BAB 6

23 3 0
                                    

"Sarange heta. Uriga mana. Jiunji mota nanannanana..."

Sara bersenandung, menyanyikan lagu korea dengan lirik yang entah sudah sehancur apa.

Dia memegang kedua tali tas nya di masing-masing sisi. Masih dengan bersenandung, dia melewati kelas Jordan. Sara berhenti seketika. Mundur beberapa langkah kemudian melihat kedalam kelas.

BAM

Jordan berada dikelas. Menyenderkan kepala pada bangku. Sendirian. Memejamkan mata dengan Earphone menyangkut di daun telinganya. Sara tersenyum miring. Dia mempunyai ide.

Sara masuk dengan mengendap-endap. Beruntung pintu kelas terbuka jadi dia tidak perlu menimbulkan suara karena gesekan pintu terbuka.

Sara terus mengendap-endap melewati bangku serta meja yang menghalangi. Masih dengan tersenyum miring. Sara menggunakan 1 tangannya menutup hidup agar nafas nya terdengar dan 1 tangan lagi terangkat tinggi. Dia berniat mengejutkan Jordan secara tiba-tiba.

Eh?

Senyum Sara hilang. Tangannya perlahan turun. Masih dengan mulut dan hidung yang ditutup dia memiringkan sedikit kepalanya. Mata nya beberapa kali berkedip.

"Bulu mata Kak Jordan... Ternyata lentik ya!" Sara menggumam pelan sambil menatap Jordan lekat.

Terdapat sesuatu di pipi jordan.

Sara mendekatkan wajahnya dengan sangat hati-hati. Dia kemudian membersihkan noda yang ada disana. Sara bernapas lega. Kemudian perlahan menurunkan tangannya.

Grep

Sara menatap horror tangannya. Lebih tepatnya, tangannya yang digenggam oleh seseorang dihadapannya. Dia perlahan mendongak.

"Udah selesai pegang-pegangnya, hm?" Jordan tersenyum miring. Sara menelan ludah.

Baru pertama kalinya kakak kelasnya itu tersenyum. SENYUM SI SENYUM, TAPI MENGAPA LEBIH TERLIHAT SEPERTI PSIKOPAT TAMPAN.

'MAMPUS. TAMAT RIWAYAT GUE!!!!!' teriak Sara dalam hati. Yah, faktanya, Jordan yang semula tertidur akhirnya terbangun sejak Sara perlahan mendekatkan wajahnya.

TE AMO (Jordan-Sara)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang