33. Kak Wooseok....:(

190 22 1
                                    

"Jangan ngehindar lagi plis," ucap gue setelah melepas pelukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan ngehindar lagi plis," ucap gue setelah melepas pelukan.

"Maaf," lirihnya sambil nunduk.

Gue menggeleng.

"Jangan minta maaf terus, aku tahu kak Wooseok pasti bakal ngejelasin semuanya," kata gue sambil ngeraih tangannya yang terkulai dan ngajak dia duduk di teras. Duduknya di lantai aja lesehan soalnya gak ada kursi.

"Aku sayang sama kamu," katanya tiba-tiba.

Iya gue tahu kok dan gue juga sayang sama kak Wooseok. Tapi kenapa dia tiba-tiba ngomong gitu?

Gue tuh trauma ya sama hal yang selalu tiba-tiba begini.

"Me too," balas gue.

Kak Wooseok nengok ke gue dan senyum.

Senyum itu. Udah lama gue gak lihat senyum itu dan sekarang gue bisa lihat dengan jelas, walaupun enggak semanis biasanya, soalnya kak Wooseok sekarang kayak yang kurang sehat dan agak kurusan, pipinya makin tirus dan matanya sayu. Tapi gue tetep suka, karena mau gimanapun kondisinya, kak Wooseok tetaplah kak Wooseok, gak ada yang berubah. Begitupun hatinya. Gue yakin.

Hening beberapa saat. Hening tapi enggak canggung. Diemnya kak Wooseok sekarang bukan diem yang sengaja ngediemin gue, tapi dia diem karena butuh ketenangan? Mungkin. Gue gak tahu karena gue gak bisa baca pikiran orang, tapi gue bisa lihat dari matanya yang nunjukin kalo dia bener-bener lelah.

"Tadi aku ketemu kakaknya Hitomi, kak Jaehwan," ucap gue memecah keheningan.

Kak Wooseok nengok, "di mana?" Tanyanya.

"Di rumah sakit tempat Hitomi dirawat, sama kak Eunbi juga. Tadinya mau sekalian ketemu Hitomi tapi gak dibolehin," jelas gue sambil balik nengok ke kak Wooseok.

"Aku tadi di sana," katanya pelan.

Gue kaget, tapi enggak terlalu memperlihatkan keterkejutan gue, takut kak Wooseok kesinggung atau gimana.

"Aku selama ini di sana, enggak ke mana-mana. Aku jagain Hitomi dan berharap dia cepet pulih. Aku di sana dan gak pernah pergi, berharap ngelihat dia senyum lagi tapi selama itu juga aku gak pernah ngelihat senyumnya," katanya panjang lebar.

Gue masih diem nunggu kak Wooseok ngomong lagi kali aja dia belum selesai ngomong dan gue gak mau motong.

"Hitomi sakit gara-gara aku," ucapnya dengan suara bergetar, dan gak lama kemudian punggungnya berguncang, dia nangis, sambil nunduk.

Gue awalnya kaget gak tahu harus ngapain dan gue gak nyangka kak Wooseok bakal ngomong gitu. Karena punggungnya masih bergetar dan kak Wooseok masih sesenggukan, gue pun merangsek ngedeketin dia dan mengusap punggungnya berharap dia jadi lebih tenang.

Ngelihat kak Wooseok yang kayak gini, hati gue jadi ikut sakit. Gue gak tahu kenapa kak Wooseok bilag Hitomi sakit gara-gara dia, tapi gue seolah ngerasain apa yang dirasain kak Wooseok sekarang. Sakit banget sampe gue harus nahan diri sambil menggigit bibir bawah gue biar gak nangis.

Let's Meet Again || COMPLETED√ (EDITING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang