN TUH MAAF" Ucap irene sambil menoyor siswi itu dengan keras lalu berjalan meninggalkannya dan diikuti kedua teman Irene yang juga sama, pengacau. Joy dan Seulgi.

"Rene, Seungwan Rene!" Kata joy yang memberi tau Irene. "Mana?" Tanya Irene sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut sekolahnya. "Itu masuk ke perpus!" Tunjuk seulgi ke arah perpustakaan.  "Oke! Gue mau ketemu calon pacar dulu ya guyssss" Kata Irene dengan semangat sambil berlari ke perpustakaaan.

Sesampainya di perpustakaan Irene mencari pujaan hatinya, dan tak perlu waktu lama Irene pun menemukannya dengan mudah. Karna dia tau dimana pujaan hatinya berada, pasti diantara rak yang berisi komik-komik jepang yang ada di paling pojok perpustakaan.

Mungkin Irene harus memberikan hadiah sebagai tanda terimakasih pada penjaga perpustakaan yang telah menyimpan komik-komik itu di paling pojok. Karna menurut Irene itu adalah tempat strategis untuk melakukan hal yang tidak-tidak dengan pujaan hatinya. Dasar wanita berotak kotor.

"Wendy sayang!!" Panggil Irene ketika melihatnya yang sedang serius membuka lembaran-lembaran komik. Ya, Irene memanggilnya wendy. Karna yang ia tau bahwa itu adalah nama kecil dari seorang Shon Seungwan. Oleh karena itu kini menjadi panggilan sayang dari Bae Irene.

Wendy yang melihat irene yang lagi-lagi mengganggunya untuk kesekian kalinya langsung menutup komik yang sedang ia baca dan beranjak pergi.

"Wendy!" Cegah Irene sambil menggenggam erat tangan wendy.

Brukkkkk..

Dengan sekali hentakan Irene pun mengunci wendy dengan kedua lengannya yang diapit diantara pinggang wendy.

"Jangan pergi, aku.. merindukanmu" Ucapnya dengan lemah sambil menyandarkan kepalanya didada wendy meskipun ia harus lebih menunduk karene perawakan wendy yang lebih kecil darinya.

Wendy hanya diam dan menatap lurus kedepan. Bukannya dia menyukai posisi ini, tapi wendy hanya pasrah. Karena jika wendy menolak semuanya akan sia-sia saja, Irene akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Di dekati selama satu tahun ini membuatnya tau bagaimana sifat dan watak Irene yang seorang pemaksa. Seiring berjalannya waktu wendy juga tau bagaimana cara menghadapi Irene.

"Kamu seperti biasanya, wangi dengan parfume ini. Aku suka! rasanya otak dan hatiku sangat tenang sayang" kata irene sambil memejamkan matanya dan memperdalam sandarannya di dada wendy.

Irene sangat menikmati saat-saat seperti ini. Hanya diam dan terjebak dalam keheningan dengan wendy yang ada di pelukannya, walaupun hanya beberapa menit. Rasanya seharian seperti ini dengan wendy juga irene mampu, karena ini membuat batreinya kembali terisi penuh.

Wendy pun berdehem dengan kasar karna sudah merasa tak tahan dengan posisi ini yang sudah terlalu lama. "Ekheem!"

"Aigooo.. Nee nee, aku sudah selesai. Apa aku terlalu lama sampai-sampai kamu mengeluarkan kodemu itu? hahaha" ucap irene sambil tertawa dan melepaskan pelukannya dari wendy.

Wendy tak menjawab dan hanya memalingkan pandangannya. Irene yang melihat seragam wendy kusut karna ulahnya pun mengulurkan tangannya hendak merapihkan seragam yang sedikit berantakan.

Namun wendy malah memundurkan langkahnya, yang berarti tidak mau Irene merapihkan seragamnya.

Irene pun hanya tersernyum meski hatinya nyeri karna wendy tak mau ia merapihkan baju seragamnya. Karena Irene tidak akan pernah bisa marah kepada wendy, yang telah mencuri hati dan cintanya.

"Hmmhh araseoo, jangan lupa rapihkan seragamu ya! Cuppp.. Bye sayang!" Kata irene yang pergi meninggalkan wendy setelah memberi ciuman singkat di pipi chubby wendy.

Wendy lagi-lagi tak bergeming sedikitpun hanya berjalan ke kelas dengan wajah datarnya itu.

*****

"Udah mesra-mesraannya?" Ledek joy kepada Irene yang baru saja kembali ke kelas dengan wajah yang berseri-seri. "Ya jelas udah doong!" Yang di jawab bukan oleh Irene melainkan oleh temannya Kang seulgi. "Sialan lo berdua!" Kesal irene sambil duduk di samping teman-temannya itu. Seulgi dan joy yang melihat  Irene kesal hanya tertawa puas.

"Udah kali gak usah kesel gitu, apa perlu gue bawa wendy kesini biar lu nggak kesel?" Kata seulgi yang melanjutkan ledekkannya kepada Irene. "Kang Seulgi bener-bener ya lo!" "HAHAH udah kali Rene! kita cuma becanda. Lagian bener ko kata seulgi, kalo sama orang aja jiwa preman keluar. Giliran sama wendy aja langsung menye-menye. Iya gak?" Ucap joy sambil menyenggol lengan Seulgi.

"Itu kan beda tau!" kata irene dengan wajah cemberutnya. "Yaiyalah kan wendy pawangnya Bae Joohyun HAHAHAHA" Ucap Seulgi dan Joy dengan kompak.

Irene yang mendengar itu hanya terdiam dengan pipinya yang merona. Karna yang dikatakan teman-temannya memang benar 1000%. Ia akan berubah menjadi anjing kecil yang lucu jika sedang bersama pujaan hatinya.

Selalu seperti itu, Irene yang lemah jika berurusan dengan cinta. Meskipun perasaany tak pernah terbalas oleh wendy selama satu tahun ini, tapi irene masih cukup sabar untuk merawat perasaan ini.

Rasanya tak mampu jika harus mundur, karna Irene sangat menikmati moment manisnya dengan wendy, meski harus sedikit memaksa tapi wendy selalu diam dan menuruti keinginan Irene. Seperti kejadian di perpus tadi.

"Eh, nanti malem clubing yuk!" Ajak Seulgi pada kedua temannya. "AYO! Udah lama rasanya gak clubing" Jawab Irene dengan semangat, karna club ibarat taman bermain untum mereka bertiga. Memang wanit-wanita berandal.

Tak lama pun guru yang mengajar pada jam itu datang dan memulai pelajaran, meski mereka tidak pernah tau dan mengerti apa yang di ucapkan oleh gurunya itu.



***

TBC.

Little NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang