Part. 7

1.6K 165 1
                                        

Happy reading 💞


.
.

Sudah terhitung seminggu gadis itu berada dirumah sakit tanpa melakukan aktivitas apapun yang dilarang jongin. Dia sudah tidak diijinkan untuk bekerja dicafe. Dan juga nyonya & tuan park melarang kyungsoo untuk bekerja. Keadaannya pun sudah berangsur membaik. Hanya saja ia harus tetap melakukan kemotherapy.

Dokter yang akan menangani kyungsoo bernama dokter lee. Seorang dokter perempuan ahli kanker yang sudah jongin tunjuk untuk menangani tentang kondisi kyungsoo saat ini. Bukan apa,hanya saja jongin takut untuk asal melepaskan kyungsoo pada dokter yang ia tidak percaya. Ia juga khusus menunjuk dokter seorang perempuan supaya ia bisa lebih tenang saat kyungsoo akan diperiksa nanti.

Saat ini kyungsoo sedang tidur diranjangnya sendirian.Jongin sedang keluar untuk berkonsultasi dengan dokter kyungsoo.Jongin meminta ruang vvip khusus untuk kyungsoo agar tidak terganggu dengan pasien lain. Dia juga ingin agar kyungsoo mendapatkan penanganan yang tepat. Dia tidak membawa kyungsoo keluar negri untuk berobat karna kyungsoo menolak ajakannya. Yang terpenting kyungsoo sudah mau untuk di kemotherapy dia sudah sangat bersyukur.

Jongin membuka pintu itu pelan. Takut menganggu orang yang sedang tidur nyenyak didalam ruangan itu. Dilihatnya kyungsoo masih terlelap. Tidak terusik dengan suara pelan yang jongin ciptakan. Jongin memasuki ruangan itu. Menghampiri kyungsoo dan menatap gadis itu dalam. Lalu mengecup kening kyungsoo sayang seraya menggumamkan sebuah kalimat.

"saranghae" bisiknya,
Kyungsoo mulai terusik dari tidurnya. Dia membuka matanya pelan dan mendapati wajah sang kekasih yang teramat dekat dengan wajahnya. Dia tersenyum lembut. Jongin membalas senyuman itu lalu mengecup lagi kening kyungsoo sedikit lama.

"aku sudah membicarakan jadwalmu untuk melakukan kemo dengan dokter yang akan menanganimu nantinya. Kita akan kerumah sakit selama seminggu 1 kali. Kau juga akan tinggal bersamaku setelah ini. Kau akan ikut bersamaku di apartemenku. Aku sudah menyuruh orang untuk mengemasi barang barang di flatmu." ucap jongin lembut namun juga dengan nada terkesan tidak ingin dibantah. Dia mengelus surai kyungsok sayang. Memberi pengertian pada kyungsoo bahwa apapun yang dia lakukan hanya untuk kebaikan kyungsoo.

"aku akan menjagamu, aku ingin kau sembuh jadi kau harus yakin kau pasti bisa sembuh emm!" jongin berujar lagi dengan nada sedikit ia buat riang untuk menyemangati kyungsoo.

"jongin-a... " mata itu mulai berkaca kaca. Siap menumpahkan buliran air mata yang membendung dipelupuk mata bulatnya.

"sttt.. Uljima emm" jongin mengusap air mata kyungsoo dengan lembut. Dia tidak menginginkan kyungsoo untuk menangis lagi setelah ini. Semua akan jongin lakukan untuk kyungsoo. Untuk kebahagiaan gadisnya, Apapun itu.

"carilah wanita lain jongin-a... " suara kyungsoo terdengar lirih seakan berbisik. jongin mengerutkan dahinya, masih diam untuk mendengar kalimat lain dari bibir kyungsoo.

"carilah wanita lain yang lebih baik dariku" ucapnya lagi. Jongin terlihat sangat kesal akan kalimat yang keluar dari mulut kyungsoo. Matanya yang tadinya menyiratkan kehangatan sekarang berubah tajam seakan ingin meluapkan segala emosinya.

Jongin memejamkan matanya. Mengatur ritme napas yang memburu karna ucapan kyungsoo tadi. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dipikirkan gadis didepannya ini. Apa kyungsoo tidak pernah memikirkan perasaan jongin. Apa kyungsoo tidak mencintai jongin selama ini.

Confession (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang