Chapter 06 - Selamat Datang

10.1K 1.3K 384
                                        

POV Hadish

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

POV Hadish

***

Masih dalam pakaian kerja gue menjatuhkan diri di atas tempat tidur. Meletakkan bantal di atas kepala dan membiarkan terbenam di sana. Liz menyusul tak lama kemudian. Meletakkan tangannya di punggung gue dengan upayanya yang ingin mengajak bicara.

"Mungkin kita bisa diskusiin ini. Ngobrol yuk," lirih Liz membujuk.

Gue asli sudah eneg ngadepin sehari kerja di sekolah super bermasalah itu.

"Kenapa? Anaknya rewel-rewel ya di sana? Atau apa?" dia mengusap-usap punggung.

Dia seperti mengembuskan napas panjang. Lalu berkata, "Ya udah, aku panasin air dulu. Terus kamu mandi. Sambil aku pesen makanan. Kita ngobrol setelah itu. Oke?"

Masih di bawah bantal gue bergumam, "Hm."

Selama di bak mandi gue berendam di sana lama-lama. Relaks sebentar untuk sekadar merenungi kejadian sepanjang hari ini.

Sekolah itu benar-benar aneh. Kenapa ada keputusan nepotis secepat itu? Padahal sebagai mertua gue, Pak Darma ngerti banget sejauh mana kemampuan gue dalam menangani ini. Lalu apa bagusnya kepala sekolah itu yang malah mengiyakan dan memilih gue untuk jadi ketua BK? Di hari pertama gue menjabat? Kenapa tidak mendahulukan Bu Tantri atau Apey?

Gue berada di ambang banyak kebimbangan. Ada perasaan nggak enak ke Bu Tantri sama Apey yang jelas pasti berkesan dilangkahi oleh gue dalam urusan ini. Perasaan lain merongrong di dalam kepala gue. Tentang kemampuan yang gue miliki dalam urusan ini masih kosong mlompong. Gue mungkin bisa dan sanggup banget mempelajari semuanya. Tapi ini sungguh di luar batas kemampuan gue untuk mengawali karir di sana dengan jabatan yang terlalu besar.

Sebelum gue pulang dari kantor gue sempat membaca banyak fail yang sudah dialihkan kuasanya ke gue. Bu Tantri dan Apey sempat ngasih arahan meski gue dingin banget respons-nya. Arahan sederhana seperti penggunaan tujuh kata sandi dan sebaran basis data siswa beserta ulasannya masing-masing. Gilak. Gue harus memegang tujuh kata sandi untuk bisa mengakses server data di komputernya Pak Rahmat. Di sana gue stres. Mupeng gila lihat banyak sekali kasus dan isu yang didata rinci oleh Pak Rahmat di komputernya. Dan itu gue baru mengutak-atik informasi yang ada dalam proteksi dua dari tujuh kata sandi.

Belum lagi segepok folder yang isinya data siswa baru yang sebagiannya juga dipegang oleh Apey untuk menganalisa. Sedangkan gue membawa sebagiannya untuk melihat bagaimana cara informasi mentah itu disaring menjadi basis data informasi di server komputer Pak Rahmat.

Ada beberapa misi tahun ajaran sekarang yang gue temukan dalam rangkaian agenda jangka panjang. Di antaranya yaitu;

1. Mendamaikan dua kubu antara Fandom K-Pop dan kelompok non K-Popers yang berseteru beberapa tahun terakhir.

Well, gimana gue harus mendamaikan dua kubu magnet yang beda itu? Gue nggak pernah paham sama dunia showbiz untuk ranah ini. Gue langsung mengerang begitu baca sekilas poin tersebut.

SchoolahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang