"PANGGILAN KEPADA AGAM STEVANO DEWARTA DI TUNGGU DI RUANG BK"
Agam yang masih setia berada di rooftop sekolah terpaksa harus turun menemui guru yang memanggil nya
"Shitt Arisya berani banget lu liat aja pembalasan gue " Ucap nya seraya berdiri dengan malas ia berjalan menuju ruang BK
tok tok tok
Agam mendorong pintu tersebut hingga menampakkan wajah orang yang ada di dalam nya
" Permisi bu ada apa ya?" Tanya Agam sopan
"Silakan duduk" Ucap bu Stella karena tidak ingin mendapat masalah lagi Agam duduk tampa banyak bicara
"Maaf bu apakah saya punya salah?" ucap nya mencoba lembut karena ia tau ia punya salah
Bu Stella tersenyum eh bukan tapi Serigai
'Aihhh ini guru bukannya cepetan to the point malah senyum macem gitu ribet pisan untung gue tabah' batin Agam
"Jangan pura pura polos, seakan tidak tau apa apa"
"Maksud ibu apa ya?"
'Asli ini mah mau ngasih hukuman aja ngasih pembukaan dulu buset' batin Agam
"Ngapain kamu kemarin cegat Arisya, Ga tau malu banget ya kamu cowo cegat cewe kamu banci, malu maluin sekolah. Sekolah ini ga pernah ngajarin yang kaya gitu"
Ternyata bener Arisya ngelaporin gue
"Maaf bu saya kesel banget sama Arisya habisnya dia sok banget jadi orang belagu lagi bu"
"Belagu gimana maksud kamu coba berikan ibu contoh Arisya Belagu atau ibu panggilan Arisya juga biar jelas semuanya"
"eu ga usah bu ri-ribet" Agam gelagapan kalo dia ngomong yang sebenarnya nya sama aja dia masukin diri nya ke kandang singa
"Nah kamu ga bisa buktiin kan ibu ga mau tau kamu lagi lapangan 30 keliling "
" Hah ibu ga salah Agam manusia bu, ini panas lagi bu cuaca nya"
"35 keliling bantah lagi ibu panggil orang tua kamu"
"iya iya bu tapi jangan bilang ke ortu ya bu dadah ibu lop yu" Ucap Agam sambil berdiri
"Awas kamu ibu akan perhatiin dari atas"
"Muhun mangga bu abdi moal bohong" setelah menutup pintu Agam berjalan menuju lapangan untuk menjalankan hukumannya
"GAM" teriak seseorang di ujung lapangan
"Apaan"
"Gimana tadi aman" Tanya Diego
"Bego mana bisa bebas tanpa hukuman "
" Hehehe iya ya" ucap Diego
"AGAM SEMANGAT " teriak Andreas
" Jijik gue denger nya" ucap Agam
Azka dari tadi hanya diam memperhatikan mereka akibat kejadian tadi pagi membuat dirinya dan Agam menjadi sedikit canggung
"Ayo duduk kantin" ajak Azka pada Diego dan Andreas
Agam mulai melaksanakan hukumannya namun ia berhenti saat melihat Arisya dan teman temannya berjalan menuju kantin
"WOI Arisya berani banget lu laporin gue soal masalah kemarin"
KAMU SEDANG MEMBACA
First and Last
Fiksi RemajaDua orang yang terlibat dalam sebuah rasa yang membuat mereka melanggar sebuah aturan besar, akan kah mereka bertahan sampai akhir atau semuanya hanya tinggal angan?
