Part. 6

1.9K 182 1
                                        

Happy reading 💞

.
.
.
.


   
Gadis itu masih setia dengan tidur damainya. Kyungsoo terlihat tidak menunjukkan tanda-tanda akan bangun. Masih sama seperti kemarin, terhitung sudah dua hari gadis itu terbaring lemah dirumah sakit dan belum sama sekali membuka mata.

Jongin masih setia menemani kyungsoo. Dia hanya akan pergi untuk ke kamar mandi sekedar membasuh muka atau membuang hasratnya. Dia tidak ingin meninggalkan kyungsoo kemanapun. Dia ingin menjadi orang pertama yang kyungsoo lihat saat bangun nanti. Terlihat wajahnya sedikit pucat karna tidak mau mengisi perut sama sekali sejak kemarin. Hanya air putih yang masuk kedalam tubuhnya.

"Soo-ya ... Kau masih betah dengan mimpimu? Apakah begitu indah hingga kau tak mau bangun hemm?, kau bertemu dengan orangtuamu disana? Jika iya, bilang pada abonim dan eomonim bahwa aku akan menjagamu, bahwa aku akan melindungimu dan mencintaimu" ujarnya lembut. Tangan itu mengenggam erat jemari kyungsoo yang terbebas dari selang infus. Wajahnya terlihat sangat menyedihkan. Bahkan matanya mulai memerah menahan air mata yang akan jatuh. Sudah sejak kemarin dia hanya berbicara sendiri seperti itu. Tidak ada sahutan berarti. Hanya bunyi suara monitor detak jantung kyungsoo yang menemani.

Setelah lama berbincang sendiri. Jongin terlelap, mungkin karna efek kelelahan hingga tidak sadar jemari kyungsoo mulai bergerak lemah.

Mata itu mulai terbuka pelan. Berusaha membiasakan sinar lampu yang menyilaukan matanya. Setelah itu pandangannya turun pada tangannya yang sedang digenggam oleh seseorang. Kyungsoo tersenyum lembut. Matanya terlihat mengembun. Dia berpikir pasti jongin sudah mengetahui semuanya. Dia berpikir apakah jongin masih mau menjadi kekasihnya setelah ini.

Isakannya mulai terdengar keras. Membangunkan manusia yang sedang tertidur itu. Jongin mulai bangun dan matanya tertuju pada kyungsoo. Pandangnnya masih betah mengamati wajah kyungsoo yang tersenyum hangat padanya.

Dan luruh sudah pertahanan kim jongin. Dia segera menghambur memeluk kyungsoo. Isak tangisnya terdengar sangat keras. Ia ciumi wajah kyungsoo. Mulai dari dahi lalu kedua matanya dan turun ke hidung dan terakhir dia membuka masker oksigen itu lalu mengecup bibir kyungsoo sekilas. Menutup lagi masker oksigen itu.

Akhirnya penantiannya tidak sia-sia. Dia yakin kyungsoo akan kembali lagi. Setelah ini dia akan memastikan pengobatan yang terbaik untuk kyungsoo. Bahkan dia mungkin akan membawa kyungsoo keluar negri untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal.

"kau terlihat kurusan,apa kau tidak makan dengan baik jongin-a?" Kyungsoo bertanya dengan tangan membelai pipi jongin. Jongin menutup matanya. Menikmati sentuhan lembut kyungsoo di pipinya. Baru 2 hari dia tidak mendengarkan suara itu tapi rindunya seakan bertahun-tahun tak bertemu. Jongin menggapai tangan kyungsoo lalu mengecupnya.

"aku hanya ingin makan bersamamu soo-ya, setelah ini aku akan panggilkan dokter dan kita makan sehabis kau diperiksa oke! Saranghae" ucap jongin. Tersenyum hangat sehangat mentari. Setelah ini dia berjanji akan membahagiakan kyungsoo. Setelah ini dia berjanji bahwa dia akan selalu mengucapkan kata cinta pada kyungsoo.

"nado" kyungsoo menjawab masih dengan nada lemah, matanya kembali berkaca kaca. Setelah sekian lama ia mengunggu ungkapan cinta dari jongin. Akhirnya dia bisa mendengarkan ungkapan itu. Setidaknya sebelum ia benar benar pergi dari sisi jongin. Kyungsoo mulai terisak dalam tangisnya.

Confession (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang